Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Bella, Dea Hardiningsih Irianto

Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
Kuasa Hukum Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak (OTM) Muhamad Kerry Adrianto Riza, Heru Widodo di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • Kuasa hukum Kerry Riza memprotes penggunaan analisis LSM Siar Nusantara terkait kerugian negara dalam kasus korupsi tata kelola minyak.
  • PT DKI Jakarta memutuskan menambah beban uang pengganti kerugian negara menjadi Rp13,4 triliun bagi terdakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza.
  • Pihak Kerry menyatakan analisis Siar Nusantara tidak memiliki mandat konstitusional dan perhitungannya dianggap tidak akurat serta sangat tidak masuk akal.

Suara.com - Kuasa hukum Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak (OTM), Muhammad Kerry Adrianto Riza, Heru Widodo, mempersoalkan laporan hasil analisis kerugian perekonomian negara yang disusun oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Siar Nusantara.

Pasalnya, hasil analisis tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam putusan Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada tingkat banding dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang menjerat Kerry.

Dalam putusan banding, PT DKI Jakarta memperberat hukuman uang pengganti yang harus dibayarkan Kerry menjadi Rp13,4 triliun atau bertambah Rp10,5 triliun dari sebelumnya Rp2,9 triliun.

Heru menilai hasil analisis Siar Nusantara tidak memiliki kedudukan konstitusional sebagaimana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, Siar Nusantara tidak dibentuk berdasarkan UUD 1945 dan tidak memiliki mandat konstitusional untuk menghitung kerugian negara.

"Maka menurut kami, ya Siar ini enggak berwenang untuk menyatakan atau men-declare terjadi kerugian perekonomian negara. Tapi ini, ya, ketidakadilannya justru digunakan oleh majelis hakim banding untuk menetapkan adanya kerugian perekonomian negara," kata Heru di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).

Menurut Heru, penggunaan perhitungan Siar Nusantara sangat mencederai asas keadilan. Terlebih, kata dia, perhitungan kerugian perekonomian negara yang dilakukan Siar hanya berdasarkan perkiraan.

"Jadi, kami menegaskan ini menyangkut nasib seseorang. Rp 10,5 triliun itu besar apa kecil? Itu besar sekali. Total kerugian yang dikira-kira, ini kan kira-kira, Rp 171 triliun secara keseluruhan," tegas Heru.

Lebih lanjut, Heru juga menyebut perhitungan yang dilakukan Siar tidak pernah menyatakan adanya tanggung jawab Kerry sebesar Rp10,5 triliun. Sementara itu, nilai penyewaan kapal oleh Pertamina, menurutnya, tidak sampai Rp1 triliun.

“Sewa kapal saja enggak sampai Rp 1 T, nggak sampai segitu banyak. Kerugian perekonomian negara yang sangat tidak masuk akal. Karena inilah, kami tentu tidak akan pernah bisa menerima dengan pertimbangan seperti itu,” ucap Heru.

baca juga

Heru juga mempertanyakan laporan Siar Nusantara yang dinilainya hampir sama dengan hasil audit BPK. Menurutnya, laporan tersebut hanya mencakup periode 2018–2023, sementara periode sebelumnya tidak dimasukkan.

Selain itu, lanjut Heru, laporan Siar sebenarnya bertujuan untuk menganalisis dugaan pelanggaran hukum terhadap Permen ESDM Nomor 42 Tahun 2018 dan Permen ESDM Nomor 18 Tahun 2021. Namun, laporan tersebut justru digunakan dalam proses hukum terhadap Kerry.

"Ada batasannya, ternyata hasil analisisnya. Kok ini digunakan untuk kegiatan lain, untuk membebankan kewajiban untuk kegiatan lain? Ini sangat, sangat tidak masuk akal," tandas Heru.

Kuasa Hukum Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA. (Suara.com/Dea)
Kuasa Hukum Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA. (Suara.com/Dea)

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Muhammad Kerry Adrianto Riza dalam perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018–2023.

Putusan tersebut dibacakan Ketua Majelis Hakim Budi Susilo dalam sidang di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Majelis hakim menyatakan Kerry terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primer jaksa penuntut umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:34 WIB

Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?

Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:20 WIB

KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'

KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:00 WIB

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:30 WIB

Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC

Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:43 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:48 WIB

KPK Panggil Mantan Direksi PT Pelabuhan Penajam soal PPT ET

KPK Panggil Mantan Direksi PT Pelabuhan Penajam soal PPT ET

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:24 WIB

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Impor Minyak dari Rusia Telah Jalan, Tapi Bukan Pertamina Melainkan Lemigas

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:31 WIB

Status JC Ditolak, DPR Minta LPSK Tak Beri Perlindungan Sony Sanjaya

Status JC Ditolak, DPR Minta LPSK Tak Beri Perlindungan Sony Sanjaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:37 WIB

Terkini

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2.597.000/Gram

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:48 WIB

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

Apa Itu Diplomasi Panda Xi Jinping dan Donald Trump?

News | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Rupiah Semakin Anjlok Pagi Hari Ini ke Level Rp17.964

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:44 WIB

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Pertamax Turbo Mulai Menyasar Motor Premium, Ini Strategi Pertamina

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:41 WIB

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

24 Tahun Car Free Day, Laju Polusi Jakarta Masih Kronis

News | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera

Riau | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 09:40 WIB

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

Geledah Kanwil BPN Jatim, KPK Temukan Uang USD dan SGD

News | Senin, 28 September 2026 | 09:36 WIB

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 5 Polisi Diperiksa Propam

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Review 'Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?': Mengupas Pengorbanan Sunyi Seorang Ibu yang Bikin Dada Sesak

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 09:35 WIB

×