Kemendagri dan KPK Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi di Daerah, Siapkan Pembekalan di 10 Wilayah

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Jum'at, 24 Juli 2026 | 18:48 WIB
Kemendagri dan KPK Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi di Daerah, Siapkan Pembekalan di 10 Wilayah
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian (kiri) bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto (kanan) memimpin rapat pembahasan rencana kolaborasi penguatan integritas dan pencegahan korupsi pemerintahan daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menggelar rapat pembahasan rencana kolaborasi penguatan integritas dan pencegahan korupsi pemerintahan daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).

Melalui kolaborasi ini, Kemendagri dan KPK menyiapkan langkah penguatan tata kelola pemerintahan, termasuk pembekalan bagi pemerintah daerah di 10 wilayah mulai pekan depan.

Tito mengatakan pembekalan akan menjangkau seluruh provinsi serta kabupaten dan kota di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas aparatur sekaligus menyusun rencana aksi pencegahan korupsi di daerah.

"Itu kira-kira rencana ke depan, mungkin mulai minggu depan dibagi ke 10 wilayah yang akan meng-cover seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia," kata Tito.

Ia menjelaskan pendekatan pencegahan korupsi perlu dilakukan secara modern dengan memanfaatkan pembelajaran dari berbagai kasus yang telah ditangani aparat penegak hukum. Pengalaman itu diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara pemerintahan untuk terus memperkuat integritas.

Suasana rapat pembahasan rencana kolaborasi penguatan integritas dan pencegahan korupsi pemerintahan daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)
Suasana rapat pembahasan rencana kolaborasi penguatan integritas dan pencegahan korupsi pemerintahan daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

"Kita sangat menekankan agar pendekatan modern, belajar dari pengalaman yang sudah ada. Kasus-kasus yang sudah ditegakkan oleh aparat penegak hukum menjadi warning untuk memperkuat integritas masing-masing," ujarnya.

Tito menegaskan setiap kebijakan yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

"Setiap kebijakan menggunakan APBD betul-betul digunakan untuk kepentingan masyarakat. Setiap rupiah dari APBD harus kembali kepada masyarakat dan jangan berkompromi dengan tindak pidana korupsi," tegas Tito.

Dalam paparannya, Kemendagri memetakan korupsi di daerah sebagai persoalan yang tidak hanya dipengaruhi perilaku individu, tetapi juga dipicu lemahnya integritas yang bertemu dengan sistem pemerintahan yang masih mudah diintervensi.

baca juga

Karena itu, Kemendagri mendorong penguatan pencegahan melalui pembenahan tata kelola, penguatan pengawasan, serta penutupan celah yang berpotensi memicu penyimpangan.

Kemendagri menetapkan delapan area prioritas, yakni perencanaan dan penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik dan perizinan, pengawasan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), manajemen aparatur sipil negara (ASN), pengelolaan barang milik daerah (BMD), optimalisasi pajak dan retribusi daerah, serta pengelolaan konflik kepentingan, gratifikasi, dan pengaduan.

Selain itu, perhatian juga diberikan pada tata kelola badan usaha milik daerah (BUMD) dan badan layanan umum daerah (BLUD), proyek strategis daerah, hibah dan bantuan sosial, tata kelola sumber daya alam, pokok-pokok pikiran DPRD, dana desa, bantuan keuangan, serta program prioritas nasional di daerah.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan KPK menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Ia mengatakan ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan terus meningkat. Namun, kualitas layanan yang diterima masyarakat masih perlu terus ditingkatkan.

"Ekspektasi masyarakat soal layanan publik, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain sangat tinggi. Tapi di sisi lain, realitanya masih banyak masyarakat yang belum memperoleh pelayanan tersebut dengan baik," kata Setyo.

Setyo mengungkapkan hingga Juli 2026, KPK telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap sekitar 15 kepala daerah pada periode kepemimpinan saat ini. Ia mengatakan hasil pemantauan juga menunjukkan daerah dengan skor Monitoring Center for Prevention (MCP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang rendah memiliki risiko penyimpangan yang lebih tinggi.

"Skor MCP maupun Survei Penilaian Integritas bukan sekadar angka. Itu menjadi indikator bahwa potensi penyimpangan dan korupsi di daerah masih ada," ujarnya.

Setyo mengingatkan APBD maupun dana transfer dari pemerintah pusat adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

"Jangan pernah menganggap APBD ataupun dana yang berasal dari pemerintah pusat sebagai dana pribadi. Seluruh anggaran itu harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," kata Setyo.

Ia mengatakan modus korupsi yang ditemukan KPK masih didominasi pola konvensional, terutama dalam pengadaan barang dan jasa, meski kini dilakukan dengan cara yang lebih kompleks. Karena itu, penguatan sistem pengadaan, penerapan sistem merit dalam manajemen ASN, serta pelayanan perizinan yang transparan menjadi bagian penting untuk mempersempit ruang praktik korupsi di daerah.***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia

Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:30 WIB

DPR Minta Kemendagri Turun Tangan Usai PPPK di Tidore Terancam Dirumahkan

DPR Minta Kemendagri Turun Tangan Usai PPPK di Tidore Terancam Dirumahkan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 14:47 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Kemendagri Perluas Digitalisasi Bansos ke 43 Daerah, Targetnya Berlaku Nasional

Kemendagri Perluas Digitalisasi Bansos ke 43 Daerah, Targetnya Berlaku Nasional

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 13:41 WIB

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:47 WIB

Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua

Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:53 WIB

Terkini

Review Above & Below: Bertaruh Nyawa di Tengah Hiu dan Kartel

Review Above & Below: Bertaruh Nyawa di Tengah Hiu dan Kartel

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 15:00 WIB

Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 14:55 WIB

Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid saat Uji Coba di Jalur Perkotaan

Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid saat Uji Coba di Jalur Perkotaan

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 14:53 WIB

Pemprov Sulsel Minta Kemensos Buka Data Judi Online: Jangan Jadikan Rakyat Korban

Pemprov Sulsel Minta Kemensos Buka Data Judi Online: Jangan Jadikan Rakyat Korban

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 14:52 WIB

Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten

Ironi Pariwisata Jogja, Kampus Sepi Peminat, Industri Justru Kekurangan SDM Kompeten

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 14:52 WIB

Dari Pace ke Recovery, Garmin Ubah Cara Smartwatch Membaca Kondisi Tubuh

Dari Pace ke Recovery, Garmin Ubah Cara Smartwatch Membaca Kondisi Tubuh

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 14:49 WIB

Harga Helm INK Mulai Berapa? Ini 6 Rekomendasi dari Tipe Half Face hingga Full Face Lengkap

Harga Helm INK Mulai Berapa? Ini 6 Rekomendasi dari Tipe Half Face hingga Full Face Lengkap

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 14:49 WIB

Prabowo Bakal Perberat Sanksi Perusahaan Penyebab Karhutla: Ini Terorisme Ekologi

Prabowo Bakal Perberat Sanksi Perusahaan Penyebab Karhutla: Ini Terorisme Ekologi

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:45 WIB

Kupas Lirik 'Dunia yang Nanti', Ternyata Bukan Cuma Lagu Kaum 'Just Friend'

Kupas Lirik 'Dunia yang Nanti', Ternyata Bukan Cuma Lagu Kaum 'Just Friend'

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 14:45 WIB

Ratusan Musisi Siap Guncang Pestapora 2026, Ini Daftar Line Up Hari Pertama hingga Ketiga

Ratusan Musisi Siap Guncang Pestapora 2026, Ini Daftar Line Up Hari Pertama hingga Ketiga

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 14:43 WIB

×