Wajib Pajak Mau Diawasi Babinsa? Pakar UGM: Ini Justru Bikin Rakyat Takut, Bukan Patuh

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 21 Juli 2026 | 15:01 WIB
Wajib Pajak Mau Diawasi Babinsa? Pakar UGM: Ini Justru Bikin Rakyat Takut, Bukan Patuh
Petugas melakukan cek fisik kendaraan milik warga untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor di Gedung Layanan Satu Atap Polda Metro Jaya, Jakarta. [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom]
baca 10 detik
  • DJP menerbitkan Surat Edaran Nomor SE-8/PJ/2026 yang mengatur pelibatan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak.
  • Pakar kebijakan publik menilai keterlibatan aparat berpotensi menimbulkan ketakutan masyarakat.
  • DJP menegaskan bahwa peran aparat hanya sebatas pendampingan.

Suara.com - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menuai sorotan setelah muncul rencana melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengawasan kepatuhan wajib pajak.

Isu mengenai keterlibatan aparat penegak hukum ini mencuat setelah DJP menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SE-8/PJ/2026 tentang Pedoman Pengawasan Kepatuhan Wajib Pajak.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah yang berpotensi memperbesar ketakutan publik ketimbang meningkatkan kesadaran membayar pajak.

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fisipol UGM, Gabriel Lele, menyebut pelibatan aparat keamanan dalam urusan perpajakan menunjukkan pemerintah sedang menghadapi tekanan untuk mendongkrak penerimaan negara. Namun, pendekatan yang ditempuh justru bergerak ke arah yang keliru dan dikhawatirkan membuat rakyat takut.

"Jadi ini saya kira langkah-langkah desperate ya untuk meningkatkan penerimaan pajak, tetapi yang dilakukan bukan dengan pelayanan yang makin baik, tetapi dengan teror," kata Gabriel kepada Suara.com, Selasa (21/7/2026).

Menurut Gabriel, peningkatan kepatuhan pajak seharusnya dibangun melalui perbaikan layanan publik. Kemudahan administrasi, transparansi sistem, hingga kecepatan pelayanan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan menghadirkan aparat keamanan dalam proses pengawasan wajib pajak.

"Kalau saja dilakukan dengan pelayanan yang makin baik saya kira orang kalau sudah menikmati pelayanan yang baik orang willing lah ya, mau ya untuk memberikan kewajiban pajaknya," ujarnya.

Persoalan akuntabilitas penggunaan uang pajak pun masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Kejelasan pemanfaatan pajak dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kesediaan masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.

"Dan lebih dari itu, ada garansi bahwa pajak yang dikumpulkan oleh rakyat itu digunakan secara bertanggung jawab ya, tidak misalnya dikorupsi atau digunakan secara semena-mena seperti misalnya dalam wujud program-program bombastis, populis yang tidak jelas juntrungannya seperti MBG atau Koperasi Desa Merah Putih," tegasnya.

baca juga

Ketika kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan negara melemah, kata dia, masyarakat berpotensi semakin enggan memenuhi kewajiban perpajakannya.

Kondisi tersebut justru dapat menjadi kontraproduktif terhadap target peningkatan penerimaan negara.

Selain berdampak pada kepatuhan, kebijakan tersebut berpotensi memperburuk tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Kehadiran aparat keamanan dalam urusan perpajakan disebut dapat memunculkan rasa takut di tengah masyarakat.

"Public trust-nya makin merosot dan lebih dari itu diperparah dengan mungkin public fear ya, ketakutan publik," ucapnya.

Sejumlah personel TNI Angkatan Darat yang bertugas sebagai Babinsa berdiri di samping sepeda motor bantuan di Grand City Mall, Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/2/2023). [ANTARA FOTO/Didik Suhartono].
Sejumlah personel TNI Angkatan Darat yang bertugas sebagai Babinsa berdiri di samping sepeda motor bantuan. DJP melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk pendampingan menagih pajak. [ANTARA FOTO/Didik Suhartono].

Ia menyoroti keterlibatan aparat dalam berbagai urusan sipil yang saat ini kian marak terjadi.

Lebih lanjut, Gabriel memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi memicu resistensi dari masyarakat. Publik tidak akan melihat persoalan ini semata sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pajak, melainkan sebagai bentuk perluasan peran aparat ke ranah sipil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simpang-siur TNI dan Polisi Ikut Urus Pajak, Apa yang Sejauh ini Kita Tahu?

Simpang-siur TNI dan Polisi Ikut Urus Pajak, Apa yang Sejauh ini Kita Tahu?

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 19:04 WIB

'Awas Jangan Menakuti Rakyat', DPR Soroti Rencana Babinsa Ikut Awasi Pajak

'Awas Jangan Menakuti Rakyat', DPR Soroti Rencana Babinsa Ikut Awasi Pajak

News | Senin, 20 Juli 2026 | 18:12 WIB

Wajar Warga Enggan Bayar Pajak saat Ekonomi Lesu, Pengawasan Ketat Tak Diperlukan

Wajar Warga Enggan Bayar Pajak saat Ekonomi Lesu, Pengawasan Ketat Tak Diperlukan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:01 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

×