Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Selasa, 21 Juli 2026 | 16:55 WIB
Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet
Sidang Kabinet Paripurna, Senin (21/7/2026). (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming duduk bersama jajaran menteri saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026).
  • Mensesneg Prasetyo menyatakan pergeseran posisi kursi tersebut dilakukan murni karena kebutuhan teknis penggunaan alat bantu teleprompter bagi Presiden.
  • Presiden Prabowo Subianto menggelar sidang tersebut untuk mengevaluasi capaian kinerja pemerintahan selama 21 bulan terakhir masa jabatannya.

Suara.com - Alasan teknis karena penggunaan teleprompter menjadi dasar kursi Wakil Presiden Gibran Rakabuming bergeser ke jajaran menteri saat Sidang Kabinet Paripurna, Senin kemarin.

Biasanya, pada Sidang Kabinet Paripurna, Gibran selalu duduk berdampingan di samping Presiden Prabowo Subianto, seperti yang terlihat pada Sidang Kabinet Paripurna, Jumat, 13 Maret 2026 di Istana Negara, Jakarta.

Tetapi pada Sidang Kabinet Paripurna, Senin, 20 Juli 2026, kursi Gibran digeser di jajaran menteri Prabowo justru duduk sendiri di depan anggota Kabinet Merah Putih di Istana Negara.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo mengatakan alasan tata letak kursi RI-2 digeser ke jajaran menteri karena persoalan teknis, yakni penggunaan teleprompter.

Sidang Kabinet Paripurna, Senin (21/7/2026). (Dok. Ist)
Sidang Kabinet Paripurna, Senin (21/7/2026). (Dok. Ist)

Penggunaan teleprompter bertujuan menunjang arahan yang disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna. Pras berujar bahwa Prabowo ingin memberikan penjelasan mengenai capaian pemerintah yang ia pimpin selama 21 bulan.

"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program maka kemarin kalau Saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter," kata Pras di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2026).

"Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau Saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah," sambung Pras.

Pras menegaskan perpindahan tata letak kursi milik Gibran dalam Sidang Kabinet Paripurna hanya karena persoalan teknis. Menurutnya hal tersebut tidak perlu ditafsirkan macam-macam.

"Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," kata Pras.

baca juga

Beriringan dengan viralnya gambar Gibran yang tidak duduk sejajar dengan Prabowo di Sidang Kabinet, muncul beragam tafsir. Mulai dari anggapan posisi Presiden dan Wakil Presiden tidak setara hingga isu keretakan. Pras membantah pandangan demikian.

"Tidak ada, sama sekali tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden, menjadi garis dari program kerja dan prioritas nasional semata-mata semua untuk kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara," tutur Pras.

"Dan tentu kita menyadari masih banyak juga permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan dihadapi oleh bangsa kita. Jadi tidak ada sama sekali," sambubg Pras.

Sementara itu, ditanya apalah formasi tata letak kursi Gibran sejajar dengan menteri akan berlanjut pada Sidang Kabinet Paripurna berikutnya, atau kembali duduk berdampingan dengan Prabowo, Pras belum memastikan.

"Ya nanti kita, kita lihat nanti," kata Pras.

Kursi Wapres di Sidang Kabinet

Pemandangan berbeda terlihat dari Sidang Kabinet Paripurna, 20 Juli 2026. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak lagi duduk sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto, seperti sidang-sidang sebelumnya.

Lantas di mana kursi Gibran yang kini tidak berdampingan dengan Prabowo?

Pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin kemarin, kursi Gibran ditempatkan di sisi kanan depan Prabowo. Tepatnya sejajar dengan kursi menteri lain, mulai dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Padahal dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat, 13 Maret 2036, bertempat yang sama di Istana Negara, kursi Wakil Presiden Gibran ditempatkan sejajar dengan kursi Presiden Prabowo. Gibran yang saat itu mengenakan kemeja putih duduk berdampingan di sisi kiri Prabowo yang mengenakan safari cokelat.

Sebelumnya, saat Sidang Kabinet Paripurna masih digelar di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, posisi kursi Presiden dan Wakil Presiden juga sejajar.

Perpindahan tata letak kursi Wakil Presiden yang sejajar dengan menteri-menteri dan sekretaris kabinet, Senin kemarin, mencuri perhatian. Sebab menjadi pemandangan baru yang berbeda.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan sengaja menggelar Sidang Kabinet Paripurna, Senin sore, dalam rangka melakukan evaluasi kerja jelang dua tahun pemerintahan.

Prabowo mengingatkan bahwa pelaksanaan Sidang Kabinet Paripurna hari ini juga terkait dengan 17 Agustus 2026, di mana sebelum memperingati hari kemerdekaan, Kepala Negara hadir di Istana untuk menyampaikan pidato kenegaraan.

“Sudah secara tradisi Presiden Republik Indonesia menyampaikan sambutan beberapa hari sebelum 17 Agustus untuk menyampaikan kepada seluruh bangsa dan negara apa yang sudah dikerjakan selama 1 tahun kerja itu,” kata Prabowo membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). 

Prabowo mengatakan tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat, kurang lebih tiga bulan mendatang pemerintahan yang ia pimpin berusia dua tahun, sejak ia dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2035.

Oleh karena itu, Prabowo sengaja menggelar Sidang Kabinet Paripurna untuk melakukan evaluasi perihal kinerja kabinet.

“Tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan," kata Prabowo.

Prabowo turut mengapresiasi kinerja Kabinet selama hampir dua tahun berjalan. Ia merasa para pembantunya di kabinet sudah bekerja sangat keras, padat, dan cepat.

“Kadang-kadang dengan kita bekerja sangat keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam 2 tahun pertama kita. Karena kita menghadapi masalah yang sangat besar," kata Prabowo.

"Kita menghadapi dunia yang penuh pergolakan dan juga kita menghadapi kenyataan-kenyataan pahit yang harus kita akui merupakan tantangan kita bersama,” sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kursi Gibran Digeser Sejajar Menteri, Sinyal Perubahan Peta Kewenangan Politik di Kabinet

Kursi Gibran Digeser Sejajar Menteri, Sinyal Perubahan Peta Kewenangan Politik di Kabinet

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:42 WIB

Posisi Duduk Gibran Bergeser di Sidang Kabinet, Sinyal Hubungan Tak Lagi Satu Irama dengan Prabowo?

Posisi Duduk Gibran Bergeser di Sidang Kabinet, Sinyal Hubungan Tak Lagi Satu Irama dengan Prabowo?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:32 WIB

Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi

Kursi Gibran 'Didepak' dari sisi Prabowo, Pengamat: Bobot Kekuasaannya Direduksi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:32 WIB

Terkini

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi,  Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:57 WIB

Pelajaran Sunyi dari Seorang Kakek dan Bukunya di Padatnya KRL Manggarai

Pelajaran Sunyi dari Seorang Kakek dan Bukunya di Padatnya KRL Manggarai

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:56 WIB

Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet

Istana Ungkap Alasan Kursi Gibran Digeser ke Jajaran Menteri Saat Sidang Kabinet

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:55 WIB

Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan

Bayar Rp100 Ribu, Ratusan Siswa di Jogja jadi Korban Tes TOEFL, Dana Bakal Dikembalikan

Jogja | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:54 WIB

Bomber Kaki Kidal 44 Gol yang Dinaturalisasi Vietnam Ancaman Serius buat Timnas Indonesia

Bomber Kaki Kidal 44 Gol yang Dinaturalisasi Vietnam Ancaman Serius buat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rudal Iran Terbukti Lebih Canggih dari Pertahanan Militer Amerika, Ini Buktinya

Rudal Iran Terbukti Lebih Canggih dari Pertahanan Militer Amerika, Ini Buktinya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:49 WIB

Sistem Walk-in Interview: Memudahkan Recruiter atau Membebani Jobseeker?

Sistem Walk-in Interview: Memudahkan Recruiter atau Membebani Jobseeker?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:45 WIB

Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan

Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan

Jawa Tengah | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:44 WIB

×