Namun, penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa lahan basah tidak hanya berperan sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Dalam kondisi tertentu, ekosistem tersebut juga dapat menjadi sumber emisi metana yang perlu diperhitungkan dalam kebijakan iklim.
Area Kecil Tidak Boleh Diabaikan
Para peneliti menilai temuan ini menunjukkan pentingnya memperluas pemantauan emisi hingga ke area-area lahan basah berukuran kecil yang selama ini sering luput dari inventarisasi.
Selama ini, pemantauan dan kebijakan konservasi lebih banyak berfokus pada kawasan lahan basah berskala besar. Padahal, jika dikumpulkan secara keseluruhan, jutaan lahan basah kecil dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi metana global.
Dengan data yang lebih lengkap, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menghitung emisi gas rumah kaca secara lebih akurat sekaligus merancang strategi pengelolaan lahan basah yang lebih efektif. Temuan ini juga menjadi pengingat bahwa dalam upaya menghadapi perubahan iklim, kawasan yang tampak kecil sekalipun dapat memiliki dampak yang besar terhadap sistem iklim global.
Penulis: Natasha Suhendra