Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'

Bangun Santoso

Senin, 15 Juni 2026 | 16:59 WIB
Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'
Presiden Prabowo Subianto. [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai pemerintahan Prabowo terjebak kebijakan warisan masa lalu yang membebani kondisi ekonomi rakyat.
  • Kebijakan sentralisasi perizinan tambang melalui aturan lama menyebabkan pemerintah daerah kehilangan pendapatan serta mengalami krisis fiskal yang berat.
  • Rencana kenaikan harga kebutuhan pokok dan iuran BPJS berpotensi memicu kemarahan publik serta aksi massa dalam waktu dekat.

Suara.com - Pangi secara blak-blak menyebut bahwa banyak persoalan yang dihadapi Prabowo saat ini adalah dampak dari kebijakan "ugal-ugalan" rezim sebelumnya

Pengamat Politik sekaligus Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, melontarkan kritik keras terhadap situasi ekonomi dan politik di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pangi menilai, Prabowo saat ini tengah berada dalam "jebakan" kebijakan warisan masa lalu yang berpotensi memicu kemarahan besar di tingkat akar rumput.

Dalam bincang-bincang di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Pangi menyoroti rentetan rencana kenaikan harga mulai dari BPJS Kesehatan, BBM Pertamax, hingga gas LPG 3 kg yang dinilai sangat melukai hati rakyat.

Pangi secara blak-blak menyebut bahwa banyak persoalan yang dihadapi Prabowo saat ini adalah dampak dari kebijakan "ugal-ugalan" rezim sebelumnya, mulai dari utang yang membengkak hingga proyek infrastruktur yang mangkrak.

"Prabowo tuh hanya cebokin aja. Jadi kalau hari ini Prabowo didemo, jangan lupa ada yang happy, ada yang senang, dan itu orangnya nggak jauh-jauh dari dia," ujar Pangi, dikutip Senin (15/6/2026).

Ia memperingatkan agar Prabowo tidak terus-menerus mengikuti koridor yang jauh dari rakyat, seperti terlalu sering ke luar negeri sementara harga kebutuhan pokok di dalam negeri terus mencekik.

Salah satu poin paling tajam yang disorot Pangi adalah rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ia mengecam keras Menteri Kesehatan yang dianggapnya memperlakukan jaminan kesehatan sebagai ladang bisnis.

baca juga

"Ini bayangkan Menteri Kesehatan yang berbisnis sama rakyat mau naikin BPJS. Kurang ajar itu, nggak bagus begitu masa berbisnis sama rakyat untuk kesehatan. Duit banyak, geser aja (anggaran). Sekarang orang untuk makan aja susah, yang mandiri itu sudah banyak yang nggak bayar iuran karena nggak ada duit," tegas Pangi.

Tak hanya BPJS, Pangi juga mengungkap adanya laporan palsu atau "asal bapak senang" (ABS) terkait harga LPG 3 kg yang dipamerkan di depan Presiden.

"Kemarin gas LPG dipamerkan harganya 16 ribu di depan Pak Prabowo. Padahal di lapangan sudah tiga kali lipat harganya. Di muka umum membohongi Presiden. Itu kalau revolusi 'emak-emak' bahaya itu, ras terkuat di muka bumi," tambahnya.

Daerah "Dimiskinkan" oleh Pusat

Pengamat Politik sekaligus Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago. (bidik layar video kanal YouTube Bambang Widjojanto)
Pengamat Politik sekaligus Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago. (bidik layar video kanal YouTube Bambang Widjojanto)

Pangi juga menyoroti kondisi fiskal sejumlah pemerintah daerah yang dinilai semakin tertekan akibat berkurangnya sumber-sumber pendapatan daerah.

Banyak daerah saat ini mengalami keterbatasan anggaran karena kewenangan terkait perizinan, termasuk sektor pertambangan, telah tersentralisasi melalui regulasi yang diterapkan sejak era pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

"Daerah dimiskinkan. Semua izin-izin tambang itu ditarik ke pusat lewat Undang-Undang Omnibus Law. Sekarang daerah mengeluh karena otonomi daerah sudah sentralistik, antara ada dan tiada," kata Pangi.

Menurutnya, banyak daerah kaya sumber daya alam justru jatuh miskin karena izin tambang ditarik ke pusat, sementara dampak kerusakan lingkungan dibebankan ke daerah.

"Kepala dipegang, ekor juga dipegang. Izin tambang diambil pusat, oligarki yang ambil semua, tapi kerusakan lingkungan suruh Bupati yang urus. Daerah akhirnya babak belur, ini jebakan juga supaya orang nggak simpatik," jelasnya.

Pangi mengingatkan bahwa kemarahan rakyat saat ini sedang menabung momentum. Jika tidak ada kebijakan yang "menggembirakan hati rakyat", maka titik kulminasi berupa aksi massa besar-besaran tinggal menunggu pemicunya saja.

"Jangan coba-coba bermain api dengan kemarahan rakyat. Nabung terus saja diulangi dan nggak ada pembenahan. Ini akan membakar publik, tinggal menunggu momentum titik kulminasinya saja," ujar Pangi.

Di sisi lain, Pangi mengaku masih menyimpan harapan terhadap pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

"Mudah-mudahan habis ini akan banyak program kebijakan yang menggembirakan hati rakyat," pungkasnya. (Reporter: Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T

Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:38 WIB

CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat

CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:25 WIB

Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!

Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:17 WIB

Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri

Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:04 WIB

Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan

Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:00 WIB

Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan

Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:57 WIB

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:51 WIB

Terkini

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

Banjir Rob Rendam Muara Angke Hampir Setiap Hari, Ketinggian Air Capai 60 Sentimeter

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026

BRI Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Lip Balm Himalaya untuk Umur Berapa? Cek Kandungan dan Cara Pakainya

Lip Balm Himalaya untuk Umur Berapa? Cek Kandungan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun

Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:46 WIB

7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis

7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Powder Foundation Somethinc Cocok untuk Kulit Apa? Diklaim Tahan Lama 24 Jam

Powder Foundation Somethinc Cocok untuk Kulit Apa? Diklaim Tahan Lama 24 Jam

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jadi Bank Beraset di Atas Rp500 Triliun, BRI Raih Empat Penghargaan Bergengsi Pada 2026

Jogja | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Kejar Penerimaan Negara, Hashim Sebut Pemerintah Akan Tarik Pajak Digital 9 November

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita

Sumbar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

×