Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:44 WIB
Desain KDMP Dinilai Melenceng, Berisiko Jadi Proyek Politik Pemerintah
Ekonom UGM, Amirullah Setya Hardi. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Ekonom UGM Amirullah Setya Hardi menilai program Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menyimpang dari prinsip dasar ekonomi anggota.
  • Pemerintah pada Jumat (24/7/2026) didorong untuk mengevaluasi pendirian koperasi desa massal agar tidak sekadar mengejar target administratif semata.
  • Kebijakan pembentukan koperasi yang dipaksakan di setiap desa dikhawatirkan gagal karena mengabaikan kelayakan ekonomi serta kebutuhan riil masyarakat.

Suara.com - Program ekspansi masif Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digulirkan pemerintah dinilai menyimpan potensi bahaya sistemik bagi tata kelola ekonomi tingkat akar rumput.

Langkah mendirikan koperasi di setiap desa secara serentak dinilai lebih kental dengan nuansa penetrasi kekuasaan dan alat propaganda politik ketimbang sebagai upaya murni membangun kelembagaan ekonomi rakyat yang sehat.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Amirullah Setya Hardi menilai program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berpotensi semakin menjauh dari jati diri koperasi sebagai lembaga ekonomi milik anggota.

Hal ini tak bisa dilepaskan pula dari sejarah panjang koperasi di Indonesia. Alih-alih fokus memenuhi kebutuhan anggota, KDMP justru malah dibebani terlalu banyak agenda negara.

"KDMP itu kira-kira apa tujuannya? Banyak. Bener gak? Gak bener harusnya. Karena tujuan koperasi adalah tunggal. Apa itu? Ya mencukupi kebutuhan anggota, that's it, itu aja," kata Amirullah ditemui di FEB UGM, Jumat (24/7/2026).

Menurut Amirullah, kesejahteraan masyarakat merupakan dampak yang lahir secara alami ketika kebutuhan anggota koperasi terpenuhi.

Oleh karena itu, koperasi tidak semestinya dijadikan kendaraan untuk mengejar berbagai target pembangunan sekaligus sejak awal pendiriannya.

Pola tersebut mengulang praktik lama ketika koperasi dijadikan alat untuk kepentingan pemerintah, bukan sepenuhnya sebagai organisasi ekonomi yang bekerja bagi anggotanya.

Kondisi itu, kata dia, berisiko melahirkan penyimpangan dari prinsip dasar perkoperasian.

baca juga

"Jadi, lagi-lagi koperasi kita ketika ketemu dengan desain pemerintah untuk menggunakannya sebagai alat propaganda, itu luar biasa, ada banyak penyimpangan di sana. Saya enggak menyalahkan, tapi kalau sudah kayak begini, indikatornya mau apa?" ungkapnya.

Amirullah menyoroti pendekatan pemerintah yang mendorong pembentukan KDMP secara masif di seluruh desa.

Dia bilang, tidak semua desa memiliki kebutuhan maupun kelayakan ekonomi untuk mendirikan koperasi baru.

Ketika dipaksakan maka akibatnya kebijakan tersebut berpotensi lebih mengejar target administratif dibanding kebutuhan riil masyarakat.

Lebih jauh, dktekankan Amirullah, agar pemerintah tidak terjebak pada kebanggaan atas banyaknya koperasi yang berhasil dibentuk.

Padahal keberhasilan koperasi tidak diukur dari jumlah bangunan yang berdiri, melainkan dari seberapa sehat organisasi itu berjalan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Agrinas Menghindar saat Ditanya soal Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun

Bos Agrinas Menghindar saat Ditanya soal Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 19:05 WIB

Bukan dari Riset, Menkop Sebut Kopdes Dibentuk karena Prabowo Dapat Wangsit

Bukan dari Riset, Menkop Sebut Kopdes Dibentuk karena Prabowo Dapat Wangsit

Video | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:02 WIB

Prabowo Gelar Rapat Khusus Koperasi Desa Merah Putih, Sejumlah Menteri Dipanggil ke Istana

Prabowo Gelar Rapat Khusus Koperasi Desa Merah Putih, Sejumlah Menteri Dipanggil ke Istana

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:04 WIB

Koperasi Desa Merah Putih: Dari Lokasi di Tempat 'Aneh' hingga Pengadaan Kipas Rp1,8 T

Koperasi Desa Merah Putih: Dari Lokasi di Tempat 'Aneh' hingga Pengadaan Kipas Rp1,8 T

Video | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:23 WIB

Melihat KDMP Tamanmartani, Potret Ideal Koperasi Desa Modern di Indonesia

Melihat KDMP Tamanmartani, Potret Ideal Koperasi Desa Modern di Indonesia

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:48 WIB

Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 Triliun, KPK Ingatkan Inspektorat Jangan 'Tidur'

Anggaran Kipas Angin KDKMP Rp1,8 Triliun, KPK Ingatkan Inspektorat Jangan 'Tidur'

News | Senin, 20 Juli 2026 | 18:03 WIB

Pemerintah Belum Punya Skema Jelas, Kopdes Merah Putih Picu Kekhawatiran Warung Kecil

Pemerintah Belum Punya Skema Jelas, Kopdes Merah Putih Picu Kekhawatiran Warung Kecil

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 17:57 WIB

Terkini

Hey, Somebody oleh Xiaojun WayV: Lagu Debut Solo Penuh Pesan Penyemangat

Hey, Somebody oleh Xiaojun WayV: Lagu Debut Solo Penuh Pesan Penyemangat

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:20 WIB

KPK Turun ke Kudus, Kantor Pusat Djarum Kena Geledah

KPK Turun ke Kudus, Kantor Pusat Djarum Kena Geledah

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:18 WIB

Bapak Kesal Sama Saya? Ini Buat Gaji Anda Juga! Ucapan Mahasiswa kepada Polisi

Bapak Kesal Sama Saya? Ini Buat Gaji Anda Juga! Ucapan Mahasiswa kepada Polisi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Sinopsis Pirunduk: Hasrat Terlarang, Ilmu Hitam, dan Teror Satu Desa

Sinopsis Pirunduk: Hasrat Terlarang, Ilmu Hitam, dan Teror Satu Desa

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Suzuki Rilis Satria R150 Shadow Edition, Apa yang Berubah ?

Suzuki Rilis Satria R150 Shadow Edition, Apa yang Berubah ?

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Memutus Rantai Takdir Kemiskinan: Sekolah Rakyat ala Prabowo

Memutus Rantai Takdir Kemiskinan: Sekolah Rakyat ala Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Julio Cesar Siap Tempur, Persib Bandung Bidik Tiga Poin atas Melbourne Victory

Julio Cesar Siap Tempur, Persib Bandung Bidik Tiga Poin atas Melbourne Victory

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali

Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:02 WIB

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel

Sumbar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×