KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:47 WIB
KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri
Bupati Sukoharjo Etik Suryani (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (11/7/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
baca 10 detik
  • KPK menduga terjadi praktik korupsi pemerasan lintas rezim di Pemerintah Kabupaten Sukoharjo oleh Bupati Etik Suryani.
  • Praktik tersebut diduga melanjutkan pola setoran dari masa kepemimpinan Bupati sebelumnya, yakni Wardoyo Wijaya, di Sukoharjo.
  • Penyidik KPK terus mendalami keterlibatan berbagai pihak termasuk mantan Bupati untuk melengkapi fakta hukum kasus tersebut.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga praktik korupsi berupa pemerasan di Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berlangsung lintas rezim.

Lembaga antirasuah itu menilai pola setoran yang kini menjerat Bupati Sukoharjo Etik Suryani (ETS) diduga merupakan kelanjutan dari masa kepemimpinan suaminya, Wardoyo Wijaya, yang menjabat sebagai bupati selama dua periode sebelum Etik memimpin daerah tersebut.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengatakan penyidik masih mendalami keterlibatan Wardoyo Wijaya dalam perkara tersebut.

"Namun sebagai informasi bahwa saat ini kondisi kesehatan dari suaminya saudari E (Etik) ini mengalami ya, sedang sakit. Tapi tentunya kita tetap ya akan meminta keterangan apabila nanti hasil dari pengecekan medis memungkinkan untuk kita meminta keterangan yang bersangkutan," kata Asep saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Ia memastikan akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang disinyalir terlibat dalam kasus ini.

"Tetapi pada prinsipnya ya, siapapun yang terlibat di dalam peristiwa tindak pidana korupsi ini, tentu akan kita minta keterangannya. Karena tentunya ini akan melengkapi cerita atau yang sedang kita bangun terkait dengan bagaimana proses hal tersebut terjadi," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengatakan dugaan praktik korupsi lintas rezim itu tidak hanya didasarkan pada keterangan saksi.

Namun tercermin pula dari pola perintah serupa yang digunakan dalam dua masa kepemimpinan. Salah satunya melalui penggunaan istilah "padakno karo bapak" atau 'samakan dengan bapak' oleh ETS kepada anak buahnya.

"Jadi ada bahasa-bahasa 'padakno karo bapak.' Nah seperti itu. Itu memang itu ada fakta ini lintas rezim," ujar Taufik.

baca juga

Menurut Taufik, temuan tersebut menunjukkan bahwa perbuatan yang dilakukan tersangka bukan merupakan praktik baru. Melainkan diduga mengikuti pola yang telah berjalan pada periode kepala daerah sebelumnya.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. (Solopos)
Eks Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. (Solopos)

"Jadi memang ini perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh tersangka bukan hal yang baru, tapi mengikuti periode sebelumnya," ungkapnya.

Meski demikian, penyidik masih akan mendalami sejauh mana keterlibatan pihak-pihak lain dalam pengembangan perkara.

KPK sejauh ini juga belum menyimpulkan apakah barang bukti yang ditemukan dalam operasi tangkap tangan turut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pada periode sebelumnya. Penyidik masih akan menelusuri asal-usul barang bukti dan kemungkinan keterkaitannya dengan praktik yang diduga berlangsung lintas rezim.

"Apakah BB yang ditemukan itu juga terkait dengan barang bukti di periode sebelumnya? Nah itu nanti juga menjadi bagian yang akan didalami," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:34 WIB

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:31 WIB

Menormalisasi Korupsi: Saat Angka Miliaran Tak Lagi Mengguncang Nurani

Menormalisasi Korupsi: Saat Angka Miliaran Tak Lagi Mengguncang Nurani

Your Say | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:30 WIB

Polisi Pamer Emas 74 Kg & Valas Rp476 M Hasil Penggeledahan

Polisi Pamer Emas 74 Kg & Valas Rp476 M Hasil Penggeledahan

Foto | Sabtu, 11 Juli 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×