Bagaimana Selat Bab al-Mandeb Jadi Kunci Harga Minyak Dunia, Lebih Vital dari Selat Hormuz?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 16:38 WIB
Bagaimana Selat Bab al-Mandeb Jadi Kunci Harga Minyak Dunia, Lebih Vital dari Selat Hormuz?
Selat Bab al-Mandeb (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Penutupan Selat Bab al-Mandeb oleh Houthi mengancam distribusi minyak utama Arab Saudi.

  • Penggunaan opsi militer dinilai gagal membuka kembali akses pelayaran krusial tersebut.

  • Cadangan minyak dunia yang kian menipis berpotensi memicu krisis ekonomi global.

Suara.com - Ancaman kelompok Houthi yang menutup akses Selat Bab al-Mandeb berisiko melumpuhkan pasokan energi dunia secara drastis. Penutupan jalur maritim krusial ini langsung menghentikan distribusi minyak Arab Saudi ke pasar internasional.

Langkah sepihak ini memutus fungsi vital pipa minyak East-West milik Saudi yang terhubung ke terminal Yanbu. Dampaknya, pengiriman minyak dari salah satu produsen terbesar dunia tersebut terhenti total.

Opsi militer melalui kampanye pemboman dinilai tidak akan mampu menyelesaikan kebuntuan konflik di kawasan tersebut. Pendekatan kekerasan justru memperparah risiko keamanan di jalur pelayaran strategis itu.

Selat Bab Al Mandab (Google)
Selat Bab Al Mandab (Google)

Senior Associate Fellow dari Royal United Services Institute for Defence and Security Studies, Michael Stephens, menegaskan keraguannya terhadap efektivitas jalur militer.

“Bisakah Anda mengebom Bab al-Mandeb agar terbuka? Saya pikir tidak. Dan saya pikir jika Anda bisa melakukan itu, kita tidak akan berada dalam kebuntuan seperti di Hormuz saat ini – dan tentu saja di Bab al-Mandeb, yang jauh lebih tidak aman,” ujar Michael Stephens, dikutip dari Al Jazeera.

Eskalasi krisis ini mendorong meningkatnya tekanan diplomatik dari negara-negara Barat dan Asia yang bergantung pada minyak Saudi. Pasokan energi global kini berada di titik paling krusial akibat blokade tersebut.

Ancaman ini sekaligus menggagalkan target stabilitas harga energi yang diproyeksikan oleh para pemimpin dunia. Kondisi di lapangan menunjukkan penurunan harga minyak sangat sulit dicapai dalam waktu dekat.

Melanjutkan analisanya, Stephens menyoroti dampak langsung krisis ini terhadap target pasar minyak global.

“Jika Anda adalah Donald Trump dan ingin melihat harga minyak turun menjadi $70 per barel, hal itu tidak akan terjadi,” kata Stephens kepada Al Jazeera.

baca juga

Kondisi ekonomi global saat ini semakin rentan menghadapi ancaman guncangan pasokan energi yang baru. Sebagian besar negara industri telah menguras cadangan minyak strategis mereka dalam beberapa bulan terakhir.

Keterbatasan cadangan nasional ini terjadi menyusul meluasnya konflik keterlibatan AS-Israel dengan Iran sejak Februari lalu. Ketegangan kawasan yang tak kunjung mereda akhirnya memuncak pada pemblokiran jalur pelayaran utama di Selat Bab al-Mandeb.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

Harga Minyak Dunia Bisa Makin Kacau, Giliran Jalur Utama Ekspor BBM Arab Saudi Diblokir

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:17 WIB

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:04 WIB

Kabar Mediasi AS - Iran Meredam Kenaikan Harga Minyak Dunia

Kabar Mediasi AS - Iran Meredam Kenaikan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:09 WIB

Terkini

Bagaimana Selat Bab al-Mandeb Jadi Kunci Harga Minyak Dunia, Lebih Vital dari Selat Hormuz?

Bagaimana Selat Bab al-Mandeb Jadi Kunci Harga Minyak Dunia, Lebih Vital dari Selat Hormuz?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:38 WIB

Usai PWI, Kini MIO Indonesia Juga Polisikan Hotman Paris

Usai PWI, Kini MIO Indonesia Juga Polisikan Hotman Paris

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:37 WIB

Tips Memilih Ukuran Frame Sepeda Gunung yang Pas, Aman Taklukkan Medan Berbatu

Tips Memilih Ukuran Frame Sepeda Gunung yang Pas, Aman Taklukkan Medan Berbatu

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:36 WIB

Kiper Vietnam Keturunan Slovakia Tak Sabar Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Kiper Vietnam Keturunan Slovakia Tak Sabar Hadapi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:35 WIB

Mengapa Rencana Memindahkan Pusat Data AI ke Luar Angkasa Picu Kekhawatiran Ilmuwan?

Mengapa Rencana Memindahkan Pusat Data AI ke Luar Angkasa Picu Kekhawatiran Ilmuwan?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:35 WIB

5 Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari Pria yang Tepat agar Nyaman dan Terhindar dari Lecet

5 Cara Memilih Ukuran Sepatu Lari Pria yang Tepat agar Nyaman dan Terhindar dari Lecet

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:32 WIB

Posisi Duduk Gibran Bergeser di Sidang Kabinet, Sinyal Hubungan Tak Lagi Satu Irama dengan Prabowo?

Posisi Duduk Gibran Bergeser di Sidang Kabinet, Sinyal Hubungan Tak Lagi Satu Irama dengan Prabowo?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:32 WIB

Investor Asing Mulai Ragu, Purbaya Mulai Berburu Dana ke Pasar Obligasi China

Investor Asing Mulai Ragu, Purbaya Mulai Berburu Dana ke Pasar Obligasi China

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:32 WIB

Ketika Alam Dikorbankan demi Penerimaan Negara yang Tak Sebanding

Ketika Alam Dikorbankan demi Penerimaan Negara yang Tak Sebanding

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:30 WIB

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

Bahlil Yakin Mobil Hidrogen Bakal Saingi Kendaraan Listrik

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:15 WIB

×