- Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf resmi setelah melontarkan kalimat merendahkan kepada wartawan saat konferensi pers kasus Febrie Adriansyah.
- Permintaan maaf tersebut dilakukan atas desakan PWI Pusat yang menegaskan bahwa profesi wartawan dilindungi oleh Undang-Undang Pers.
- Hotman menjelaskan emosinya tersulut karena wartawan terus mencecar pertanyaan terkait agenda tersembunyi institusi yang di luar kapasitasnya.
Suara.com - Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya kepada wartawan saat konferensi pers terkait kasus korupsi kliennya, mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Permintaan maaf itu disampaikan setelah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat meminta Hotman memberikan klarifikasi dan menunjukkan itikad baik usai melontarkan ucapan "lu punya otak enggak?" kepada wartawan dalam konferensi pers pada Jumat (17/7/2026).
Sebelumnya, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menilai wartawan menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan publik dan dilindungi Undang-Undang Pers. Karena itu, narasumber memang berhak menolak menjawab pertanyaan, tetapi tidak semestinya merendahkan martabat profesi wartawan.
Menanggapi polemik tersebut, Hotman menyampaikan permintaan maaf sekaligus menjelaskan kronologi yang menurutnya melatarbelakangi ucapannya.
![Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah (kanan) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/10/16464-jampidsus-febrie-adriansyah.jpg)
"Dengan ini saya menyatakan maaf yang sebesar-besarnya, atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan 'lu punya otak nggak sih'." kata Hotman paris di Instagram peribadinya, Senin.
Menurut Hotman, pemberitaan yang beredar hanya mengutip bagian akhir ucapannya tanpa menyampaikan konteks lengkap dari sesi tanya jawab.
"Namun, perlu saya jelaskan yang dikutip oleh media hanya bagan akhirnya, tidak dikutip secara utuh kenapa saya mengucapkan begitu, fakta kenyataannya adalah wartawan pertama bertanya kepada saya apakah instansi terkait punya hidden agenda atau acara tersembunyi, saya jawab saya tidak tau saya tidak punya kapasitas itu." jelasnya.
Ia mengaku situasi memanas ketika belum selesai menjawab pertanyaan pertama, wartawan lain kembali mengajukan pertanyaan mengenai dugaan adanya kekeliruan yang dilakukan institusi tersebut.
"Belum selesai saya jawab, tiba-tiba wartawan kedua bertanya, 'apakah instansi tersebut melakukan kekeliruan?' Akhirnya saya emosi, karena saya udah bolak balik saya tidak tau, akhirnya saya jawab 'Kamu punya otak nggak sih?'. Maksudnya saya udah jawab tadi tidak tahu." beber Hotman.
Hotman menegaskan dirinya tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan dugaan adanya agenda tersembunyi di balik langkah suatu institusi penegak hukum.
"Saya tidak mungkin menjawab hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum." jelasnya lagi.