Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:08 WIB
Eks Menag Lukman Hakim: Publik Makin Tak Percaya Negara karena Penegakkan Hukum Lemah
Mantan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Lukman Hakim Saifuddin menyatakan Indonesia menghadapi masalah serius berupa penurunan kepercayaan publik terhadap negara dan institusinya.
  • Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan aspirasi tersebut kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X di Yogyakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.
  • Penegakan hukum yang tidak konsisten dan kurangnya akuntabilitas pejabat negara menjadi penyebab utama krisis kepercayaan tersebut.

Suara.com - Mantan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menilai Indonesia tengah menghadapi persoalan serius berupa menurunnya kepercayaan publik terhadap negara dan berbagai institusinya.

Fenomena itu disebut menjadi benang merah dari berbagai keresahan masyarakat yang dihimpun oleh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dalam sejumlah pertemuan dengan tokoh nasional.

Pandangan tersebut disampaikan Lukman usai mengikuti Silaturahmi Kebangsaan GNB bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).

Dalam pertemuan itu, isu penegakan hukum menjadi salah satu sorotan utama yang dinilai berkontribusi besar terhadap munculnya ketidakpercayaan publik.

Lukman mengatakan, sebelum bertemu Sri Sultan, GNB telah berdialog dengan sejumlah tokoh bangsa, termasuk Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Dalam setiap pertemuan, mereka menyampaikan berbagai aspirasi dan kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurut dia, berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat pada akhirnya mengarah pada satu kesimpulan yang sama, yakni tumbuhnya distrust atau ketidakpercayaan terhadap institusi publik.

"Kemudian disimpulkan berbagai macam keresahan, kegelisahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat ini muaranya pada munculnya distrust. Jadi ketidakpercayaan terhadap tidak hanya institusi negara, aparatur penegakan hukum kita, tapi hampir di semua sektor dan bidang kehidupan kemasyarakatan kita," kata Lukman, usai pertemuan, Kamis (23/7/2026) sore.

Diakui Lukman, penyebab menurunnya kepercayaan publik memang kompleks. Namun dalam diskusi bersama Sri Sultan HB X tadi, ia bilang terdapat dua faktor yang paling banyak mendapat perhatian, yakni penegakan hukum dan akuntabilitas penyelenggara negara.

baca juga

Ia menyebut rendahnya kualitas penegakan hukum menjadi salah satu sumber utama ketidakpercayaan masyarakat.

"Pertama adalah penegakan hukum yang dinilai rendah. Itulah yang lalu kemudian menimbulkan ketidakpercayaan publik karena penegakan hukum yang tidak konsisten," ujarnya.

Kemudian, ia menyoroti pentingnya akuntabilitas publik. Menurutnya, pertanggungjawaban pejabat dan penyelenggara negara tidak cukup hanya dilakukan secara administratif.

"Jadi pertanggungjawaban para penyelenggara negara, itu jangan hanya bersifat administratif semata sebagaimana tata kelola pemerintahan kita, tapi yang tidak kalah pentingnya dalam rangka menjaga, memelihara dan merawat kepercayaan publik, itu adalah bagaimana akuntabilitas ke masyarakat itu juga harus disampaikan dengan sejelas-jelasnya," paparnya.

Disampaikan Lukman, Sri Sultan HB X memberikan perhatian besar terhadap dua persoalan tersebut.

Ia berharap penegakan hukum yang lebih konsisten dan akuntabilitas yang lebih terbuka dapat menjadi jalan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap negara yang belakangan dinilai terus mengalami erosi.

"Dan beliau tadi sangat concern dengan dua hal tadi agar ini bisa lebih ditegakkan secara konsekuen. Sehingga lalu kemudian trust publik itu bisa kembali sebagaimana diharapkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Publik Lebih Percaya Damkar daripada Aparat Penegak Hukum?

Mengapa Publik Lebih Percaya Damkar daripada Aparat Penegak Hukum?

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:00 WIB

Ketika Popularitas Mengalahkan Keteladanan: Hukum Butuh Integritas!

Ketika Popularitas Mengalahkan Keteladanan: Hukum Butuh Integritas!

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:55 WIB

Dody Hanggodo Ngaku Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM: Demi Allah!

Dody Hanggodo Ngaku Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM: Demi Allah!

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:08 WIB

Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata

Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 07:50 WIB

Aturan Prabowo: Lepas dari Status WNI Wajib Bayar Rp5 Juta

Aturan Prabowo: Lepas dari Status WNI Wajib Bayar Rp5 Juta

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:15 WIB

Tak Ada Aturan Penyidik Harus Minta Izin Presiden Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka

Tak Ada Aturan Penyidik Harus Minta Izin Presiden Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka

News | Senin, 20 Juli 2026 | 13:05 WIB

Pigai Minta Bentrok Flores Timur Diselesaikan Lewat Jalur Adat, Bukan Semata Penegakan Hukum

Pigai Minta Bentrok Flores Timur Diselesaikan Lewat Jalur Adat, Bukan Semata Penegakan Hukum

News | Senin, 20 Juli 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×