Curhat Bos Tanker Was-was Kondisi Skenario Terburuk di Selat Hormuz, Takut Dirudal Iran

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 Juli 2026 | 10:21 WIB
Curhat Bos Tanker Was-was Kondisi Skenario Terburuk di Selat Hormuz, Takut Dirudal Iran
ilustrasi kapal tanker (freepik)
baca 10 detik
  • Rentetan serangan rudal Iran di Selat Hormuz memicu ketakutan massal kru kapal tanker.

  • Volume lalu lintas kapal tanker minyak mentah dunia merosot ke titik terendah.

  • Bonus uang tidak lagi mampu membujuk pelaut melintasi jalur laut penuh ranjau.

Suara.com - Ketakutan massal kini melanda para kru kapal tanker internasional setelah rentetan serangan rudal Iran melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Jalur perdagangan minyak paling vital di dunia tersebut kini berada dalam situasi terburuk akibat eskalasi militer yang kian tidak terkendali.

Penurunan drastis jumlah pelayaran mencerminkan kecemasan mendalam para pelaut yang menolak bertaruh nyawa di zona konflik. Blokade laut dan ancaman ranjau bawah air membuat koridor navigasi ini hampir mustahil untuk dilalui dengan aman.

Direktur Utama perusahaan jasa risiko maritim Marisks yang berbasis di Athena, Dimitris Maniatis, mengungkapkan kecemasan para pelaut di lapangan saat ini sudah melampaui batas wajar. Kondisi psikologis pekerja kapal menjadi faktor utama yang menghentikan pergerakan logistik global.

Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]
Kapal tanker super (VLCC) milik National Iranian Tanker Company (NITC), dilaporkan memasuki wilayah perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade militer AS di Selat Hormuz. [Al Jazeera]

"Kita melihat pengurangan volume transit melalui Selat Hormuz dan saat ini kru kapal bahkan lebih khawatir daripada sebelumnya," kata Dimitris Maniatis dalam sebuah pengarahan Lloyd’s List Intelligence minggu kemarin dikutip dari CNBC Internasional, Senin (20/7/2026).

"Tidak ada yang mau bergerak," kata Maniatis.

Sedikitnya sembilan kapal telah menjadi sasaran serangan sejak 6 Juli lalu dalam upaya Iran memaksa kapal-kapal melintasi perairan teritorialnya. Langkah sepihak Teheran ini sengaja dirancang guna menghindari rute pesisir Oman yang dijaga ketat oleh militer Amerika Serikat.

Dampak dari agresivitas militer ini telah memakan korban jiwa dan luka-luka di kalangan pekerja maritim global. Satu pelaut tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan terhadap kapal tanker minyak mentah Al Bahyah di lepas pantai Oman pada hari Selasa.

Pada hari yang sama, sebelas pelaut juga mengalami luka-luka akibat serangan terhadap kapal tanker Mombasa B yang sedang menavigasi wilayah dekat Oman. Rentetan serangan mematikan ini menggunakan teknologi persenjataan berat yang menyasar langsung lambung kapal.

Kepala Keamanan BIMCO, Jakob Larsen, memaparkan jenis persenjataan yang dikerahkan dalam konfrontasi tersebut. Penggunaan senjata pemusnah ini menjadi alasan utama di balik penolakan para kru kapal untuk melaut.

baca juga

"Serangan Iran menggunakan rudal anti-kapal," kata Jakob Larsen.

Faktor finansial dan bonus kompensasi tinggi kini tidak lagi mampu membujuk para pelaut untuk memasuki wilayah perairan Hormuz. Rasa takut akan ancaman kematian akibat ledakan rudal atau ranjau laut telah mendominasi keputusan akhir dari setiap pelayaran.

"Semua ini beresonansi dengan para kru dan saat ini mereka tidak terlalu senang untuk pergi tidak peduli apa pun yang dijanjikan kepada mereka," kata Maniatis.

"Ini bukan tentang uang lagi. Ini bukan tentang panggilan yang lebih tinggi. Ini murni tentang ketakutan yang mengatur pengambilan keputusan saat ini."

Ketegangan semakin memuncak saat militer Amerika Serikat melumpuhkan sebuah kapal tanker tanpa muatan berbendera Curacao, M/T Belma, pada hari Rabu. Kapal tersebut terpaksa dihentikan setelah mengabaikan peringatan berulang saat bergerak menuju Pulau Kharg milik Iran di tengah pemberlakuan kembali blokade laut oleh AS.

Rute konvensional di tengah Selat Hormuz yang dikenal sebagai skema pemisahan lalu lintas kini sepenuhnya tidak dapat digunakan. Ancaman senjata tersembunyi di bawah permukaan air menjadi hantu menakutkan bagi setiap kapal yang melintas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Meledak Hampir 100 Dolar AS

BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Meledak Hampir 100 Dolar AS

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 10:14 WIB

AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!

AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:40 WIB

Strategi Perang Donald Trump Blunder, Bikin Iran Makin Ngamuk Lalu AS Kesulitan Menghadapi

Strategi Perang Donald Trump Blunder, Bikin Iran Makin Ngamuk Lalu AS Kesulitan Menghadapi

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang

Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 19:57 WIB

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Jalan Trase Batutulis Bogor Kini Beroperasi Penuh 24 Jam

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 19:52 WIB

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Sinopsis Wild and Radiant, Dracin Romantis Fan Shi Ran dan Qin Xiao Xuan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:45 WIB

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Optimalkan Aset Hulu Migas di Algeria

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 19:44 WIB

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:36 WIB

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 19:30 WIB

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:28 WIB

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:10 WIB

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:05 WIB

×