Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 24 Juli 2026 | 16:23 WIB
Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik
Presiden Prabowo Subianto berpidato di Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Dosen UMY Fajar Junaedi menilai retorika Londo Ireng Presiden Prabowo berisiko menekan kebebasan pers.
  • Pernyataan tersebut menggunakan strategi framing emosional yang mendelegitimasi peran media dan aktivis sosial.
  • Pola komunikasi itu dapat menimbulkan efek gentar serta mempersempit ruang kritik bagi demokrasi Indonesia.

Suara.com - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi menilai retorika Presiden Prabowo Subianto yang menyebut adanya Londo Ireng yang kini menyamar sebagai wartawan, pengamat, hingga pegiat LSM menyimpan risiko serius bagi iklim demokrasi.

Menurutnya, narasi tersebut berpotensi menekan kebebasan pers. Pasalnya kritik terhadap pemerintah dapat dipersepsikan sebagai bentuk pengkhianatan.

Fajar mengatakan, dari perspektif komunikasi politik, istilah Londo Ireng bukan sekadar metafora.

Pernyataan itu merupakan strategi framing yang membangun asosiasi antara kritik media dengan pengkhianatan bangsa pada masa kolonial.

Bingkai seperti itu dinilai efektif mengonsolidasikan dukungan politik, tetapi sekaligus berpotensi mendelegitimasi media dan masyarakat sipil yang menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.

"Istilah 'Londo Ireng' bukan sekadar metafora, melainkan loaded language yang memuat konotasi emosional tinggi: pengkhianat, antek asing, dan tidak nasionalis," tegas Fajar kepada Suara.com, Jumat (24/7/2026).

Seorang presiden, kata dia, tentu berhak mengkritik pemberitaan yang dianggap tidak berimbang.

Namun, persoalannya menjadi berbeda ketika kritik tersebut diarahkan kepada motif dan identitas wartawan maupun aktivis, bukan pada substansi informasi yang disampaikan.

Pola komunikasi seperti itu dinilai dapat menggeser perdebatan dari isi kritik menjadi serangan terhadap pihak yang menyampaikan kritik.

baca juga

"Ketika kritik itu dikaitkan dengan tuduhan 'mental pengkhianat' dan mempertanyakan sumber pendanaan wartawan/LSM ('yang gaji lo siapa?'), maka yang terjadi adalah ad hominem framing, menyerang motif dan identitas komunikator, bukan substansi pesan," ujarnya.

Fajar mengingatkan, pola komunikasi tersebut berpotensi memunculkan chilling effect, yakni situasi ketika media dan organisasi masyarakat sipil merasa tertekan.

Kondisi itu dinilai dapat mempersempit ruang kritik yang menjadi salah satu pilar utama demokrasi.

"Ini bisa mengarah pada chilling effect di mana media dan civil society merasa tertekan untuk bersikap lebih hati-hati, bahkan self-censorship," tuturnya.

Disampaikan Fajar, meski Presiden telah menegaskan Indonesia merupakan negara demokrasi yang tidak anti-kritik, konsistensi antara pernyataan tersebut dengan praktik komunikasi publik menjadi hal yang penting.

Sebab Ia bilang bahwa media memiliki fungsi sebagai watchdog yang mengawasi jalannya pemerintahan.

Sehingga pemberitaan mengenai kekurangan pemerintah merupakan bagian dari kontrol sosial, bukan bukti adanya sikap anti-negara.

"Media yang sehat justru berfungsi sebagai watchdog, bukan sekadar lapdog. Fokus pada kekurangan (sekolah yang belum diperbaiki) adalah bagian dari fungsi kontrol sosial, bukan otomatis bukti 'mental Londo Ireng'." tuturnya.

Lebih jauh, Fajar menilai retorika tersebut juga memperlihatkan pola us versus them polarization, yakni pembelahan antara kelompok yang dianggap mendukung pemerintah dengan kelompok yang diposisikan sebagai lawan.

Dalam jangka pendek strategi itu mungkin menguntungkan secara politik. Namun dalam jangka panjang berpotensi melemahkan kualitas diskursus publik sebab kritik semakin mudah dicap sebagai bentuk pengkhianatan.

"Demokrasi yang matang justru membutuhkan ruang kritik yang lega, bukan dicurigai sebagai 'nyamar'." tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AJI Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng: Sama Saja dengan Hotman Paris

AJI Desak Prabowo Minta Maaf Soal Londo Ireng: Sama Saja dengan Hotman Paris

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 15:07 WIB

Jurnalis Bukan 'Londo Ireng'! Prabowo Diminta Berpikir Positif pada Fakta Lapangan

Jurnalis Bukan 'Londo Ireng'! Prabowo Diminta Berpikir Positif pada Fakta Lapangan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:08 WIB

Jangan Cuma Bangun Gedung, Prabowo Diminta Optimalkan PTN Lama daripada Bikin Kampus Baru

Jangan Cuma Bangun Gedung, Prabowo Diminta Optimalkan PTN Lama daripada Bikin Kampus Baru

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:49 WIB

Purbaya Batal Bubarkan Bea Cukai, Klaim Kinerjanya Sudah Diakui Prabowo

Purbaya Batal Bubarkan Bea Cukai, Klaim Kinerjanya Sudah Diakui Prabowo

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 13:32 WIB

Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?

Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:53 WIB

Purbaya Janji Tambah Anggaran TKD 2026 Usai Dikeluhkan Pemda, Tapi Izin Prabowo Dulu

Purbaya Janji Tambah Anggaran TKD 2026 Usai Dikeluhkan Pemda, Tapi Izin Prabowo Dulu

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:45 WIB

Mengenal Universitas Republik Indonesia, Ambisi Pendidikan atau Beban Baru APBN?

Mengenal Universitas Republik Indonesia, Ambisi Pendidikan atau Beban Baru APBN?

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:20 WIB

Terkini

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bukan Cuma Soal Listrik, PLTP Gunung Ungaran Berpotensi Buka Bisnis Baru

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:20 WIB

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Heboh Pelat Mobil 'BK 54 NGE' di Medan, Pemilik Kendaraan Ditilang

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:16 WIB

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:09 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

×