- Mahasiswa dari berbagai universitas menggelar demonstrasi menuntut perbaikan ekonomi nasional di Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026.
- Polri dan TNI mengerahkan 6.088 personel gabungan untuk mengamankan empat titik strategis, termasuk kawasan Gedung DPR RI Jakarta.
- Aparat keamanan memperketat pengamanan dengan menyiagakan kendaraan taktis serta personel untuk mengantisipasi potensi gangguan selama aksi demonstrasi berlangsung.
Suara.com - Aksi demonstrasi mahasiswa yang dipusatkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), membuat aparat memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis ibu kota.
Salah satunya di kawasan Gedung DPR RI, meski hingga siang hari belum terlihat massa berkumpul di lokasi tersebut.
Berdasarkan pantauan Suara.com, gerbang utama Gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto arah Slipi telah dipasangi beton pembatas. Sejumlah personel kepolisian tampak berjaga di depan kompleks parlemen sejak pagi.
Di area dalam gedung, sejumlah kendaraan taktis juga sudah disiagakan.
Beberapa unit mobil water cannon terlihat terparkir, sementara tameng pengendali massa berjejer rapi di dekat pintu masuk.
Kendaraan pengurai massa (raisa) juga telah ditempatkan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Meski pengamanan diperketat, hingga saat ini belum terlihat massa demonstran menggelar aksi di depan DPR.
Sejumlah mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia sempat tiba menggunakan dua bus Metromini. Namun mereka tidak berhenti di kawasan parlemen dan memilih melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI yang menjadi titik utama aksi.
![Sejumlah anggota polisi bersiaga di sekitar Gedung DPR. [Suara.com/Bagaskara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/12/47679-gedung-dpr.jpg)
Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, Polri dan TNI mengerahkan total 6.088 personel gabungan.
Kekuatan tersebut terdiri dari 500 personel TNI, 1.000 personel Korbrimob, 200 personel BKO Korsabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, dan 586 personel Polres Metro Jakarta Pusat.
Pengamanan difokuskan di empat titik utama, yakni kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini Raya.
Meski personel tidak dibekali senjata api, Polda Metro Jaya tetap menyiagakan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pihak yang mencoba menunggangi aksi mahasiswa.
Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Pancasila, mengumumkan akan menggelar aksi demonstrasi terkait kondisi ekonomi nasional.
Melalui akun Instagram @bemui_official, BEM UI menyebut Indonesia merupakan negara yang kaya, tetapi kesejahteraan rakyat dinilai belum terwujud.
"Belakangan, ekonomi Indonesia runtuh. Namun, sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh keadaan," tulis BEM UI.
"Kebijakan fiskal bocor, independensi BI direnggut, dan komunikasi pemerintah kepada publik justru jauh dari kata layak," lanjut mereka.
Mahasiswa UI juga menilai pemerintah cenderung menyangkal kondisi yang terjadi dan meremehkan kritik yang disampaikan masyarakat.
Sementara itu, BEM Fakultas Hukum UI melalui akun @bem.fhui menyebut masyarakat saat ini menghadapi berbagai tekanan ekonomi, termasuk pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai mengancam kesejahteraan rakyat.