- Sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas melakukan audiensi dengan pimpinan DPR RI di Jakarta pada Jumat, 19 Juni 2026.
- Pertemuan tertutup tersebut membahas tiga tuntutan mahasiswa terkait pemulihan ekonomi, distribusi APBN yang prioritas, serta penegakan supremasi sipil nasional.
- Mahasiswa menuntut pemerintah memperbaiki kebijakan ekonomi, menstabilkan harga bahan pokok, serta melakukan evaluasi total terhadap kompetensi para pejabat pemerintahan.
“Kami melihat bagaimana pengaruh dari kebijakan-kebijakan pemerintah ini bagaimana mereka tidak memberikan APBN skala yang prioritas, mempengaruhi kenaikan dari Pertamax,” ucapnya.
Putra khawatir dengan kenaikan Pertamax, sebagai bahan bakar non-subsidi, masyarakat bakal beralih ke Pertalite. Buntutnya akan terjadi kelangkaan bahan bakar bersubsidi.
“Sebenarnya kan yang dituntut sama masyarakat adalah dengan Pertamax non-subsidi naik berpengaruh pada kehabisan Pertalite. Terbukti pada beberapa SPBU itu sudah kehabisan Pertalite itu sendiri,” ucapnya.
“Makanya kami tuntut kembali untuk bagaimana kebijakan pemerintah agar memberikan subsidi ini kepada rakyat. Agar antrean tidak panjang, rakyat tidak kesusahan untuk mengisi bahan bakar,” imbuhnya.
Putra juga menyoroti tentang pejabat saat ini tidak sesuai dengan tupoksi. Mereka yang menjabat sejauh ini dianggap Inkompetensi.
Hal ini harus dievaluasi total oleh Presiden dan Wakil Presiden, karena mereka semua merupakan komandan tertinggi.
“Kami melihat bagaimana terbukti dari MBG itu ketua ditunjuk tidak sesuai dengan keahliannya. Dia merupakan ahli
serangga, tapi tiba-tiba ditunjuk sebagai kepala Badan Gizi Nasional,” ucapnya.
Putra juga menuntut adanya supremasi sipil yang harus dikembalikan. Sebab, saat ini di jaman Prabowo militeristik sangat terasa
“Beberapa pejabat penting itu diisi oleh polisi, tentara, pun revisi undang-undang sekarang ini tidak melibatkan rapat dengar pendapat dengan ahli-ahlinya,” ujarnya.
Sehingga, dengan tiga tuntutan yang disampaikan dalam tuntutan kali ini dapat memperbaiki kondisi Indonesia saat ini
“Maka itu kami tuntut sebagai Tritura atau tiga tuntutan rakyat akan kami sampaikan kepada orang yang seharusnya bisa menyuarakan suara rakyat,” tandasnya.