-
Sebuah kapal mengalami kebakaran hebat di lepas pantai Oman dekat Selat Hormuz.
-
Korps Garda Revolusi Iran mengklaim telah menargetkan dua kapal tanker yang melanggar aturan.
-
UKMTO masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran kapal di wilayah barat laut Kumzar.
Suara.com - Jalur pelayaran internasional di dekat Selat Hormuz mendadak mencekam setelah sebuah kapal tanker dilaporkan mengalami kebakaran hebat. Insiden di lepas pantai Oman ini langsung memicu kekhawatiran baru atas keamanan rute pasokan energi global.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi telah menerima laporan darurat mengenai kapal yang terbakar tersebut. Peristiwa mencekam ini terdeteksi berada di titik delapan mil laut sebelah barat laut Kumzar, wilayah Oman utara.
Hingga saat ini, otoritas maritim masih menyelidiki penyebab pasti dari kobaran api yang melahap kapal tersebut.
![Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Iran dilaporkan menyerang dua kapal tanker di Selat Hormuz. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/14/45682-iran-serang-kapal-tanker.jpg)
"Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan pada saat ini," kata UKMTO, dikutip dari CNN Internasional, Senin (20/7/2026) pagi.
Ketegangan semakin meningkat setelah militer Iran mengklaim terlibat dalam operasi di sekitar lokasi kejadian. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan dua kapal tanker yang dianggap tidak patuh.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi IRNA, tindakan tegas tersebut diambil setelah kedua kapal mencoba menerobos rute selatan Selat Hormuz.
Jalur yang dilewati kedua tanker tersebut masuk ke dalam perairan lepas pantai Oman.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan maritim paling krusial di dunia bagi lalu lintas tanker minyak global.
Setiap gangguan di kawasan ini selalu memicu kekhawatiran geopolitik yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan keamanan navigasi dunia.
Insiden kapal terbakar dan klaim sepihak dari militer Iran ini menambah panjang daftar konflik maritim di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, pihak CNN pun belum dapat memverifikasi secara independen kebenaran dari klaim sepihak yang dilontarkan oleh pihak Iran.