- Mahasiswa Universitas Indonesia tetap berencana menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026.
- Sebanyak 1.500 mahasiswa memilih lokasi Bundaran HI untuk menyuarakan aspirasi masyarakat luas terkait berbagai kebijakan pemerintah saat ini.
- Massa menolak berunjuk rasa di Gedung DPR RI atau Istana karena merasa tuntutan mereka kerap diabaikan pemerintah.
Suara.com - Mahasiswa Universitas Indonesia ngotot akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI) meski sebelumnya telah dihadang oleh aparat kepolisian.
“Artinya kita tetap akan ada aksi di HI, dan justru kita, kenapa kita memilih long march untuk berkumpul di TVRI. Karena kita tidak akan adanya aksi di DPR atau MPR RI,” kata Ketua BEM FIB UI, Lintang, di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).
Sementara itu, Ketua BEM FH UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo meminta agar tidak ada pihak yang menghalangi aksi mereka. Sebab, aksi kali ini mereka ingin menyuarakan keresahan masyarakat.
“Tolong bukakan jalan untuk kami! Kami ingin menyampaikan keluh kesah kami, kami ingin menyampaikan bagaimana pemaksaan terjadi di negeri ini, dan semua rakyat berhak untuk tahu! Semua rakyat berhak untuk ikut,” tegasnya.
Ia menegaskan tidak ada keinginan sedikitpun untuk melakukan aksi di depan Gedung DPR RI atau depan Istana lantaran aspirasi mereka kerap tidak didengar.
Bundaran HI dipilih agar semua pihak bisa ikut dalam aksi demonstrasi, menyuarakan keresahan yang mereka rasakan.
“Bukan di DPR, bukan di depan Istana, karena mereka tidak lagi mendengarkan kita! Kita pengin sebuah gerakan yang di mana semua rakyat bisa ikut, bisa tahu apa yang terjadi dan bagaimana terbaik untuk bangsa ini,” tandasnya.
Aksi di Bundaran HI
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) semua fakultas di Universitas Indonesia (UI) akan menggelar demo di Bundaran HI. Sekitar 1.500 orang diperkirakan akan mengikuti aksi tersebut.

Ada lima tuntutan yang akan disuarakan mahasiswa dalam aksi kali ini, yakni:
- Stop Pemborosan APBN;
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM;
- Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih;
- Hentikan Militerisme di Ranah Sipil;
- Menuntut Prabowo Berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah.