Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 08 Juli 2026 | 14:55 WIB
Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?
Antara Foto/Yudi Manar

Suara.com - Dalam tiga dekade terakhir, banjir menjadi salah satu bencana paling merusak di dunia. Lebih dari 500.000 orang meninggal dan sekitar 2,8 miliar orang terdampak akibat banjir, mulai dari kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, hingga kerugian ekonomi yang sangat besar.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa selain perubahan iklim, penebangan hutan secara besar-besaran juga dapat meningkatkan risiko banjir secara signifikan.

Sebuah studi yang dipublikasikan dan dikutip dari The Conversation meneliti dampak penebangan hutan di British Columbia. Hasilnya menunjukkan bahwa hilangnya tutupan hutan membuat banjir besar terjadi jauh lebih sering.

Dalam beberapa wilayah yang diteliti, banjir yang sebelumnya diperkirakan terjadi sekali dalam 50 tahun dapat berubah menjadi sekali dalam tiga tahun setelah hutan ditebang secara luas.

Peneliti menjelaskan bahwa pohon berperan penting dalam menahan air hujan, menyerap air ke dalam tanah, serta memperlambat aliran air menuju sungai. Ketika tutupan hutan berkurang, air lebih cepat mengalir ke hilir sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir.

Mengapa hutan pegunungan sangat penting?

Risiko ini menjadi lebih besar di wilayah pegunungan yang memiliki salju musiman. Di daerah seperti British Columbia, banyak banjir dipicu oleh mencairnya salju.

Hutan membantu menjaga suhu permukaan tetap lebih rendah dan memperlambat proses pencairan. Jika hutan ditebang, salju mencair lebih cepat dan air mengalir dalam jumlah besar ke sungai dalam waktu singkat.

Temuan ini penting karena selama ini banyak laporan ilmiah menyebut penebangan hutan terutama meningkatkan banjir skala kecil hingga menengah. Namun penelitian terbaru menunjukkan dampaknya juga bisa terlihat pada banjir besar yang jarang terjadi.

baca juga

Temuan serupa di Colorado

Hasil yang sejalan juga ditemukan di Colorado. Ketika sekitar 40 persen wilayah hutan ditebang, frekuensi banjir meningkat tajam.

Banjir yang sebelumnya diperkirakan terjadi setiap 20 tahun berubah menjadi setiap dua tahun.

Artinya, perubahan penggunaan lahan dapat mengubah pola banjir secara drastis dalam waktu relatif singkat.

Bagaimana dengan perubahan iklim?

Penelitian ini juga menemukan hal yang cukup menarik. Di beberapa wilayah bersalju, perubahan iklim justru dapat mengurangi sebagian risiko banjir karena lapisan salju semakin menipis.

Namun peneliti menekankan bahwa hal tersebut tidak berarti ancaman banjir hilang. Penebangan hutan tetap menjadi faktor penting yang dapat memperbesar risiko, terutama jika dilakukan di lokasi yang sensitif. Menurut peneliti, kunci utama bukan semata-mata jumlah pohon yang ditebang, melainkan di mana penebangan dilakukan.

Penebangan di daerah tangkapan air, lereng pegunungan, atau wilayah yang berperan penting menahan aliran air dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar dibanding penebangan di lokasi lain.

Karena itu, sebelum izin penebangan diberikan, perlu ada penilaian risiko banjir yang dilakukan secara transparan oleh ahli yang independen.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim

Mengapa Banjir Pesisir kini Semakin Sering Terjadi? Penelitian Ungkap Imbas Krisis Iklim

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:09 WIB

Hamparan Eceng Gondok Selimuti Kali Blencong di Bekasi

Hamparan Eceng Gondok Selimuti Kali Blencong di Bekasi

Foto | Selasa, 07 Juli 2026 | 06:00 WIB

Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta

Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:25 WIB

Terkini

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:35 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×