-
Ledakan misterius mengguncang wilayah Bandar Abbas dan mengaktifkan sistem pertahanan udara Iran.
-
Militer Amerika Serikat menargetkan fasilitas pemeliharaan kapal selam di Selat Hormuz.
-
Warga di Chabahar dan Konarak turut melaporkan enam dentuman keras yang belum diketahui penyebabnya.
Suara.com - Rentetan ledakan besar kembali mengguncang kawasan strategis Selat Hormuz di wilayah timur Bandar Abbas, Iran. Otoritas pertahanan udara setempat langsung aktif siaga menyusul serangan udara beruntun dari militer Amerika Serikat.
Gempuran masif ini menandai eskalasi baru ketegangan bersenjata yang menyasar langsung jantung pertahanan maritim Teheran. Fasilitas vital militer milik negara para mullah tersebut kini dilaporkan dalam kondisi darurat.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengonfirmasi terjadinya rangkaian dentuman keras baru yang memicu kepanikan di wilayah pesisir tersebut. Namun, penyebab pasti dari titik ledakan terbaru itu hingga kini masih misterius.
![Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran dengan menargetkan sebuah lokasi militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di dekat Selat Hormuz. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/28/53634-as-serang-bandar-abbas-iran.jpg)
Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) menyatakan, pihaknya telah menggempur fasilitas pemeliharaan kapal selam dan kapal perang di Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas. Dikutip Al Jazeera, operasi ofensif ini sengaja membidik titik-titik kekuatan taktis Iran di sepanjang selat paling krusial di dunia.
Kantor berita Tasnim menambahkan situasi di lapangan kian mencekam setelah sistem artileri udara mendadak menyalak. Warga setempat menyaksikan kilatan cahaya di langit malam seiring dengan aktifnya radar pertahanan rudal.
Gelombang serangan udara Pentagon tidak hanya melumpuhkan Bandar Abbas yang menjadi pusat komando kelautan. Jet tempur Amerika Serikat juga menyasar Pulau Qeshm dan wilayah Hajjiabad di Provinsi Hormozgan bagian selatan.
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum merilis total kerugian materi maupun korban jiwa akibat agresi udara tersebut. Area pangkalan militer yang terdampak langsung ditutup rapat oleh pasukan keamanan.
Efek getaran dari konflik ini bahkan menjalar hingga ke luar wilayah Provinsi Hormozgan. Kepanikan massa dilaporkan meluas sampai ke area perbatasan luar zona target utama.
Warga yang bermukim di kota Chabahar dan Konarak secara mengejutkan melaporkan adanya enam ledakan terpisah. Lokasi serta pemicu dari dentuman di Provinsi Sistan dan Baluchestan itu masih belum bisa dipastikan oleh otoritas setempat.
Ketegangan di jalur logistik minyak global ini terus membara seiring meningkatnya aktivitas militer asing. Bandar Abbas memegang peranan sangat vital karena menjadi markas utama armada laut Iran.
AS CENTCOM menuduh pangkalan tersebut aktif menyokong operasi yang mengancam pelayaran internasional di Selat Hormuz. Oleh karena itu, Amerika Serikat terus meningkatkan intensitas serangan guna mengikis kemampuan maritim sekutu Teheran.
Rentetan ledakan terbaru ini diprediksi akan mengubah peta konfrontasi terbuka di kawasan Timur Tengah. Jalur perdagangan internasional kini berada dalam ancaman penghentian operasional akibat konflik bersenjata yang terus meluas.