- Jusuf Kalla menghadiri pemakaman Rachmat Gobel di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat, 10 Juli 2026.
- Almarhum dikenal sebagai sosok pengusaha sekaligus politisi yang memiliki sifat ramah, supel, dan mudah merangkul semua kalangan.
- JK menilai Rachmat Gobel sebagai putra bangsa terbaik yang memiliki etos kerja disiplin serta berwawasan sangat luas.
Suara.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), turut hadir memberikan penghormatan terakhir dalam prosesi pemakaman almarhum Anggota DPR RI fraksi NasDem yang juga Bos PT Panasonic, Rachmat Gobel di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026).
Usai prosesi pemakaman, JK mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki kedekatan personal dengannya, terutama karena kemiripan latar belakang karier mereka yang bergerak di dunia bisnis sekaligus politik.
"Pak Rachmat ini orang yang sangat baik, ramah. Dengan background sebagai pengusaha juga, sebagai politisi, hampir sama dengan saya; politisi pengusaha atau pengusaha politisi," ujar JK.
Lebih lanjut, JK menyampaikan, bahwa Rachmat Gobel adalah figur yang sangat berjasa bagi bangsa.
Ia menilai, almarhum sebagai pribadi yang supel, mampu merangkul semua kalangan, serta memiliki pemahaman yang mendalam terhadap berbagai persoalan.
"Beliau berteman dengan semua orang dan memahami masalah. Sangat ramah, itu ciri khas beliau," kenangnya.
![Prajurit TNI bersama keluarga mengusung keranda jenazah anggota DPR Rachmat Gobel di Jakarta, Jumat (10/7/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/10/63724-rachmat-gobel-meninggal-dunia.jpg)
Selain kepribadiannya yang hangat, JK juga memberikan catatan khusus mengenai kedisiplinan dan etos kerja almarhum.
Menurut JK, Rachmat Gobel dikenal sebagai sosok yang sangat menghargai waktu dan memiliki wawasan luas berkat latar belakang pendidikannya di luar negeri.
"Beliau selalu rajin dan tepat waktu untuk menghadiri acara-acara. Di samping itu, tentu pengetahuannya cukup baik karena beliau lama bersekolah di luar negeri," kata JK.
JK kembali menegaskan bahwa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya yang dikenal baik oleh semua orang.
"Ya begitulah itu Pak Rachmat ini, almarhum. Ya, orang yang sangat baik," pungkasnya.