Komunikasi Arogan Menteri PU Dody Hanggodo Disebut Bisa Percepat Pencopotan Oleh Prabowo

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 20 Juli 2026 | 15:00 WIB
Komunikasi Arogan Menteri PU Dody Hanggodo Disebut Bisa Percepat Pencopotan Oleh Prabowo
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Dosen UMY Fajar Junaedi menilai gaya komunikasi Menteri PU Dody Hanggodo bersifat defensif dan berpotensi memicu kegaduhan publik.
  • Respons kontroversial terkait berbagai tuduhan internal kementerian dinilai memperburuk persepsi masyarakat terhadap integritas serta kinerja pemerintah saat ini.
  • Tekanan politik terhadap Dody berpotensi meningkat karena sikap tersebut bertentangan dengan kebijakan Presiden Prabowo yang tidak menyukai kegaduhan.

Suara.com - Di tengah kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak menyukai menteri yang menimbulkan kegaduhan publik, gaya komunikasi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo justru dinilai berpotensi mempercepat tekanan politik terhadap dirinya.

Alih-alih meredam polemik terkait dokumen dinas yang bocor, mutasi pegawai, hingga dugaan nepotisme, respons yang disampaikan Dody dinilai memperpanjang kontroversi dan memperburuk persepsi publik.

"Saya melihat respons Menteri PU Dody Hanggodo terhadap berbagai tuduhan yang beredar ini sebagai contoh yang cukup menarik sekaligus mengkhawatirkan," kata Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi, kepada Suara.com, Senin (20/7/2026).

Persoalan yang dihadapi Dody bukan semata terkait substansi tuduhan yang beredar. Menurut Fajar, cara seorang pejabat publik merespons kritik dan kecurigaan masyarakat juga menentukan apakah krisis akan mereda atau justru membesar.

Ia menilai respons Dody menunjukkan kecenderungan defensif yang berpotensi menjadi bumerang.

Dalam situasi ketika publik sedang mempertanyakan integritas tata kelola di kementerian, pendekatan komunikasi yang keras dinilai justru memperkuat kesan bahwa pemerintah tidak sensitif terhadap kritik.

"Sayangnya, cara menjawab terkesan defensif dan agak arogan. Nada dan pilihan kata seperti itu langsung menimbulkan kesan tidak empati dan seolah sedang membela diri keras," ujarnya.

Fajar menjelaskan, dalam teori komunikasi krisis, pejabat publik dituntut menunjukkan empati dan keterbukaan ketika menghadapi tuduhan yang menjadi perhatian masyarakat.

Sebaliknya, strategi penyangkalan dan upaya mereduksi persoalan justru berisiko memperbesar ketidakpercayaan ketika opini publik sudah terlanjur negatif.

baca juga

"Menteri banyak menggunakan denial dan cara mengurangi persepsi pelanggaran," ucapnya.

Apalagi kondisi ini menjadi semakin sensitif di tengah kabar Presiden Prabowo yang berencana mengevaluasi para pembantunya dan tidak menghendaki kegaduhan yang mengganggu kinerja pemerintahan.

Dalam konteks tersebut, komunikasi yang memicu kontroversi dapat menjadi faktor yang memperberat posisi politik seorang menteri.

"Kalau tetap bertahan dengan gaya defensif, publik merasa tidak didengarkan, dan krisis justru memanjang," tandasnya.

Fajar menuturkan bahwa seorang Menteri PU tidak hanya bertanggung jawab menyelesaikan proyek infrastruktur. Namun punya kewajiban pula untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Oleh sebab itu, setiap pernyataan yang disampaikan memiliki konsekuensi politik yang jauh lebih besar daripada sekadar membela diri dari tuduhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'

Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'

News | Senin, 20 Juli 2026 | 10:13 WIB

Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU

Mutasi Massal ASN Dicurigai Berkaitan dengan Bocornya Dokumen Perjalanan Menteri PU

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:42 WIB

Ternyata Ini Mobil Mewah yang Dibeli Dody Hanggodo setelah Jadi Menteri PU, Harga Selangit

Ternyata Ini Mobil Mewah yang Dibeli Dody Hanggodo setelah Jadi Menteri PU, Harga Selangit

Otomotif | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:42 WIB

Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo

Diterpa Isu Mutasi hingga Nepotisme, Menteri PU Dinilai Mencoreng Kabinet Prabowo

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 16:38 WIB

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:36 WIB

Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP

Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 16:15 WIB

Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme

Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 17:35 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×