Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:52 WIB
Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung
Rudal Iran (Tasnimnews)
baca 10 detik
  • Iran meluncurkan serangan drone dan rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain.

  • Amerika Serikat membalas dengan menggempur kota pelabuhan dan pulau-pulau strategis di Iran.

  • Blokade maritim resmi diberlakukan kembali hingga memicu lonjakan harga minyak dunia sembilan persen.

Suara.com - Ketegangan bersenjata di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah gelombang serangan udara menghantam beberapa wilayah strategis. Situasi darurat ini memaksa pemerintah setempat mengaktifkan sistem peringatan dini guna mengevakuasi warga sipil secara massal.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain segera mengeluarkan maklumat resmi melalui platform media sosial X tak lama setelah serangan bermula.

"Sirene telah dibunyikan .. Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," tegas Kementerian Dalam Negeri Bahrain.

Iran menggempur 18 pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menggunakan armada drone. (Anadolu)
Iran menggempur 18 pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain menggunakan armada drone. (Anadolu)

Peringatan bahaya tersebut merupakan bunyi sirene kedua yang meraung-raung dalam kurun waktu 2 jam terakhir. Suasana mencekam dilaporkan melanda pusat kota seiring meningkatnya intensitas serangan di udara.

Pihak militer Teheran menyatakan bertanggung jawab penuh atas operasi ofensif berskala besar yang menggunakan kombinasi drone dan rudal balistik ini. Mereka mengklaim telah melumpuhkan infrastruktur vital milik koalisi barat di wilayah tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengumumkan bahwa serangan tersebut telah "menargetkan dan menghancurkan beberapa gudang pendukung senjata, pusat komunikasi satelit, dan bangunan yang menampung pasukan AS di pangkalan Juffair Bahrain".

Kendati demikian, klaim sepihak mengenai kehancuran total fasilitas militer tersebut kerap kali muncul tanpa disertai bukti otentik di lapangan. Pihak Pentagon sendiri belum memberikan rincian resmi terkait dampak kerusakan fisik di Pangkalan Juffair.

Komando Pusat Amerika Serikat langsung mengambil tindakan tegas dengan meluncurkan serangan balasan udara malam ketiga ke wilayah teritorial Iran. Ledakan dahsyat dilaporkan mengguncang kota pelabuhan Bandar Abbas serta beberapa pulau strategis di sekitarnya.

Media lokal setempat mengonfirmasi dentuman keras terdengar jelas di Pulau Kish, Qeshm, dan Abu Musa. Operasi militer ini menandai eskalasi pertempuran terbuka yang semakin meluas di koridor maritim.

baca juga

Presiden Donald Trump juga telah mengirimkan notifikasi resmi kepada Kongres terkait dibukanya kembali opsi konfrontasi fisik tersebut. Gedung Putih menegaskan bahwa aksi militer terbatas kini resmi dilanjutkan di wilayah Iran.

Di sisi lain, Teheran membalas dengan menargetkan armada maritim milik sekutu regional Amerika Serikat di jalur perdagangan internasional. Dua kapal supertanker dilaporkan lumpuh total setelah terkena hantaman proyektil jarak jauh.

Otoritas Uni Emirat Arab membenarkan bahwa rudal Iran telah menghantam 2 kapal tanker mereka di perairan Oman. Insiden fatal yang terjadi di Selat Hormuz tersebut merenggut nyawa seorang awak kapal.

Merespons situasi keamanan laut yang memburuk, Komando Pusat Amerika Serikat langsung mengambil keputusan drastis untuk mengamankan jalur pasokan energi global. Blokade maritim penuh akan kembali diterapkan pada seluruh kapal yang keluar-masuk dari pelabuhan Iran.

Kebijakan pembatasan pelayaran yang ketat ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Selasa sore waktu setempat. Langkah ini diambil untuk memutus rantai logistik militer musuh.

Pengumuman blokade ekonomi dan militer tersebut langsung memicu kepanikan luar biasa di lantai bursa komoditas internasional. Harga minyak mentah dunia seketika melonjak tajam hingga menembus angka di atas 9 persen.

Sementara itu, stabilitas keamanan di wilayah selatan Semenanjung Arab ikut memburuk dalam waktu yang hampir bersamaan. Hubungan gencatan senjata yang sempat berlangsung damai kini dipastikan telah berakhir sepenuhnya.

Pemerintah Arab Saudi dan milisi Houthi Yaman yang didukung Iran kembali terlibat aksi saling serang menggunakan senjata berat. Kondisi ini membuat konflik geopolitik di Timur Tengah semakin rumit dan sulit diprediksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel

AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:47 WIB

Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal

Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Janji Bikin Iran Menderita: Kami Pukul Mereka dengan Sangat Keras

Donald Trump Janji Bikin Iran Menderita: Kami Pukul Mereka dengan Sangat Keras

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Jeritan Hati Ibu Korban Pencabulan di Palmerah: 4 Bulan Lapor Polisi, Pelaku Belum Juga Ditangkap

Jeritan Hati Ibu Korban Pencabulan di Palmerah: 4 Bulan Lapor Polisi, Pelaku Belum Juga Ditangkap

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:20 WIB

6 Cara Memilih Helm Motor yang Sesuai dengan Standar Keselamatan SNI

6 Cara Memilih Helm Motor yang Sesuai dengan Standar Keselamatan SNI

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 12:20 WIB

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Investor Tolak Mentah-mentah Usulan Restrukturisasi Utang Rp2,3 T Adhi Karya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:16 WIB

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

BEM FST USN Kolaka Soroti Persoalan Banjir Lamedai-Dugaan Kekerasan Terhadap Massa Aksi

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:15 WIB

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Kemenpora, BRI Dukung Ekosistem Olahraga Nasional

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 12:09 WIB

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:06 WIB

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

Kalbar | Rabu, 16 September 2026 | 12:05 WIB

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:04 WIB

×