- Presiden Prabowo Subianto meminta aparatur negara introspeksi diri dalam melayani masyarakat saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat.
- Pemerintah berkomitmen memberantas korupsi dan praktik penipuan sesuai aspirasi rakyat tanpa memandang status sosial maupun tingkat kekayaan pelaku.
- Seluruh pejabat birokrasi, TNI, Polri, dan kejaksaan diwajibkan memperbaiki kinerja karena jabatan mereka adalah amanah dari seluruh rakyat.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh aparatur negara agar melakukan introspeksi dan memperbaiki kinerja dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Ia menegaskan pemerintah tidak boleh mengabaikan aspirasi rakyat, terutama terkait pemberantasan korupsi dan praktik penipuan.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat. Acara tersebut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
"Kepada aparat negara, kepada petugas-petugas negara yang ada di pemerintahan, yang ada di birokrasi, di setiap kementerian, di setiap lembaga marilah kita bersama-sama benahi diri, perbaiki diri," kata Prabowo.
Presiden menegaskan dirinya tidak ingin memperdebatkan masa lalu. Namun, ia meminta seluruh jajaran pemerintahan untuk membenahi diri dan tidak bertentangan dengan keinginan masyarakat.
"Saya tidak mau lihat ke belakang, tapi saya mohon perbaiki diri, mawas diri, jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan, rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan," katanya dengan tegas.
Prabowo juga secara khusus meminta para birokrat, pejabat TNI, Polri, hingga kejaksaan untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas mereka. Menurutnya, seluruh aparatur negara harus menyadari bahwa jabatan dan fasilitas yang mereka gunakan berasal dari rakyat.

"Saya minta kita introspeksi terutama para birokrat. Ini banyak birokrat di sini yang saya lihat ya. Birokrat introspeksi, kita semua introspeksi. Pejabat-pejabat militer dan polisi introspeksi," kata Prabowo.
Ia kemudian mengingatkan bahwa setiap simbol jabatan yang dikenakan aparat negara merupakan amanah dari masyarakat.
"Saudara adalah milik rakyat, bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya? Pakai bintang juga loh. Kau juga milik rakyat," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung tantangan yang dihadapi pemerintah di tengah berbagai capaian yang telah diraih dalam waktu singkat. Menurutnya, salah satu tantangan datang dari pihak-pihak yang berupaya menghambat pemberantasan korupsi.
Meski demikian, Presiden menegaskan proses penegakan hukum harus tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan diterapkan kepada siapa pun tanpa memandang status maupun kekayaan.
"Kadang-kadang saya itu hadapi maling-maling koruptor itu rasanya itu, tapi harus sesuai prosedur hukum. Ya kita laksanakan, kita akan tegakkan hukum, dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja, bukan hanya untuk orang kaya saja," ujar Prabowo.