Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:20 WIB
Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Pertempuran sengit antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak global sebesar 8.92 persen.

  • Harga minyak mentah jenis Brent melesat hingga mencapai angka 82.79 dolar AS per barel.

  • CENTCOM mengerahkan pasukan untuk menegakkan blokade total terhadap pelabuhan dan pesisir pantai Iran.

Suara.com - Harga minyak dunia meroket hampir 9 persen menyusul eskalasi pertempuran yang kian sengit antara militer Amerika Serikat dan Iran. Lonjakan ini dipicu oleh kecemasan pasar terhadap terganggunya jalur pasokan energi internasional di kawasan Timur Tengah.

Minyak mentah Brent langsung merangkak naik tiga persen di atas perdagangan pekan lalu pada awal Senin. Angka tersebut melesat hingga 8.92 persen pada penutupan perdagangan dan menyentuh level 82.79 dolar AS per barel.

Sementara itu Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memastikan pasukannya bakal turun penuh mengawal blokade baru ini. Dikutip dari Al Jazeera, langkah pengetatan maritim tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Kamis pukul 20.00 GMT.

Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].

Pihak militer Washington menegaskan tidak akan menoleransi aktivitas pelayaran yang melintasi zona terlarang. Armada tempur laut disiagakan guna menutup ruang gerak komoditas ekspor dan impor Teheran.

“Pasukan CENTCOM akan menegakkan blokade terhadap kapal-kapal yang transit menuju atau dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran,” tulis CENTCOM dalam pernyataan resmi di media sosial.

Kendati demikian, Amerika Serikat mengeklaim tidak berniat mengganggu aktivitas pelayaran komersial lainnya yang legal. Akses perairan internasional di sekitarnya dipastikan tetap terbuka di bawah pengawasan ketat.

“Militer AS terus mendukung kelancaran arus lalu lintas melalui perairan regional bagi semua kapal yang tidak melanggar blokade,” lanjut pernyataan resmi dari pihak CENTCOM.

Kebijakan sepihak ini merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang pernah diterapkan beberapa bulan lalu. Washington mengklaim telah mengantongi hasil signifikan dari operasi pemblokiran jalur laut fase pertama.

“Dimulainya kembali blokade AS terhadap Iran mengikuti implementasi awal dari 13 April hingga 18 Juni. Pasukan CENTCOM mengalihkan lebih dari 140 kapal yang patuh, melumpuhkan sembilan kapal yang tidak patuh, dan mengizinkan lebih dari 50 kapal komersial yang mendukung bantuan kemanusiaan untuk melewati blokade selama periode dua cloud tersebut.” jelas pihak militer.

baca juga

Langkah agresif ini diprediksi bakal terus menekan urat nadi perekonomian Iran yang bergantung pada ekspor minyak. Di sisi lain, dunia kini bersiap menghadapi dampak lanjutan dari ketidakstabilan harga energi global yang kian memanas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Militer Yordania Menembak Jatuh 4 Rudal Iran yang Terobos Masuk Wilayah Udara Mereka

Militer Yordania Menembak Jatuh 4 Rudal Iran yang Terobos Masuk Wilayah Udara Mereka

News | Senin, 13 Juli 2026 | 12:50 WIB

Iran Ngamuk Lagi, Kuwait Dibombardir Hancurkan Tanki Bahan Bakar Militer AS

Iran Ngamuk Lagi, Kuwait Dibombardir Hancurkan Tanki Bahan Bakar Militer AS

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:46 WIB

Terkini

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

×