Tak Ada Aturan Penyidik Harus Minta Izin Presiden Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 20 Juli 2026 | 13:05 WIB
Tak Ada Aturan Penyidik Harus Minta Izin Presiden Tetapkan Febrie Adriansyah Jadi Tersangka
Eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pakar hukum pidana Trisno Raharjo menyatakan bahwa penyidik tidak memerlukan izin Presiden untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.
  • Penetapan tersangka eks Jampidsus Febrie Adriansyah sah secara hukum asalkan memenuhi minimal dua alat bukti yang cukup.
  • Status jabatan tidak menghalangi proses hukum, sehingga perdebatan mengenai izin Presiden dianggap tidak memiliki dasar hukum acara.

Suara.com - Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Trisno Raharjo menilai tidak ada dasar hukum yang mengharuskan penyidik meminta izin Presiden untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. 

Termasuk dalam kasus yang menjerat eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dalam dugaan kasus korupsi. 

Hal itu sekaligus menanggapi pernyataan Hotman Paris selaku kuasa hukum Febrie Ardiansyah yang menyebut bahwa penetapan tersangka seharusnya lebih dulu mendapat izin Presiden.

Menurutnya, jabatan seseorang, termasuk mantan pejabat tinggi penegak hukum sekalipun, tidak dapat dijadikan alasan untuk menunda atau menghalangi proses penetapan tersangka.

"Secara prinsip, ya tidak bisa dong penetapan tersangka itu karena jabatan, eselonnya tertentu harus dengan izin (presiden), dalam hal ini mantan Jampidsus itu harus minta izin ke presiden dulu," kata Trisno kepada Suara.com, Senin (20/7/2026).

Oleh sebab itu pernyataan bahwa penyidik harus memperoleh restu Presiden sebelum menetapkan eks Jampidsus sebagai tersangka dinilai tidak memiliki pijakan dalam hukum acara pidana.

"Itu adalah kewenangan penyidik sepanjang alat buktinya itu sudah cukup. Kalau ketentuannya, mewajibkan minimal dua alat bukti sudah terpenuhi, itu saja penetapan tersangkanya," tegasnya.

Disampaikan Trisno, yang menjadi ukuran sah atau tidaknya penetapan tersangka bukanlah status jabatan maupun persetujuan pejabat politik. Melainkan kecukupan alat bukti dan kepatuhan terhadap prosedur hukum acara. 

Perdebatan mengenai izin Presiden justru berisiko mengaburkan substansi utama perkara.

baca juga

"Kalau memang ada seseorang itu seharusnya jadi tersangka, ya tidak perlulah minta izin ke mana pun," imbuhnya.

Di sisi lain, Trisno mengakui tim kuasa hukum Febrie tetap memiliki ruang untuk menguji prosedur penetapan tersangka melalui praperadilan. Namun, objek yang diuji adalah tindakan penyidik dan proses hukum yang ditempuh, bukan ada atau tidaknya persetujuan Presiden.

Ia menambahkan, perhatian publik kini tertuju pada kemampuan aparat penegak hukum membuktikan perkara tersebut di pengadilan. Kini tanggung jawab terbesar bukan lagi memperdebatkan izin Presiden, melainkan memastikan proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Memang kasus ini menjadi perhatian penuh publik. Untuk itu, sikap ya yang terpuji menurut hemat saya, ya semua harus memikul tanggung jawab ini. Siapa itu yang memikul? Ya kepolisian dan kejaksaan. Menyelesaikan kasus ini untuk dibawa ke pengadilan," tandasnya.

Apabila hakim praperadilan nantinya membatalkan status tersangka Febrie dengan alasan prosedural, kata Trisno, dampaknya tidak hanya menyasar kepolisian sebagai pihak yang menetapkan tersangka. Kejaksaan yang kini menerima pelimpahan penyidikan pun akan menghadapi tekanan besar dari publik.

Meskipun Trisno menegaskan, jika memang terjadi, kemenangan Febrie dalam praperadilan tidak otomatis mengakhiri perkara. Penyidik maupun kejaksaan masih memiliki peluang untuk menetapkan kembali status tersangka sepanjang memperbaiki kekurangan yang menjadi dasar putusan hakim.

"Dia (penyidik) baru bisa bernapas lega itu kalau sudah sampai ke pengadilan. Kalau belum, ya belum," ujarnya.

Di tengah tingginya perhatian publik terhadap perkara tersebut, Trisno menilai kepolisian dan kejaksaan harus mampu membuktikan profesionalitasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

Bantah Klaim Hotman Paris, Mensesneg Tegaskan Pemeriksaan Pejabat Tak Butuh Izin Presiden

News | Senin, 20 Juli 2026 | 12:18 WIB

Hotman Paris Beberkan Kronologi Ucapan ke Wartawan, Klaim yang Viral Hanya Potongan!

Hotman Paris Beberkan Kronologi Ucapan ke Wartawan, Klaim yang Viral Hanya Potongan!

News | Senin, 20 Juli 2026 | 11:38 WIB

Alasan Hotman Paris Ucapkan 'Lu Punya Otak Enggak' ke Wartawan hingga Berujung Permohonan Maaf

Alasan Hotman Paris Ucapkan 'Lu Punya Otak Enggak' ke Wartawan hingga Berujung Permohonan Maaf

News | Senin, 20 Juli 2026 | 11:23 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×