Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 Juli 2026 | 11:59 WIB
Amerika Serikat Mau Hentikan Bantuan Rp 59,63 Triliun ke Israel
Ilustrasi tentara Israel di Gaza. [Ist]
baca 10 detik
  • Gelombang politisi Demokrat di parlemen Amerika Serikat menolak dana bantuan militer untuk Israel.

  • Amandemen diajukan untuk memblokir anggaran pertahanan senilai 3,3 miliar dolar AS secara total.

  • Penolakan dipicu oleh krisis kemanusiaan di Gaza dan insiden penahanan warga Amerika Serikat.

Suara.com - Dukungan untuk memangkas pasokan dana segar bagi militer Israel kini semakin menguat di internal Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat. Sejumlah politisi dari Partai Demokrat secara terbuka menyatakan komitmennya untuk menghentikan aliran dana perang tersebut.

Langkah ini dipicu oleh keprihatinan mendalam terhadap eskalasi kekerasan yang terus memakan korban jiwa di Timur Tengah. Penggunaan uang pajak warga Amerika Serikat untuk membiayai konflik bersenjata kini menjadi sorotan utama di Washington.

Upaya nyata ini diwujudkan melalui pengajuan amandemen kebijakan yang menargetkan pembekuan total anggaran pertahanan asing. Nilai dana bantuan yang terancam diblokir oleh parlemen tersebut mencapai 3,3 miliar dolar AS (Rp 59,63 triliun).

Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]
Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]

Greg Casar, legislator yang memimpin kelompok progresif Demokrat di House of Representatives, menjadi salah satu figur utama di balik gerakan ini. Ia menyuarakan penolakan keras melalui pernyataan resmi di media sosial miliknya.

“Sudah lewat waktunya bagi kita untuk mengakhiri bantuan yang digunakan untuk melakukan genosida di Gaza, membunuh orang-orang tidak bersalah di Lebanon dan sekitarnya, dan membantu menyeret kita ke dalam perang dengan Iran,” ujar Casar.

Tekanan politik terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat ini diperkirakan akan terus membesar dalam beberapa waktu ke depan. Sikap keras juga ditunjukkan oleh perwakilan Demokrat lainnya yang memiliki pengalaman buruk langsung di lapangan.

Ro Khanna menjadi nama berikutnya yang menyatakan siap memberikan suara guna meloloskan amandemen pemotongan dana tersebut. Ia belum lama ini sempat ditahan oleh kelompok pemukim ilegal Israel saat mengunjungi wilayah pendudukan Tepi Barat.

Pengalaman personal tersebut memperkuat posisinya untuk menentang pemberian insentif finansial kepada otoritas sekutu mereka. Khanna menilai kebijakan anggaran saat ini sudah mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan merugikan warga negaranya sendiri.

“Saya tidak bisa memilih bantuan untuk negara yang melakukan genosida dan telah menggunakan uang pajak untuk menahan warga Amerika seperti saya,” tegas Khanna.

baca juga

Aksi boikot anggaran ini mencerminkan keretakan yang semakin dalam di tubuh pemerintahan Amerika Serikat terkait isu Timur Tengah. Selama ini, Washington bertindak sebagai penyokong dana dan aliansi militer paling dominan bagi Tel Aviv.

Perdebatan mengenai efektivitas serta dampak moral dari bantuan militer asing ini terus menggelinding di Capitol Hill. Pergeseran peta politik di internal Demokrat memperlihatkan adanya tuntutan nyata bagi perubahan arah kebijakan luar negeri.

Amandemen pemotongan anggaran ini menjadi ujian krusial bagi kelanjutan dominasi bantuan persenjataan dari Amerika Serikat. Proses legislasi diprediksi akan berjalan ketat karena menghadapi resistensi dari kelompok pendukung setia kebijakan konvensional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 08:02 WIB

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:47 WIB

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 07:39 WIB

Terkini

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

Babak Baru Kasus Nadiem Makarim, Sidang Banding Akan Digelar Awal Agustus

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:45 WIB

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

Usai Diambil Alih, Kawasan Hotel Sultan Akan Disulap Jadi Sumber Baru Pemasukan Negara

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:43 WIB

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

Dituding Penjahat Perang, Amerika Diadukan ke PBB Usai Serang Warga Sipil di Iran Selatan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:39 WIB

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:30 WIB

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:24 WIB

32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud

32 Tahun Jadi Guru, Mimpi Isayas Tigi Lihat Sekolah Gratis di Papua Tengah Akhirnya Terwujud

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:22 WIB

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:01 WIB

Surat Calon Jampidsus Beredar, Komjak Malah Pertanyakan Keabsahannya

Surat Calon Jampidsus Beredar, Komjak Malah Pertanyakan Keabsahannya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:00 WIB

JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda

JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:32 WIB

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:29 WIB

×