Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

Bella

Rabu, 15 Juli 2026 | 22:18 WIB
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Rabu (15/7/2026). [Cornelius Juan]
baca 10 detik
  • Perkara korupsi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dilimpahkan dari kepolisian ke Kejaksaan Agung pada 11 Juli 2026.
  • Kasus sistemik ini menyebabkan kerugian negara mencapai Rp34,6 triliun dari proyek PT Asabri dan PT Krakatau Steel.
  • Amnesty International mendesak penanganan kasus secara transparan demi menjaga kepercayaan investor dan stabilitas perekonomian nasional Indonesia.

Suara.com - Perkara korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dinilai sebagai "mega korupsi" yang bersifat sistemik. Bila kasus ini tidak segera dibongkar, hal tersebut dikhawatirkan akan semakin memperburuk roda perekonomian nasional dan menurunkan kepercayaan investor internasional.

Atas dasar kekhawatiran itu, Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid menekankan agar kasus ini segera diusut melalui proses yang benar dan menghasilkan kepastian hukum.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret mantan Jampidsus Febrie Adriansyah kini telah dilimpahkan dari kepolisian ke Kejaksaan Agung pada Sabtu (11/7/2026).

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna menyatakan pihaknya akan menyusun struktur tim penyidik yang independen dan bebas dari hubungan personal dengan tersangka.

Namun, terkait pelimpahan perkara tersebut, Usman menilai Presiden perlu bersikap tegas dengan memastikan proses penyidikan yang sebelumnya dilakukan Polri berjalan hingga tuntas, termasuk terhadap status hukum tersangka.

Jika hal itu tidak dapat dilakukan, ia menyatakan perlu dibentuk tim khusus sebagai jalan tengah antara Kejaksaan Agung dan Polri. Ia mencontohkan pembentukan "Tim Delapan" saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menengahi konflik antara Polri dan KPK.

"Siapa timnya? Harus independen, harus orang di luar Kejaksaan. Atau menyerahkan kepada KPK gitu," katanya kepada awak media di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Namun, Usman memandang Presiden Prabowo Subianto kurang tegas ketika polemik antara Kejaksaan Agung dan Polri terjadi. Menurutnya, pelimpahan perkara ke Kejaksaan Agung justru berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Karena itu, ia menilai kasus tersebut sebaiknya ditangani oleh KPK yang dinilainya memiliki posisi lebih independen.

"Kalau Presiden tegas, mestinya sejak awal ya sudah di Kepolisian saja dulu sampai ia (Febrie) ditahan," katanya.

baca juga

Dampak Ekonomi Kasus Jampidsus

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Perkara dugaan korupsi di lingkungan korporasi yang diduga melibatkan mantan Jampidsus tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian negara hingga Rp34,6 triliun.

Perkara di PT Asabri mencatatkan kerugian negara sebesar Rp22,78 triliun pada periode 2013–2019. Selain itu, terdapat kerugian negara sebesar Rp6,9 triliun dalam pembangunan proyek Blast Furnace Complex (BFC) PT Krakatau Steel pada periode 2011–2019.

Usman memandang apabila kasus ini tidak segera dibongkar, dampaknya akan merusak jalannya roda perekonomian Indonesia.

"Jadi justru sebaliknya, kalau ini ditutup-tutupi, dia akan mengurangi dan semakin mengurangi kepercayaan masyarakat ekonomi baik nasional maupun internasional, terutama para investor dan juga para pemegang saham," jelasnya.

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7 persen pada 2026. Angka tersebut turun dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 yang mencapai 5 persen.

Sementara itu, berdasarkan catatan Economist Intelligence Unit (EIU) dalam The Democracy Index 2024, indeks demokrasi Indonesia berada di angka 6,44, menurun dari 6,53 pada 2023.

Menanggapi data tersebut, Usman menilai penurunan itu tidak terlepas dari praktik korupsi yang bersifat sistemik. Menurutnya, korupsi seperti itu harus dibongkar agar roda perekonomian Indonesia dapat berjalan secara optimal.

Ia menilai kondisi perekonomian saat ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Jadi kalau kepercayaannya rendah ditambah dengan pemberantasan korupsinya juga setengah-setengah, maka kepercayaan itu akan semakin hilang," ujarnya.

Menurut Usman, praktik korupsi tersebut berdampak serius terhadap masyarakat karena menggerus hak atas standar hidup yang layak, termasuk akses terhadap layanan dasar seperti penerangan untuk rumah tinggal, usaha, maupun kegiatan belajar.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehendak politik pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih serta tata kelola yang baik dalam pengelolaan korporasi maupun sumber daya alam (SDA) di Indonesia.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

Eks Pimpinan KPK Desak Prabowo Perintahkan KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:37 WIB

Komjak Wanti-wanti Jaksa di Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Lembek Meski Lawan Kolega

Komjak Wanti-wanti Jaksa di Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Lembek Meski Lawan Kolega

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 20:19 WIB

Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, KPK Amankan Uang Hingga Perhiasan

Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, KPK Amankan Uang Hingga Perhiasan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:47 WIB

Cabut Perpres TNI Jaga Jaksa! Marzuki Darusman Yakin Kejagung Mampu Mandiri Usut Kasus Febrie

Cabut Perpres TNI Jaga Jaksa! Marzuki Darusman Yakin Kejagung Mampu Mandiri Usut Kasus Febrie

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:23 WIB

Sahroni Dukung Kuntadi Jadi Jampidsus Baru: Pilihan Jaksa Agung Pasti yang Terbaik

Sahroni Dukung Kuntadi Jadi Jampidsus Baru: Pilihan Jaksa Agung Pasti yang Terbaik

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:17 WIB

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:56 WIB

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:36 WIB

Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit

Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:23 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG

Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:22 WIB

Terkini

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:18 WIB

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 22:05 WIB

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:55 WIB

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:50 WIB

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:35 WIB

Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya

Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya

Riau | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:23 WIB

Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor

Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:16 WIB

5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia

5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:06 WIB

Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?

Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:05 WIB

'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya

'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 21:05 WIB

×