FIFA Cuan Rp 161,7 Triliun dari Piala Dunia 2026, Rekor Finansial Terbesar Sepanjang Sejarah

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 Juli 2026 | 13:28 WIB
FIFA Cuan Rp 161,7 Triliun dari Piala Dunia 2026, Rekor Finansial Terbesar Sepanjang Sejarah
Cuplikan pertandingan sengit Piala Dunia 2026, Spanyol sukses kalahkan Argentina dengan dramatis. (HQpcrt)
baca 10 detik
  • Spanyol meraih gelar juara Piala Dunia kedua setelah mengalahkan sepuluh pemain Argentina.

  • Pendapatan FIFA melonjak hingga 9 miliar dolar berkat penambahan jumlah peserta turnamen.

  • Model bisnis ekspansi negara peserta terbukti efektif mendongkrak penjualan tiket dan hak siar.

Suara.com - Spanyol sukses mengamankan trofi emas paling bergengsi Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Argentina melalui gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Kemenangan dramatis ini mengantarkan Tim Matador merengkuh gelar juara dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.

Di luar lapangan hijau, otoritas sepak bola tertinggi global mencatatkan kemenangan finansial atau keuntungan yang jauh lebih masif. Federasi internasional ini sukses meraup proyeksi pendapatan fantastis senilai lebih dari 9 miliar dolar AS atau sekitar Rp 161,7 triliun sepanjang tahun 2026.

Sistem kompetisi baru yang melibatkan 48 negara terbukti menjadi mesin pengganda uang paling efektif bagi penyelenggara. Penambahan kuota ini melonjakkan jumlah pertandingan secara drastis hingga menyentuh angka 104 laga dalam waktu enam minggu.

Timnas Spanyol menang Piala Dunia 2026 (Instagram.com/fifaworldcup)
Timnas Spanyol menang Piala Dunia 2026 (Instagram.com/fifaworldcup)

Format anyar ini membuka keran pemasukan baru yang sangat masif dari sektor hak siar dan sponsor komersial global. Kendati menuai protes keras akibat harga tiket melambung tinggi, antusiasme suporter di stadion tetap berada di titik tertinggi.

Tercatat bahwa harga masuk stadion bergerak fluktuatif dari angka terendah 60 dolar hingga menembus 10.000 dolar AS. Namun, daya beli pasar yang sangat kuat membuat stadion terisi penuh sepanjang penyelenggaraan babak penyisihan grup.

“Di babak penyisihan grup, tingkat utilisasi stadion pada dasarnya habis terjual, sebesar 99%,” kata Antonio Di Cianni, direktur penasihat di Football Benchmark, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (20/7/2026).

“Ini menunjukkan orang-orang bersedia membayar harga tersebut.”

Keberhasilan komersial ini memicu ambisi baru dari sang presiden federasi untuk kembali menambah jumlah kontestan di masa depan. Rencana ekspansi berikutnya hingga melibatkan 64 negara pada turnamen tahun 2030 kini mulai digulirkan ke publik.

“Ini semua adalah masalah yang akan kami periksa setelah Piala Dunia,” kata Gianni Infantino kepada lembaga penyiaran Swiss, Blue Sport.

baca juga

Turnamen akbar yang berlangsung di kawasan Amerika Utara ini juga diwarnai oleh kedekatan hubungan diplomatik tingkat tinggi. Hubungan erat ini terlihat jelas antara pemimpin tertinggi federasi dengan kepala negara salah satu tuan rumah.

Laporan keuangan domestik bahkan mengungkap adanya pemberian fasilitas tiket VIP bernilai ribuan dolar pada kejuaraan antarklub sebelumnya. Intervensi komunikasi terkait peninjauan kartu merah pemain juga sempat menjadi sorotan publik yang tajam.

“Saya meminta peninjauan karena saya tidak menganggap itu sebagai pelanggaran,” kata Donald Trump.

“Saya tidak tahu apa itu kartu merah.”

Di sisi lain, kebijakan perluasan jumlah peserta ini memperkuat posisi politik internal melalui mekanisme bantuan keuangan daerah. Pendapatan masif yang diperoleh kemudian disalurkan kembali untuk membangun infrastruktur olahraga di berbagai negara anggota.

“FIFA di bawah Infantino memberikan banyak uang kepada negara-negara kecil, yang pada gilirannya memilih dia untuk terpilih kembali sebagai presiden,” tambah Kieran Maguire, profesor asosiasi keuangan sepak bola di Universitas Liverpool.

Piala Dunia 2026 menjadi tonggak sejarah baru dengan penerapan format 48 tim untuk pertama kalinya dari sebelumnya hanya 32 tim. Perubahan regulasi ini secara otomatis memperpanjang durasi turnamen dari empat minggu menjadi enam minggu penuh.

Meskipun acara paruh waktu perdana yang menampilkan deretan musisi global menuai kritik tajam karena durasi yang terlalu lama, aspek komersial tetap tidak tergoyahkan. Skema bisnis ini menjadi fondasi awal untuk target perputaran uang yang jauh lebih besar pada edisi 100 tahun Piala Dunia mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Cristian Romero Tak Salami Donald Trump Saat Pengalungan Medali Piala Dunia 2026

Momen Cristian Romero Tak Salami Donald Trump Saat Pengalungan Medali Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 12:40 WIB

Piala Dunia 2026 Usai, Bagaimana Nasib Bola dan Jersey yang Sudah Dipakai?

Piala Dunia 2026 Usai, Bagaimana Nasib Bola dan Jersey yang Sudah Dipakai?

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 13:20 WIB

Berapa Hadiah Pemenang Piala Dunia 2026? Segini Uang yang Dibawa Pulang Spanyol

Berapa Hadiah Pemenang Piala Dunia 2026? Segini Uang yang Dibawa Pulang Spanyol

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 12:15 WIB

Terkini

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:00 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:56 WIB

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:55 WIB

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:54 WIB

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:53 WIB

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 18:44 WIB

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Anggaran MBG Membengkak, Apakah Semua Anak Benar-Benar Membutuhkannya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:40 WIB

Jalan Raya Terus Rusak, Pengiriman Barang di Atas 500 Km Disarankan Lewat Kereta Api

Jalan Raya Terus Rusak, Pengiriman Barang di Atas 500 Km Disarankan Lewat Kereta Api

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 18:40 WIB

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

Jelang Hadir di Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ajudan Jokowi Ungkap Kondisi Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:30 WIB

×