Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik

Vania Rossa

Kamis, 09 Juli 2026 | 23:37 WIB
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn, Presiden ERIA Tetsuya Watanabe, dan Prof. Nobuhiro Aizawa. (Dok. ERIA)
baca 10 detik
  • Sekjen ASEAN Dr. Kao Kim Hourn menyerukan kawasan Indo-Pasifik yang terbuka dan inklusif di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
  • ERIA meluncurkan seri kuliah AOIP untuk memperkuat perspektif Asia Tenggara dalam dialog kebijakan terkait stabilitas kawasan regional.
  • Negara di kawasan didorong memperkuat kolaborasi infrastruktur dan ekonomi demi menghadapi tantangan geopolitik serta menjaga ketahanan bersama.

Suara.com - Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, menyerukan pentingnya menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap terbuka, inklusif, dan berbasis aturan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global. Menurutnya, negara-negara di kawasan tidak seharusnya terjebak dalam persaingan antar kekuatan besar, melainkan memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kuliah Perdana ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series yang diselenggarakan oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) melalui ERIA School of Government (SoG) di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini menjadi peluncuran resmi ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series, forum yang bertujuan memperkuat dialog mengenai perkembangan kawasan Indo-Pasifik dari perspektif ASEAN.

Dalam pidato utamanya, Dr. Kao menegaskan bahwa ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) menawarkan pendekatan yang mengedepankan keterbukaan, inklusivitas, serta penghormatan terhadap aturan internasional.

"Pendekatan tersebut tercermin dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), yang menawarkan kerangka kerja sama yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan," ujar Dr. Kao.

Ia menilai, di tengah meningkatnya persaingan geopolitik, fragmentasi ekonomi global, hingga tantangan terhadap rantai pasok maritim, negara-negara di kawasan perlu memperkuat kolaborasi nyata.

Menurutnya, kerja sama dalam bidang infrastruktur berkelanjutan, transformasi digital, serta keamanan ekonomi menjadi kunci untuk menjaga ketahanan kawasan Indo-Pasifik.

Dr. Kao juga mengungkapkan bahwa ASEAN dan Jepang telah menyelesaikan sekitar 81 persen agenda aksi dalam Rencana Implementasi bersama mereka. Capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai inisiatif kerja sama dapat saling melengkapi dan memberikan manfaat bagi seluruh kawasan.

Sementara itu, Dekan sekaligus Managing Director ERIA School of Government, Prof. Nobuhiro Aizawa, mengatakan Indo-Pasifik selama ini menikmati stabilitas yang harus terus dijaga melalui dialog dan kerja sama yang inklusif.

baca juga

"Kawasan Indo-Pasifik selama ini menikmati perdamaian dan stabilitas. Karena itu, sudah saatnya kita memperkuat norma dan pendekatan yang telah dibangun bersama oleh negara-negara di kawasan ini, sambil terus menjaga stabilitas dan ketahanan kawasan," kata Aizawa.

Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, menilai peluncuran seri kuliah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat Sentralitas ASEAN di tengah perubahan tatanan global.

Menurutnya, melalui ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series, ERIA ingin memperkuat perspektif Asia Tenggara dalam diskusi regional maupun global.

"Melalui ERIA–ASEAN AOIP Lecture Series yang digagas oleh Sekretaris Jenderal ASEAN Dr. Kao Kim Hourn, ERIA ingin memperkuat perspektif Asia Tenggara dalam diskusi kawasan dan global. Kami berharap rangkaian kuliah ini dapat memperkuat peran ASEAN dalam mendorong dialog, kerja sama, dan keterlibatan yang inklusif di Indo-Pasifik," ujar Watanabe.

Usai kuliah perdana, kegiatan dilanjutkan dengan Simposium Khusus ERIA–JIIA FOIP–AOIP yang digelar bersama Japan Institute of International Affairs (JIIA) untuk memperingati satu dekade konsep Free and Open Indo-Pacific (FOIP).

Simposium tersebut mempertemukan para pembuat kebijakan dan pakar guna membahas bagaimana AOIP dan FOIP dapat saling melengkapi dalam mendukung perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.

Acara ini dihadiri para duta besar, perwakilan diplomatik negara-negara mitra Indo-Pasifik, pemangku kepentingan ASEAN, hingga akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Melalui rangkaian kuliah tersebut, ERIA berharap dapat memperkuat dialog kebijakan berbasis riset sekaligus mendorong kerja sama yang lebih erat dalam menghadapi berbagai tantangan kawasan di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Buka Suara! FIFA Belum Beri Kepastian Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Buka Suara! FIFA Belum Beri Kepastian Indonesia Jadi Host FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:58 WIB

Prediksi 23 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kombinasi Senior dan Darah Muda

Prediksi 23 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kombinasi Senior dan Darah Muda

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:00 WIB

Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme

Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme

Bola | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:59 WIB

Terkini

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50 WIB

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 21:06 WIB

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:49 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:36 WIB

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:29 WIB

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:08 WIB

Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!

Ke Mana Febrie Adriansyah Setelah Penggeledahan Besar-besaran? Kejagung: Jangan Tanya Saya!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:03 WIB

Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50

Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:59 WIB

Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan

Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:51 WIB

×