Ortu Bongkar Fakta Horor Daycare Little Aresha, Anak Dipaksa Tidur di Lantai Hingga Alami PTSD Berat

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 09 Juni 2026 | 18:27 WIB
Ortu Bongkar Fakta Horor Daycare Little Aresha, Anak Dipaksa Tidur di Lantai Hingga Alami PTSD Berat
Proses penandatanganan kuasa dari para orang tua korban Daycare Little Aresha kepada tim hukum di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (6/5/2026). [Suara.com/Hiskia]
  • Orang tua korban membeberkan dugaan kekerasan dan manipulasi laporan di Daycare Little Aresha Yogyakarta dalam rapat DPR pada Selasa (9/6/2026).
  • Anak-anak mengalami dampak fisik serius seperti stunting, luka lebam, hingga kondisi kesehatan yang memburuk akibat kelalaian pengasuh daycare tersebut.
  • Para korban didiagnosis menderita gangguan psikologis berat berupa PTSD karena sering dipaksa tidur di lantai dan mendapat perlakuan buruk.

Suara.com - Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, hadir untuk membeberkan fakta-fakta mengerikan yang dialami anak-anak mereka selama dititipkan di lembaga tersebut di Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dalam rapat kerja yang membahas pengawasan terhadap daycare di Indonesia tersebut, para orang tua mengungkap adanya manipulasi laporan, kondisi gizi buruk (stunting), hingga gangguan psikologis berat yang dialami para korban.

Ismanto, salah satu orang tua korban, mengungkapkan bahwa anaknya yang telah dititipkan selama tiga tahun mengalami perubahan fisik dan psikis yang drastis. Ia membeberkan bahwa anaknya kini mengalami stunting parah.

"Anak kami usia tiga tahun tiga bulan, tapi beratnya masih sepuluh kilogram. Artinya mengalami gizi buruk atau stunting karena berada di bawah garis merah," ungkap Ismanto yang hadir secara daring sambil menunjukkan bukti-bukti foto di layar ruang rapat.

Ismanto menuturkan bahwa pihak daycare melakukan penipuan terstruktur terkait laporan harian. Meskipun orang tua selalu membawakan bekal bergizi lengkap, anak-anak diduga hanya diberi makan nasi dengan kuah sop.

"Foto-foto makanan yang dikirimkan ke kami ternyata manipulatif. Foto yang sama dikirimkan berulang-ulang di tanggal yang berbeda. Misalnya foto tanggal 28 Februari dikirim lagi pada 3 Maret. Bentuk nasinya pun tidak berubah. Kami baru tahu informasi dari pengasuh bahwa makanan bergizi yang kami bawakan tidak diberikan ke anak," jelasnya.

Selain gizi buruk, Ismanto juga mengungkap adanya bekas luka lebam, tangan melepuh, hingga hidung berdarah.

Namun, pemilik daycare (Miss Diah) selalu memberikan jawaban tidak masuk akal, seperti luka di bibir karena makan donat atau memar karena anak menggigit tangannya sendiri saat tidur.

Fakta mengejutkan lainnya adalah kondisi psikologis anak yang kini enggan tidur di kasur.

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha, DK (51, perempuan berhijab hitam pakai masker) saat tiba di lokasi rekonstruksi, Selasa (9/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
Ketua Yayasan Daycare Little Aresha, DK (51, perempuan berhijab hitam pakai masker) saat tiba di lokasi rekonstruksi, Selasa (9/6/2026). (Suara.com/Hiskia)

"Anak kami sering berteriak histeris saat tidur malam, lalu terbangun dan pindah tidur ke lantai. Ternyata selama di daycare, mereka tidak ditidurkan di kasur, melainkan di atas keramik," tambah Ismanto.

Senada dengan Ismanto, Usi, orang tua korban lainnya yang menitipkan dua anaknya di Little Aresha sejak usia bayi, menyatakan bahwa kedua anaknya didiagnosis menderita Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) oleh psikiater.

"Anak saya sekarang suka menali (mengikat), lepas pampers, dan tidur hanya mau di lantai. Mereka juga jadi agresif, suka menjambak dan mencubit. Diagnosa psikiater, keduanya PTSD dan harus menjalankan terapi berkelanjutan setiap minggu," tutur Usi.

Usi mengakui awalnya ia percaya pada layanan tersebut karena pada survei tahun 2021, fasilitas tampak memadai.

Namun seiring berjalan waktu, akses orang tua dibatasi. Orang tua dilarang berkomunikasi dengan pengasuh dan hanya boleh melalui pemilik.

"Kami dilarang masuk ke lokasi tempat anak dititipkan. Kami hanya percaya pada kata-kata owner yang selalu menjawab dengan rasional setiap kali kami curiga. Ternyata, kenyataannya jauh dari bayangan kami," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja

Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:47 WIB

3,5 Jam Rekonstruksi Kasus Little Aresha: Terungkap Siksaan ke Anak Atas Instruksi Ketua Yayasan

3,5 Jam Rekonstruksi Kasus Little Aresha: Terungkap Siksaan ke Anak Atas Instruksi Ketua Yayasan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:46 WIB

Rekonstruksi Kasus Day Care Little Aresha Jogja, Orangtua Emosi Maki-maki Para Pelaku

Rekonstruksi Kasus Day Care Little Aresha Jogja, Orangtua Emosi Maki-maki Para Pelaku

Video | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?

Tangis dan Amarah Pecah saat Rekonstruksi di Daycare Little Aresha: Bagaimana Kalau Anakmu Digituin?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

Tercatat Jadi Penasihat Little Aresha Daycare, Dosen UGM Ngaku Tak Tahu Struktur Organisasi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 15:00 WIB

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:10 WIB

Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat

Komnas HAM Sebut Kasus Daycare Little Aresha Bukan Pelanggaran HAM Berat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Siswa Disabilitas SMAN 81 Jakarta Bobol Sistem Pertahanan Militer, Kini Dilirik Intelkam Polri

Siswa Disabilitas SMAN 81 Jakarta Bobol Sistem Pertahanan Militer, Kini Dilirik Intelkam Polri

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:17 WIB

Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco

Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:14 WIB

Jaksa Bongkar Niat Jahat Nadiem Makarim: Tak Hanya Rencana, Tapi Dieksekusi Sistematis

Jaksa Bongkar Niat Jahat Nadiem Makarim: Tak Hanya Rencana, Tapi Dieksekusi Sistematis

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:09 WIB

Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel

Polri Akui Sulit Penuhi Kuota 2 Persen Disabilitas: Butuh 9.000 Personel

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:54 WIB

Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja

Instruksi Ngeri Ketua Yayasan Daycare Little Aresha: Kalau Lari-larian Diikat Saja

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:47 WIB

Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK

Prof. Ikrar Soroti Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo: Pakai Uang Pribadi Harus Tetap Diaudit BPK

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:30 WIB

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

Prof Ikrar Soroti Dubes Tak Dilibatkan Diplomasi Luar Negeri Prabowo: yang Ikut Malah Teddy

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:14 WIB

545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas

545 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Wamendagri Singgung Bantuan Politik Tidak Jelas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:58 WIB

Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim

Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Pembelaan Nadiem Makarim

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:56 WIB

75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!

75 Persen Keluarga RI Pakai Daycare, Menteri PPPA: Banyak yang Tak Berizin dan Berisiko bagi Anak!

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:53 WIB