- Perempuan Indonesia Tionghoa mendukung Kemen PPPA merayakan Hari Anak Nasional ke-42 dengan bakti sosial di Bantar Gebang.
- PINTI memberikan makan siang serta layanan kesehatan bagi 350 siswa SD Dinamika pada Sabtu, 18 Juli 2026.
- Program pendampingan berkelanjutan selama empat tahun berhasil menghapus angka stunting dan gizi buruk di sekolah tersebut.
Suara.com - Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) mendukung penuh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”.
Pada momentum HAN ke-42 ini, PINTI menegaskan komitmennya untuk berdiri bersama Kemen PPPA dalam mengawal tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Sebagai bentuk sumbangsih nyata, PINTI menggelar kegiatan bakti sosial (Baksos) yang meliputi pemberian makan siang gratis, pemeriksaan kesehatan anak, serta pengobatan gratis.
Aksi ini menyasar 350 siswa di SD Dinamika, sebuah sekolah yang menjadi episentrum harapan bagi anak-anak di kawasan Bantar Gebang, Bekasi, pada Sabtu (18/7/2026).
Kawasan Bantar Gebang selama ini dikenal dengan tantangan lingkungannya yang kompleks. Menyadari hal tersebut, PINTI tak sekadar hadir sebagai penyedia bantuan sesaat.
Tahun 2026 ini menandai tahun keempat berturut-turut PINTI secara konsisten mendampingi anak-anak di SD Dinamika. Intervensi kesehatan yang berkelanjutan ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat signifikan.
Grafik kesehatan anak-anak di wilayah tersebut tercatat terus merangkak naik setiap tahunnya.
Titik balik terbesar berhasil dicapai pada tahun ini, di mana tim medis tidak lagi menemukan satu pun anak yang mengalami stunting (tengkes) maupun gizi buruk SD Dinamika.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Pusat PINTI, dr. Metta Agustina, menekankan bahwa kesehatan anak adalah investasi terpenting bagi kedaulatan bangsa.
“Tekad kami adalah membuka jalan bagi masa depan Indonesia yang lebih cerah. Kita tidak bisa bermimpi menjadi bangsa yang maju jika anak-anak kita tidak sehat dan cerdas. Dan hari ini kita merayakan hilangnya angka stunting di sini” ujarnya.
“Kami berharap program baksos ini terus membawa manfaat yang luas dan mendalam bagi tumbuh kembang anak-anak Ibu dan Bapak sekalian," sambung dr. Metta.
Melalui perayaan HAN ke-42 ini, kolaborasi PINTI dan Kemen PPPA di Bantar Gebang mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri bahwa dengan kepedulian yang konsisten, setiap anak Indonesia dari mana pun latar belakangnya, berhak dan mampu memiliki masa depan yang sehat, terlindungi, dan gemilang.