Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Amelia Anggraini. (Foto dok. pribadi/ist)
baca 10 detik
  • Anggota DPR RI Amelia Anggraini mengecam kasus kekerasan seksual terhadap remaja 15 tahun oleh 27 pelaku di Sampang.
  • Aparat penegak hukum didesak segera menangkap seluruh tersangka serta memprosesnya sesuai sistem peradilan pidana anak yang berlaku.
  • Kementerian PPPA memberikan pendampingan psikologis, medis, dan hukum bagi korban untuk memastikan pemulihan kondisi serta hak-haknya terpenuhi.

Suara.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, bereaksi keras menanggapi kasus dugaan kekerasan seksual tragis yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Sampang, Madura, Jawa Timur. 

Kasus yang melibatkan dugaan keterlibatan 27 orang pelaku ini disebutnya sebagai potret kelam perlindungan anak di Indonesia. 

Amelia menegaskan, bahwa peristiwa ini merupakan sebuah peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai besarnya jumlah pelaku menunjukkan adanya masalah yang mendalam di tingkat sistemik. 

"Saya mengecam keras dugaan kekerasan seksual berulang terhadap seorang anak di Sampang yang melibatkan puluhan orang. Ini bukan hanya kejahatan terhadap satu anak, tetapi alarm keras atas kegagalan sistem perlindungan anak," ujar Amelia kepada wartawan, Jumat (17/7/2026). 

Anggota Komisi I DPR RI ini mendesak aparat penegak hukum untuk bergerak cepat dan tanpa kompromi. 

Ia menekankan, pentingnya profesionalitas kepolisian dalam memburu para pelaku yang belum tertangkap, sembari tetap memperhatikan koridor hukum bagi pelaku yang masih di bawah umur. 

"Saya meminta kepolisian segera menangkap seluruh tersangka yang masih buron dan menuntaskan perkara secara profesional. Bagi pihak yang masih berusia anak, prosesnya wajib mengikuti Sistem Peradilan Pidana Anak, tetapi pertanggungjawaban hukum tetap harus berjalan," tegasnya. 

Selain aspek hukum, Amelia menaruh perhatian besar pada masa depan korban. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak abai dalam memberikan dukungan penuh bagi pemulihan fisik dan mental remaja tersebut. 

"Hal yang tidak kalah penting adalah pemulihan korban. Pemerintah harus menjamin pendampingan psikologis, medis, hukum, sosial, dan keberlanjutan pendidikan korban, sekaligus melindunginya dari pembukaan identitas dan reviktimisasi," tambahnya. 

baca juga

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penanganan bukti-bukti digital secara hati-hati namun menyeluruh. 

Ia juga memberikan kritik tajam agar negara tidak hanya bertindak reaktif saat sebuah kasus menjadi perbincangan publik (viral). 

"Jejak komunikasi digital juga harus diamankan dan diperiksa secara menyeluruh, tetapi publik dan media perlu menghindari kesimpulan yang belum dibuktikan oleh penyidik. Negara tidak boleh hanya hadir ketika kasus telah viral. Negara harus hadir sejak pencegahan sampai korban benar-benar pulih," pungkasnya. 

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap penanganan kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di Sampang, Madura, Jawa Timur.  

Ia menyampaikan, bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan berbagai pihak di daerah untuk memastikan penanganan kasus berjalan maksimal.  

“Kemarin hari, Senin yang lalu kita sudah koordinasi dengan pemda, dengan Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, kemudian dengan Kapolres, kemudian juga Ditres PPA PPO Polda Jawa Timur,” ujar Arifatul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).  

Ia menekankan, bahwa fokus utama Kementerian PPPA saat ini adalah memastikan hak-hak korban terpenuhi, terutama dalam hal perlindungan dan pelayanan.  

"Jadi kita mengkoordinasikan tentang tentunya fokus KPPA adalah yang pertama, layanan yang terbaim untuk korban. Jadi yang pertama kita prioritaskan adalah keamanan korban, lalu layanan diberikan saat ini sedang dalam dampingan Dinas PPA dan Ditres PPA PPO Jawa Timur,” jelasnya.  

Saat ini, korban telah mendapatkan pendampingan khusus untuk memulihkan kondisi mentalnya akibat trauma hebat yang dialami. Arifatul menyebutkan bahwa korban tengah didampingi secara psikologis oleh tim ahli.  

Mengenai perkembangan kondisi korban, Menteri PPPA mengungkapkan adanya kemajuan positif. Setelah bertemu langsung, ia melihat korban sudah mulai mampu berkomunikasi dan terbuka mengenai kronologi kejadian memilukan yang dialaminya dalam rentang waktu cukup lama.  

"Kondisi korban, kemarin saya ketemu sudah lebih baik ya. Jadi bisa bercerita apa yang terjadi terhadap dirinya, dari bulan Februari sampai terakhir kemarin di bulan Juli,” ungkap Arifatul. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA Sentil Pemkab Sampang Usai Kasus 27 Predator Anak: Perkuat Gugus Tugas!

Menteri PPPA Sentil Pemkab Sampang Usai Kasus 27 Predator Anak: Perkuat Gugus Tugas!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 10:28 WIB

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

Kondisi Remaja Korban Rudapaksa 27 Pria di Sampang Membaik, Korban Mulai Berani Bercerita

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:30 WIB

Hukum dan Fenomena No Viral No Justice: Kritik atas Kasus KSBE

Hukum dan Fenomena No Viral No Justice: Kritik atas Kasus KSBE

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:30 WIB

Terkini

Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset

Masih Disidik Kejagung, Motor Listrik Rp243,9 Miliar Milik BGN Belum Dicatat sebagai Aset

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai

BRI Situbondo Tegaskan Dukung Penuh Kejari Usut Kasus Fraud Eks Pegawai

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak

Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Awas Skema Pinjol Tadpole, Bunga Harian Bisa Capai 10%

Awas Skema Pinjol Tadpole, Bunga Harian Bisa Capai 10%

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu

Sinopsis Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Saat Ari Irham Merasa Tak Pernah Cukup di Mata sang Ibu

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 17:01 WIB

Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia

Film Horor Tanpa Teror Hantu, Juminten Edan Buktikan Ketakutan Sesungguhnya Ada pada Manusia

Entertainment | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:56 WIB

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

38 Orang Tewas di Timur Tengah Sejak Gencatan Senjata AS - Iran, Tapi Sekarang Perang Lagi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:54 WIB

Polda Metro Akui Febrie Adriansyah Belum Diperiksa sebelum Ditetapkan Tersangka

Polda Metro Akui Febrie Adriansyah Belum Diperiksa sebelum Ditetapkan Tersangka

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:52 WIB

BBCA, BBRI hingga BMRI Bersinar, IHSG Nyaman di Level 6.100

BBCA, BBRI hingga BMRI Bersinar, IHSG Nyaman di Level 6.100

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:50 WIB

Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, 4 Orang Tewas

Kecelakaan Beruntun di Sibolangit, 4 Orang Tewas

Sumut | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:49 WIB

×