Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

Bella

Senin, 15 Juni 2026 | 13:36 WIB
Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di Munas HIPMI XVIII (Gerindra)
  • Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, mengkritik gaya pidato Presiden Prabowo Subianto yang dianggap sering mengejek dan menantang masyarakat.
  • Pangi menilai komunikasi politik yang kontroversial tersebut justru menutupi capaian kinerja pemerintah dan berpotensi merusak wibawa kepala negara.
  • Ia menyarankan Presiden Prabowo mengurangi intensitas pidato dan fokus membuktikan kebijakan nyata untuk menjaga ketenangan serta citra pemerintah.

Suara.com - Pengamat politik sekaligus Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, melontarkan kritik tajam terhadap gaya pidato Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sejumlah polemik yang belakangan muncul justru dipicu oleh cara komunikasi politik sang presiden yang dinilai kerap bernada mengejek dan menantang pihak yang mengkritiknya.

Dalam perbincangan di kanal YouTube milik Bambang Widjojanto, Pangi bahkan berpendapat situasi politik nasional bisa lebih tenang apabila Prabowo mengurangi intensitas pidatonya untuk sementara waktu.

"Kalau misalnya Presiden Prabowo ini berhenti berpidato dua minggu ini, jangan-jangan tenang ini negara ini," kata Pangi, dikutip Senin (15/6/2026).

Menurutnya, sejumlah program pemerintah sebenarnya memiliki capaian yang bisa diapresiasi publik. Namun, capaian tersebut kerap tertutup oleh kontroversi yang muncul setelah pidato-pidato Prabowo menjadi bahan perdebatan di ruang publik.

"Jadi kerja beliau sudah bagus ini misalnya beberapa sektor ya. Tapi karena pidatonya terus ngeledek, akhirnya jadi meme-meme. Presiden Prabowo adalah presiden yang paling banyak dijadiin meme-meme, paling banyak diolok-olok oleh masyarakat, konten kreator dan masyarakat kritis," ujarnya.

Pangi menilai pidato seorang kepala negara seharusnya mencerminkan kewibawaan jabatan. Ia membandingkan komunikasi para pemimpin dunia yang menurutnya cenderung menjaga citra kenegaraan saat berbicara di depan publik.

"Kalau kita mencermati pidato, pidato ini kan menunjukkan kelasnya presiden. Artinya kalau kita lihat kelasnya Putin, Xi Jinping, nggak juga mau ngeledek-ngeledek, kayak nantang-nantang, pakai gimmick-gimmick yang anak-anak. Itu untuk menjaga wibawa," katanya.

Ia mengaku terkejut ketika Prabowo kembali mengeluarkan pernyataan yang dianggap kontroversial dalam acara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Salah satu yang disorot adalah penggunaan peribahasa "anjing menggonggong kafilah berlalu" saat merespons kritik.

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (7/6/2026). [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]

"Di Hipmi itu kan ngomong anjing menggonggong kafilah berlalu. Terus dia bilang yang nyinyir-nyinyir, podcast-podcast gitu," kata Pangi.

Lebih jauh, ia menilai seorang presiden perlu memahami dampak psikologis dari setiap pidato yang disampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, terdapat tiga aspek penting yang harus diperhatikan dalam komunikasi publik seorang kepala negara.

"Nah dia harus tahu tiga kunci sebenarnya dalam pidato ini. Pertama adalah sentimen. Kedua apakah yang disampaikan itu menggembirakan hati rakyat atau tidak. Yang ketiga apakah yang disampaikan ini betul-betul menjaga perasaan rakyat," ujarnya.

Pangi menegaskan bahwa pidato yang bernuansa sindiran atau tantangan justru berpotensi memicu reaksi balik dari masyarakat, terutama di tengah situasi ekonomi yang dinilai tidak mudah.

"Jaga perasaan rakyat, jangan ngeledek, jangan nantang-nantangin," katanya.

Karena itu, ia berpandangan bahwa kinerja pemerintah sebaiknya dibuktikan melalui hasil nyata, bukan melalui pernyataan-pernyataan yang memancing kontroversi.

"Nantikan rakyat akan menilai. Nah itu yang enggak perlu pidato panjang. Biar waktu yang membuktikan," ujar Pangi.

Di sisi lain, Pangi juga menilai pidato-pidato Prabowo justru berpotensi merugikan citra dirinya sendiri. Ia mempertanyakan peran para penasihat di sekitar presiden yang dinilai tidak mampu memberikan masukan yang tepat.

Menurutnya, Prabowo sebaiknya lebih fokus pada kebijakan yang dapat menyenangkan masyarakat ketimbang terus melontarkan pernyataan yang memicu kontroversi.

"Jangan Bapak ngoyo ini nanti rakyat menuduh Bapak keras kepala, kepala batu. Bapak ambil aja jeron selera rakyat. Apa yang membuat rakyat senang gembira, itu saja," pungkas Pangi.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:19 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 19:18 WIB

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:05 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG

Kejar Aliran Uang Dadan Cs! Kejagung akan Terapkan Pasal TTPU di Kasus Korupsi MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB

Pemerintah Dinilai Setengah Hati Benahi MBG, Pakar UGM Usul Bentuk Dewan Pengawas Independen

Pemerintah Dinilai Setengah Hati Benahi MBG, Pakar UGM Usul Bentuk Dewan Pengawas Independen

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:20 WIB

BPIP Minta Tambahan Anggaran Rp343 M ke DPR, Bangun Pusat Diklat untuk Pejabat hingga Paskibraka

BPIP Minta Tambahan Anggaran Rp343 M ke DPR, Bangun Pusat Diklat untuk Pejabat hingga Paskibraka

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:17 WIB

Resmi Dibuka! Pendaftaran SPMB Jakarta 2026, 245 Ribu Kursi Gratis Tanpa Biaya

Resmi Dibuka! Pendaftaran SPMB Jakarta 2026, 245 Ribu Kursi Gratis Tanpa Biaya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:03 WIB

Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai

Militer Iran Klaim Mempermalukan Pasukan Amerika Serikat dan Israel Usai Damai

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:54 WIB

Iring-Iringan Presiden Jerman Tembus Jantung Jakarta, Jalur Protokol Steril Sempurna

Iring-Iringan Presiden Jerman Tembus Jantung Jakarta, Jalur Protokol Steril Sempurna

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB

Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan

Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:36 WIB

Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri

Anggaran Jumbo Tapi Kalah dari Aplikasi Ojol, Pakar UGM Kritik Sistem Administrasi Demo Polri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:36 WIB