Donald Trump Bandingkan Kondisi Perang Amerika Serikat dengan Vietnam dan Iran, Apa Katanya?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 Juli 2026 | 07:41 WIB
Donald Trump Bandingkan Kondisi Perang Amerika Serikat dengan Vietnam dan Iran, Apa Katanya?
Jetpacks militer AS di Perang Vietnam. [Gizmodo/Bell Aerosystems].
baca 10 detik
  • Donald Trump mengategorikan pemboman terbaru Amerika Serikat ke Iran sebagai bentrokan militer biasa.

  • Target awal operasi empat hingga enam minggu kini telah terlampaui menjadi empat bulan.

  • Proses negosiasi damai mengalami kebuntuan karena pihak Iran meminta pembahasan lebih lanjut.

Suara.com - Presiden Donald Trump menegaskan kampanye pemboman terbaru Amerika Serikat terhadap Iran hanya sebuah bentrokan militer biasa. Langkah ini diambil di tengah ketidakpastian mengenai durasi pasti dari operasi bersenjata tersebut.

Kebijakan ini memicu sorotan tajam karena tidak adanya kejelasan kapan ketegangan bersenjata akan berakhir. Kubu Washington kini terus melanjutkan tekanan udara demi melemahkan kekuatan pertahanan teheran.

"Kita harus melakukan apa yang sedang kita lakukan," kata Trump saat merespons pertanyaan wartawan.

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]

"Kita telah memangkas kemampuan mereka secara sangat substansial, tetapi mereka akan bertempur untuk beberapa waktu."

Gedung Putih terus meremehkan sifat terbuka dari perang yang kini sedang berlangsung ini. Padahal durasi pertempuran tersebut telah melampaui target awal yang direncanakan oleh pemerintah.

Awalnya administrasi pemerintahan memproyeksikan operasi tempur ini hanya memakan waktu empat hingga enam minggu. Kendati demikian, realita di lapangan menunjukkan dinamika yang jauh berbeda dari perkiraan awal.

Trump mencoba membandingkan keterlibatan militer saat ini dengan konflik historis masa lalu. Ia menilai pencapaian pasukannya sudah sangat besar dalam hitungan bulan yang singkat.

"Kita berada di Vietnam selama 19 years. Kita berada di sini selama empat bulan, jadi menurut saya kita telah berbuat banyak," ujarnya.

Pihak eksekutif tidak menjabarkan strategi terperinci guna mengakhiri konfrontasi bersenjata ini secara permanen. Pemimpin AS tersebut justru bersikeras bahwa jalan negosiasi dengan rezim Iran tetap terbuka.

baca juga

Kendati demikian, prospek kesepakatan damai dalam waktu dekat tampaknya masih sangat sulit terwujud. Hambatan komunikasi politik antara kedua belah pihak menjadi pemicu utama kebuntuan ini.

"Anda harus mendapatkan orang-orang yang ingin membuat sesuatu," tutur Trump menjabarkan kondisi dialog.

"Kita memiliki kesepakatan dengan mereka dua hari lalu, dan kemudian mereka berkata, 'Oh, kita tidak bisa membuat kesepakatan itu. Kita harus menegosiasikannya lebih jauh.'"

Konteks ketegangan ini berakar dari pembaharuan serangan udara berkala yang dilakukan militer Amerika Serikat. Konflik ini berkembang menjadi ujian diplomatik baru yang menguji stabilitas kawasan Timur Tengah.

Perang Vietnam (1955–1975) adalah konflik Perang Dingin antara Vietnam Utara (didukung Uni Soviet dan Tiongkok) melawan Vietnam Selatan (didukung Amerika Serikat).

AS akhirnya menarik diri pada 1973 akibat tekanan publik, berujung pada bersatunya Vietnam di bawah komunisme pada 1975.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:28 WIB

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:13 WIB

Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas

Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:11 WIB

Terkini

45 Orang Hilang di Lokasi Kebakaran Maut Bar Bangkok

45 Orang Hilang di Lokasi Kebakaran Maut Bar Bangkok

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:29 WIB

Raksasa Mobil Ini Mau PHK 100 Ribu Pekerja: Kami Mau Lebi Efisien dan Kurangi Biaya

Raksasa Mobil Ini Mau PHK 100 Ribu Pekerja: Kami Mau Lebi Efisien dan Kurangi Biaya

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:21 WIB

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:13 WIB

Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas

Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:11 WIB

Amerika Serikat Kembali Blokir Selat Hormuz, Pasang Tarif Lintas 20 Persen

Amerika Serikat Kembali Blokir Selat Hormuz, Pasang Tarif Lintas 20 Persen

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:03 WIB

Mojtaba Khamenei: Kami Janji Balas Darah Ali Khamenei yang Mati Syahid

Mojtaba Khamenei: Kami Janji Balas Darah Ali Khamenei yang Mati Syahid

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:54 WIB

Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz

Pangkalan Laut Iran Hancur Diterjang Rentetan Ledakan di Kawasan Selat Hormuz

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:44 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi

Harga Minyak Dunia Makin Menggila Usai Amerika Serikat dan Iran Perang Lagi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:20 WIB

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

×