Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Galih Prasetyo

Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
Gelombang panas di Eropa (Reuters Climate Monitor)
baca 10 detik
  • Pejabat Prancis Audrey Pulvar mengkritik warga Amerika Serikat atas kontribusi emisi gas rumah kaca terhadap pemanasan global.
  • Gelombang panas ekstrem di Prancis sejak akhir Juni 2026 telah menyebabkan sedikitnya 1.300 kematian, terutama kelompok lansia.
  • Perubahan iklim menjadi penyebab utama fenomena suhu panas bersejarah yang melanda wilayah Eropa dengan intensitas sangat mematikan.

Suara.com - Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa memicu polemik baru setelah seorang pejabat Prancis menyalahkan warga Amerika Serikat dan penggunaan pendingin udara (AC) atas krisis tersebut.

Suhu yang menembus lebih dari 40 derajat Celsius dilaporkan telah menyebabkan sedikitnya 1.300 kematian berlebih di Prancis sejak akhir Juni 2026.

Wakil Wali Kota Paris untuk hubungan internasional, Audrey Pulvar, melontarkan kritik tajam kepada warga Amerika.

Ia menilai tingginya emisi gas rumah kaca dari AS, termasuk penggunaan AC secara masif, turut berkontribusi terhadap pemanasan global yang memicu gelombang panas.

“Sebagai salah satu penghasil emisi terbesar di dunia, Anda memikul tanggung jawab besar atas pemanasan global dan dampaknya yang kami rasakan di Prancis,” tulis Pulvar di media sosial.

Gelombang panas ekstrem melanda wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan Central Park, New York, mencatat suhu mendekati 38 derajat Celsius. [NY Post]
Gelombang panas ekstrem melanda wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan Central Park, New York, mencatat suhu mendekati 38 derajat Celsius. [NY Post]

Ia juga menegaskan bahwa kota-kota di Amerika yang hampir sepenuhnya bergantung pada AC tidak lepas dari masalah tersebut.

Pernyataan itu muncul setelah sejumlah turis Amerika mengejek minimnya fasilitas AC di Prancis saat suhu mencapai 104 derajat Fahrenheit.

Pulvar membalas kritik tersebut dengan meminta warga Amerika berhenti menggurui dan mulai bertindak.

Prancis sendiri dikenal relatif lambat dalam mengadopsi pendingin udara, dengan hanya sekitar 25 persen rumah tangga yang memilikinya.

baca juga

Faktor lingkungan, budaya, serta regulasi bangunan menjadi alasan utama rendahnya penggunaan AC di negara tersebut.

Namun, perubahan iklim yang semakin ekstrem mulai mengubah situasi.

Musim panas yang kian panas membuat kebutuhan akan pendingin udara meningkat, meski tetap menuai perdebatan terkait dampak lingkungannya.

Badan kesehatan publik Prancis melaporkan sebagian besar korban meninggal merupakan kelompok lanjut usia.

Otoritas setempat memperingatkan jumlah korban bisa terus bertambah seiring berlanjutnya suhu ekstrem.

Para ilmuwan menyebut gelombang panas kali ini sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah Eropa.

Laporan World Weather Attribution bahkan menegaskan bahwa fenomena ini hampir mustahil terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim.

Kondisi saat ini melampaui gelombang panas mematikan pada 2003 yang menewaskan sekitar 15.000 orang di Prancis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik

5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:05 WIB

Sorot Mata dan Gestur Badan Rayan Cherki Picu Spekulasi Keretakan di Timnas Prancis

Sorot Mata dan Gestur Badan Rayan Cherki Picu Spekulasi Keretakan di Timnas Prancis

Bola | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:38 WIB

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

Prancis Dilanda Kebakaran Hebat, Lahan 700 Hektare Terbakar saat Cuaca Ekstrem

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:15 WIB

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Terkini

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:10 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:58 WIB

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:50 WIB

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:36 WIB

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:55 WIB

×