Terlanjur Sayang, Pasutri Singapura Baru Sadar Anak Angkatnya Diduga Korban Perdagangan Bayi dari RI

Pebriansyah Ariefana

Senin, 27 Juli 2026 | 15:53 WIB
Terlanjur Sayang, Pasutri Singapura Baru Sadar Anak Angkatnya Diduga Korban Perdagangan Bayi dari RI
Ilustrasi bayi yang baru lahir (Freepik/rawpixel.com)
baca 10 detik
  • Jaringan perdagangan bayi lintas negara terungkap menyeret puluhan anak Indonesia yang diadopsi ke Singapura.

  • Pasangan adopsi mempertanyakan kelalaian otoritas Singapura dalam memverifikasi keabsahan dokumen adopsi anak foreign.

  • Para ahli memeringatkan bahaya trauma psikologis jika anak-anak korban perdagangan dipisahkan dari keluarga adopsinya.

"Para [pejabat] adalah ahli dalam hal ini, untuk melihat apakah ini sah. Mereka menangani begitu banyak adopsi setiap hari. Bukan kami," pangkas Ally.

Kementerian Urusan Dalam Negeri serta Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura menyatakan tengah berkoordinasi dengan kepolisian Indonesia untuk membantu proses hukum.

"Kami akan melakukan apa pun yang kami bisa secara hukum untuk mempertahankan anak kami," janji David mengenai keberadaan Marcus.

"Saya tidak akan menyerah padanya. Orang tua mana pun akan berjuang sampai akhir," lanjut David menegaskan komitmennya.

Praktik jual beli bayi di Indonesia didorong oleh faktor kemiskinan ekstrem, minimnya bantuan sosial, serta stigma budaya terhadap kelahiran di luar nikah.

Aktivis hak anak menegaskan perlunya penanganan akar masalah ekonomi agar anak-anak tidak lagi dijadikan komoditas perdagangan oleh jaringan ilegal.

"Ini bukan hanya masalah mencari siapa yang menjual bayi lalu menghukum mereka," jelas Eko Kriswanto, aktivis hak anak asal Jawa Barat.

Masalah utamanya adalah "anak-anak akhirnya diperlakukan sebagai komoditas. Jadi yang harus ditelusuri adalah penyebabnya," tutur Eko.

Kasus hukum ini terungkap setelah seorang ayah di Indonesia melaporkan kehilangan anaknya usai pembayaran janji penyerahan bayi dari perantara tersendat.

baca juga

Penyelidikan kepolisian kemudian menemukan bukti riwayat percakapan yang mengarah pada jaringan penampungan dan pemalsuan identitas bayi secara terorganisir.

Kini, nasib anak-anak tersebut berada di persimpangan jalan antara kembalinya mereka ke orang tua kandung atau bertahan bersama keluarga adopsi.

Para ahli psikologi mengingatkan bahwa perpindahan pengasuhan secara mendadak berisiko memicu gangguan emosional serta trauma jangka panjang pada perkembangan otak anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Saingi Singapura-Dubai, Purbaya Kasih Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun ke Investor PFII

Demi Saingi Singapura-Dubai, Purbaya Kasih Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun ke Investor PFII

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:14 WIB

Media Internasional Sorot Orang Indonesia Jual Bayi ke Singapura

Media Internasional Sorot Orang Indonesia Jual Bayi ke Singapura

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:51 WIB

Menteri Urusan Muslim Singapura Mundur Usai Kena Skandal Perempuan

Menteri Urusan Muslim Singapura Mundur Usai Kena Skandal Perempuan

News | Senin, 20 Juli 2026 | 17:57 WIB

Terkini

Sikapi Polemik Sayembara Begal Dedi Mulyadi, Menko Yusril Minta Polda Jabar Gencarkan Patroli

Sikapi Polemik Sayembara Begal Dedi Mulyadi, Menko Yusril Minta Polda Jabar Gencarkan Patroli

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 15:51 WIB

Jebakan Budaya "Ewuh Pakewuh": Kenapa Warga +62 Sering Jadi People Pleaser?

Jebakan Budaya "Ewuh Pakewuh": Kenapa Warga +62 Sering Jadi People Pleaser?

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 15:50 WIB

Puslabfor Bawa Bantal dan Kotak Hitam dari TKP Kematian Sutrimo, Pastikan Tak Ada Racun

Puslabfor Bawa Bantal dan Kotak Hitam dari TKP Kematian Sutrimo, Pastikan Tak Ada Racun

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:49 WIB

Ditinggal Penjaga Gawang Perry Warjiyo, Rupiah Loyo ke Level Rp18.009

Ditinggal Penjaga Gawang Perry Warjiyo, Rupiah Loyo ke Level Rp18.009

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 15:48 WIB

Tim Forensik Geledah Klinik Lokasi Penemuan Penjaga Rumah Febrie Adriansyah

Tim Forensik Geledah Klinik Lokasi Penemuan Penjaga Rumah Febrie Adriansyah

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:47 WIB

Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 6 Anggotanya Terjerat Peredaran Gelap Narkoba

Kasat Narkoba Polres Tangsel dan 6 Anggotanya Terjerat Peredaran Gelap Narkoba

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 15:46 WIB

Lawan Penuaan! 4 Hydrogel Mask Adenosine Bikin Wajah Kencang dan Kenyal

Lawan Penuaan! 4 Hydrogel Mask Adenosine Bikin Wajah Kencang dan Kenyal

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 15:45 WIB

Olah TKP Kematian Sutrimo Selesai, Polisi Bawa Sejumlah Bukti dari Klinik Mordent

Olah TKP Kematian Sutrimo Selesai, Polisi Bawa Sejumlah Bukti dari Klinik Mordent

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:44 WIB

Belanja Skincare Hemat di Guardian? Pakai Promo BRI Ini Dapat Cashback 25 Ribu!

Belanja Skincare Hemat di Guardian? Pakai Promo BRI Ini Dapat Cashback 25 Ribu!

Bri | Senin, 27 Juli 2026 | 15:42 WIB

Hasto: Perjuangan PDIP Seperti Akar Rumput, Dibakar Pun Akan Kembali Tumbuh

Hasto: Perjuangan PDIP Seperti Akar Rumput, Dibakar Pun Akan Kembali Tumbuh

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 15:41 WIB

×