Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

M Nurhadi, Lilis Varwati

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
Sebagai Ilustrasi (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Ekonom Nailul Huda menilai pengajuan tambahan anggaran kementerian dalam RAPBN 2027 mencerminkan masalah struktural perencanaan anggaran negara.
  • Dominasi program prioritas presiden, seperti Makan Bergizi Gratis, menyebabkan ruang fiskal kementerian lain menjadi sangat terbatas.
  • DPR RI telah menyepakati pagu indikatif dan tambahan anggaran bagi beberapa kementerian dalam rapat kerja di Jakarta.

Suara.com - Fenomena maraknya kementerian dan lembaga (K/L) yang berbondong-bondong mengajukan tambahan anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dinilai mencerminkan adanya masalah struktural.

Kondisi ini dipandang bukan sekadar pemenuhan kebutuhan teknis di lapangan, melainkan akibat dari desain awal perencanaan anggaran negara yang tidak lagi sepenuhnya berbasis pada kebutuhan riil tiap sektor.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda.

Ia menilai bahwa proses penyusunan pagu anggaran sejak awal cenderung lebih banyak disetir oleh agenda dan program prioritas pemerintah pusat, ketimbang mengacu pada urgensi tugas pokok dan fungsi masing-masing kementerian.

“Sejak awal, pembuatan pagu APBN tidak berdasarkan pada kebutuhan masing-masing K/L melainkan kebutuhan program prioritas presiden. Program prioritas presiden menjadi patokan K/L lainnya membuat anggaran,” ujar Nailul Huda, Minggu (21/6).

Ruang Fiskal Menyempit Akibat Dominasi Program Prioritas

Nailul menerangkan, salah satu program raksasa pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diletakkan sebagai jangkar utama dalam postur keuangan negara.

Dampaknya, penetapan indikator makro tersebut memaksa kementerian lain untuk menyesuaikan diri, sehingga ruang fiskal yang dimiliki K/L untuk merancang program mandiri menjadi sangat terbatas.

Menurut analisisnya, program besar seperti MBG ditentukan terlebih dahulu porsinya, baru kemudian sisa anggaran dibagi untuk K/L lainnya. Alhasil, rencana kerja dan draf program tiap instansi seolah dipaksakan untuk melebur ke dalam agenda besar Presiden.

baca juga

Kondisi pengetatan di awal inilah yang memicu gejolak di kemudian hari. Ketika kementerian dituntut untuk merealisasikan program kerja secara ideal dan menyentuh target masyarakat pada tahun berjalan, mereka akhirnya draf terbentur keterbatasan dana dan terpaksa mengajukan usulan anggaran tambahan.

“Bahkan beberapa K/L terkesan nganggur karena tidak ada program yang dijalankan,” tambah Nailul, menyoroti risiko ketidakseimbangan dalam perencanaan fiskal yang membuat kementerian kehilangan ruang eksekusi mandat sektoral secara optimal.

Di sisi lain, proses politik di parlemen terus bergulir. DPR RI dilaporkan telah menyepakati sejumlah pagu indikatif K/L dalam tahapan awal pembahasan RAPBN 2027.

Sebagai contoh, Komisi VIII DPR RI telah memberikan lampu hijau terhadap pagu indikatif sekaligus usulan tambahan anggaran yang diajukan oleh para mitra kerjanya, termasuk Kementerian Agama, Kementerian Sosial, hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam rapat kerja di Senayan, Jakarta.

Sementara itu, Kementerian Keuangan sendiri telah menetapkan angka pagu indikatif internal tahun 2027 sebagai landasan penyusunan draf RAPBN secara makro.

Total anggaran yang dialokasikan untuk mendukung fungsi utama pengelolaan fiskal dan bendahara negara tersebut tercatat mencapai Rp49,8 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB

Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd

Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd

Your Say | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:45 WIB

Profil Glory, Tersangka Baru Korupsi MBG yang Punya Kedekatan dengan Eks Kepala BGN

Profil Glory, Tersangka Baru Korupsi MBG yang Punya Kedekatan dengan Eks Kepala BGN

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:33 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menghilangkan Noda Pelangi di Panci Stainless Steel?

Bagaimana Cara Menghilangkan Noda Pelangi di Panci Stainless Steel?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 15:15 WIB

Sinopsis Sekitou Elegy, Drama Romcom Terbaru Kurosaki Kodai dan Narumi Yui

Sinopsis Sekitou Elegy, Drama Romcom Terbaru Kurosaki Kodai dan Narumi Yui

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 15:15 WIB

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Hyundai Peringatkan Potensi Invasi Mobil Listrik China di Pasar Otomotif

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 15:10 WIB

Pabrik Tua Bikin Pupuk Makin Mahal, Pupuk Indonesia Tekor Rp9,99 Triliun

Pabrik Tua Bikin Pupuk Makin Mahal, Pupuk Indonesia Tekor Rp9,99 Triliun

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB

Perempuan yang Ditendang Pria di Mal Senayan City Alami Trauma Psikis

Perempuan yang Ditendang Pria di Mal Senayan City Alami Trauma Psikis

News | Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB

Tembus Rp12 Triliun, BRI Wujudkan Mimpi 83 Ribu Keluarga Punya Rumah Sendiri

Tembus Rp12 Triliun, BRI Wujudkan Mimpi 83 Ribu Keluarga Punya Rumah Sendiri

Bri | Senin, 21 September 2026 | 15:09 WIB

Penjualan Naik 1.000%, AMMN Ubah Rugi Jadi Laba USD428,83 Juta di Semester I-2026

Penjualan Naik 1.000%, AMMN Ubah Rugi Jadi Laba USD428,83 Juta di Semester I-2026

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:06 WIB

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini

News | Senin, 21 September 2026 | 15:05 WIB

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Sorotan, Program MBG Tuai Penolakan di Sejumlah Daerah

Rentetan Kasus Keracunan Jadi Sorotan, Program MBG Tuai Penolakan di Sejumlah Daerah

Video | Senin, 21 September 2026 | 15:04 WIB

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

×