Komnas HAM Soroti Potensi Diskriminasi di Layanan BPJS Kesehatan, Hambatan NIK Jadi Masalah

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 20 Juli 2026 | 16:53 WIB
Komnas HAM Soroti Potensi Diskriminasi di Layanan BPJS Kesehatan, Hambatan NIK Jadi Masalah
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah. (tangkap layar/Ist)
baca 10 detik
  • Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengungkapkan adanya praktik diskriminasi layanan kesehatan bagi kelompok rentan pada Juli 2026.
  • Hambatan administratif terkait Nomor Induk Kependudukan menyulitkan masyarakat mengakses layanan kesehatan BPJS meskipun cakupan kepesertaan terus meningkat.
  • Komnas HAM mendesak pemerintah memastikan penyelenggaraan BPJS Kesehatan lebih inklusif, responsif, serta adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Suara.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) temukan masih adanya potensi diskriminasi dalam penyelenggaraan layanan BPJS Kesehatan. Meski cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus meningkat, kelompok rentan dinilai masih menghadapi berbagai hambatan untuk memperoleh hak atas layanan kesehatan secara setara.

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan, salah satu persoalan yang masih ditemukan adalah hambatan administratif, terutama yang berkaitan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kondisi tersebut berpotensi membuat sebagian masyarakat tidak dapat mengakses layanan kesehatan meski seharusnya berhak mendapatkan perlindungan.

"Meskipun akses terhadap jaminan kesehatan nasional terus meningkat, pemenuhan prinsip non-diskriminasi dan kesetaraan substantif masih menghadapi tantangan. Hal ini ditunjukkan oleh adanya hambatan administratif bagi sebagian kelompok rentan, belum optimalnya kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan khusus mereka, serta masih ditemukannya praktik diskriminasi dalam penyelenggaraan layanan kesehatan," kata Anis dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut dia, perluasan kepesertaan JKN memang menunjukkan kemajuan dalam pemenuhan hak atas kesehatan. Namun, pendekatan yang dilakukan pemerintah masih lebih berfokus pada perluasan akses dibanding memastikan layanan yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan setiap kelompok masyarakat.

Komnas HAM mencatat, cakupan kepesertaan bagi kelompok rentan telah meningkat. Meski demikian, penyelenggaraan layanan kesehatan dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan spesifik kelompok tersebut, termasuk penyandang disabilitas, lansia, masyarakat miskin, dan warga yang tinggal di wilayah terpencil.

Selain itu, Komnas HAM juga menilai BPJS Kesehatan telah memainkan peran penting dalam memperluas perlindungan kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan berbagai program afirmatif. 

Namun, keberlanjutan perlindungan itu masih menghadapi tantangan karena bergantung pada mekanisme administrasi pemutakhiran data kepesertaan.

Ketergantungan pada proses administrasi tersebut dinilai berpotensi menghambat pemenuhan hak atas kesehatan secara berkelanjutan, terutama bagi masyarakat yang belum tercatat atau mengalami kendala dalam sistem administrasi kependudukan.

Karena itu, Komnas HAM mendorong pemerintah memastikan penyelenggaraan BPJS Kesehatan tidak hanya memperluas jumlah peserta, tetapi juga menjamin layanan kesehatan yang inklusif, responsif, bebas diskriminasi, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat, khususnya kelompok rentan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik

Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 19:10 WIB

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:29 WIB

BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling

BPJS Kesehatan Perluas Akses JKN di Wilayah 3T melalui Viola dan BPJS Keliling

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 14:28 WIB

Terkini

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

Heboh Dituduh Jadi Sponsor Demo di Bundaran HI, Le Minerale Buka Suara

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:41 WIB

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

BB Cream Emina Apakah Waterproof? Intip Formula dan Ketahanannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:39 WIB

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

5 Zodiak yang Jago Menawar Harga saat Belanja, Bukan Pelit tapi Cerdik

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

Presiden Apresiasi Perjuangan Atlet di Asian Games, Komitmen Tingkatkan Bina Olahraga Sejak Dini

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Huawei FreeClip 2 Dual Color Rilis:TWS Unik denganDesain Jepit Telingadan Baterai Awet

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

Viral Cerdas Cermat Aneh di Sibolga, Pertanyaan Belum Selesai Tapi Jawabannya Sudah Tahu

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Peredaran Rokok Ilegal Tembus 13,9 Persen, Potensi Kehilangan Cukai Hampir Rp40 Triliun

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong

Bali | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Ulasan Designated Survivor 60 Days: Sanggupkah Orang Jujur Lawan Oligarki?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Profil Alvin Tedjo, Wali Kota Mississauga Kanada Keturunan Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:18 WIB

×