-
Dua tentara Amerika Serikat gugur di Yordania akibat serangan balistik dan drone Iran.
-
Iran resmi membatalkan Nota Kesepahaman Islamabad setelah dihujani serangan udara tujuh malam berturut-turut.
-
Konflik ini memicu lonjakan tajam harga minyak mentah Brent dan WTI di pasar dunia.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim berhasil menghentikan pergerakan empat kapal yang dikawal oleh militer AS di Selat Hormuz. Jalur perdagangan vital ini kini menjadi medan pertempuran utama yang sangat berbahaya.
“Dalam operasi rudal dan drone yang terkoordinasi, keempatnya dihentikan dan dilumpuhkan di laut,” kata Komando Angkatan Laut IRGC seperti dikutip oleh Kantor Berita IRNA Iran dalam sebuah unggahan di X.
Agresi militer ini juga mulai meluas dan mengancam keamanan negara-negara tetangga seperti Kuwait dan Bahrain. Fasilitas penyulingan air bersih di Kuwait dilaporkan terbakar akibat serangan drone terarah.
Kuwait Airways terpaksa menjadwal ulang sebagian besar penerbangan demi keselamatan penumpang. Pihak maskapai menyatakan langkah ini diambil akibat “serangan rudal dan drone yang bermusuhan menyusul agresi Iran.”
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, melemparkan ancaman serius dan menyebut bahwa tanda tangan Trump dalam kesepakatan damai tidak memiliki nilai kredibilitas.
“Sekarang musuh Amerika berusaha menyulut perang dan menanggung biaya yang lebih berat, mereka harus tahu bahwa bangsa Iran dan Front Perlawanan memiliki #pelajaran_yang_tak_terlupakan bagi mereka,” demikian pesan Khamenei yang disiarkan oleh Islamic Republic of Iran Broadcasting di X.
Meskipun situasi di lapangan terus memburuk, Trump tetap optimis bahwa strategi militernya berjalan efektif. Ia bahkan mengancam akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik jika Iran menolak bernegosiasi.
Dalam pidato utamanya, Trump mengeklaim keberhasilan operasi militer ini kepada warga Amerika Serikat.
“Kita juga menang besar di Iran, dan Anda akan melihat hasil dari kerja keras itu segera, sangat segera,” ucap Trump optimis.
Ketegangan bersenjata ini berakar dari serangan pembuka yang diluncurkan oleh pasukan gabungan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Ketegangan teranyar ini berimbas langsung pada lonjakan tajam harga minyak mentah mentah dunia di pasar internasional.
Konflik yang berkepanjangan ini dikhawatirkan oleh para pengamat politik global akan menjebak Amerika Serikat dalam perang tanpa akhir. Kegagalan strategi dinilai menjadi pemicu utama kegagalan gencatan senjata di kawasan Teluk.