Pakar Nilai Transportasi Publik Jadi Kunci Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Vania Rossa

Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:55 WIB
Pakar Nilai Transportasi Publik Jadi Kunci Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah. (Dok. Prasasti)
baca 10 detik
  • Piter Abdullah menyatakan penyediaan transportasi publik yang terjangkau dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengurangan beban pengeluaran perjalanan rutin.
  • Kehadiran sarana transportasi umum menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu mendorong pertumbuhan sektor UMKM dan produktivitas warga.
  • Pemerintah daerah didorong memanfaatkan skema kerja sama dengan badan usaha untuk mendanai pembangunan infrastruktur transportasi demi ekonomi jangka panjang.

Suara.com - Pembangunan transportasi publik dinilai tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Kehadiran transportasi umum yang nyaman dan terjangkau diyakini mampu menekan biaya perjalanan sekaligus menggerakkan perekonomian di kawasan sekitarnya.

Policy and Program Director Prasasti Center for Policy Studies, Piter Abdullah, mengatakan penyediaan transportasi publik merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Kalau kita ingin menyejahterakan masyarakat, salah satunya bisa diawali dengan menyediakan transportasi publik yang baik karena itu akan sangat membantu mereka," ujar Piter dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Menurut Piter, manfaat transportasi publik paling nyata terlihat dari berkurangnya beban pengeluaran masyarakat. Di Jakarta misalnya, dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sebesar Rp5,7 juta, masyarakat rata-rata mengalokasikan sekitar 25 hingga 30 persen pendapatannya untuk biaya transportasi.

Data Statistik Komuter Jabodetabek 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan sebagian besar pekerja komuter masih mengeluarkan biaya perjalanan yang cukup besar setiap bulannya. Sebanyak 8,2 persen komuter menghabiskan biaya di bawah Rp150 ribu per bulan, 14,7 persen mengeluarkan Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per bulan, sementara 28,6 persen menghabiskan sedikitnya Rp750 ribu per bulan untuk transportasi.

"Kalau biaya perjalanan bisa ditekan melalui transportasi publik yang nyaman dan murah, itu sudah menjadi bagian dari upaya menyejahterakan masyarakat," kata Piter.

Selain mengurangi biaya hidup, transportasi publik juga dinilai mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Kehadiran stasiun kereta, MRT, maupun terminal transportasi umum berpotensi memunculkan pusat-pusat aktivitas ekonomi baru, termasuk membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Berapa banyak keluarga yang akan terbantu? Efek berantainya akan besar, produktivitas masyarakat juga menjadi lebih baik," ujarnya.

Piter menilai manfaat tersebut tidak hanya bisa dirasakan di Jakarta, tetapi juga berpotensi terjadi di berbagai daerah apabila pemerintah daerah memiliki komitmen membangun sistem transportasi publik yang memadai.

baca juga

"Itu harus diawali dengan tekad dari kepala daerah. Ada banyak cara untuk menyejahterakan masyarakat, salah satunya dengan menyediakan transportasi publik yang nyaman, sehat, terjangkau, dan mampu mengurangi beban biaya yang mereka hadapi," katanya.

Meski membutuhkan investasi besar, Piter menilai pembangunan transportasi publik tetap memberikan manfaat ekonomi jangka panjang. Selain mendorong pertumbuhan aktivitas usaha, investasi tersebut juga berpotensi meningkatkan penerimaan negara melalui pajak.

"Jadi tidak ada kerugian dari investasi transportasi publik, walaupun investasinya memang besar," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, ia mendorong pemerintah daerah memperluas skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (Public Private Partnership/PPP) maupun memanfaatkan instrumen pembiayaan seperti obligasi. Menurutnya, minat investor akan meningkat apabila didukung proposal yang kuat, regulasi yang konsisten, serta kepastian hukum.

"Investor selalu mempertimbangkan risiko. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya proposal yang baik, tetapi juga jaminan bahwa kebijakan tidak berubah ketika terjadi pergantian pemerintahan atau kepala daerah. Kepastian hukum menjadi faktor yang sangat penting," katanya.

Piter meyakini, jika sistem transportasi publik seperti KRL, MRT, LRT, maupun JakLingko dapat dikembangkan di lebih banyak daerah, dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga mampu mengubah wajah kota dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

"Melihat efek berantainya, saya meyakini dampaknya akan sangat besar. Perubahan yang terjadi bukan hanya pada sektor transportasi, tetapi juga akan mengubah perkembangan kotanya," tutup Piter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar Ikhlas dari Macet: Psikologi Bertahan Hidup di Jalanan Jakarta

Belajar Ikhlas dari Macet: Psikologi Bertahan Hidup di Jalanan Jakarta

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 14:20 WIB

Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional

Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:45 WIB

Revitalisasi MRT Bundaran HI, Lalu Lintas Thamrin Direkayasa hingga Akhir Mei 2026

Revitalisasi MRT Bundaran HI, Lalu Lintas Thamrin Direkayasa hingga Akhir Mei 2026

Foto | Senin, 20 April 2026 | 18:47 WIB

Terkini

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:30 WIB

Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura

Jenazah Tim Medis KMP Virgo 8 Akhirnya Dipulangkan ke Madura

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 07:26 WIB

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Ini Penyebab Pinjol Ilegal Terus Bermunculan

Ini Penyebab Pinjol Ilegal Terus Bermunculan

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Bikin Malu! WNI Ini Jadi Orang Pertama Dipenjara di Malaysia karena Buang Puntung Rokok

Bikin Malu! WNI Ini Jadi Orang Pertama Dipenjara di Malaysia karena Buang Puntung Rokok

News | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total

Dana Rp100 Miliar Mengucur, 50 Km Jalan Lampung Selatan Siap Mulus Total

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 07:16 WIB

Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia

Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 07:10 WIB

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 06:41 WIB

×