- PM Malaysia Anwar Ibrahim memastikan program Form Six tetap dikelola oleh Kementerian Pendidikan.
- Anwar meminta sekolah memisahkan siswa Form Six agar merasakan transisi menuju perguruan tinggi.
- Pemerintah menyalurkan bantuan tunai sebesar RM150 kepada lebih dari 96 ribu siswa Form Six.
Suara.com - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan program Form Six tetap berada di bawah Kementerian Pendidikan.
Keputusan ini membatalkan rencana sebelumnya yang akan memindahkan program tersebut ke Kementerian Pendidikan Tinggi.
Anwar menegaskan bahwa Form Six harus diperlakukan sebagai jalur pra-universitas yang berbeda dari pendidikan sekolah biasa.
Ia meminta pihak sekolah memberikan perlakuan khusus bagi para siswa.
“Kepala sekolah harus menangani siswa Form Six secara terpisah sebagai program pra-universitas,” ujar Anwar dinukil dari Malay Mail.
Ia menambahkan siswa tidak perlu mengikuti kegiatan rutin seperti apel sekolah dan sebaiknya ditempatkan di blok terpisah.

Menurutnya, langkah ini penting agar siswa benar-benar merasakan transisi dari pendidikan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
Form Six dinilai setara dengan program matrikulasi, A-Level, maupun program foundation.
Meski tetap berada di bawah Kementerian Pendidikan, Anwar membuka peluang evaluasi kebijakan di masa depan.
Anwar juga menyebut kemungkinan pembangunan fasilitas khusus atau gedung terpisah untuk siswa Form Six.
Selain itu, pemerintah memastikan siswa Form Six akan mendapatkan bantuan keuangan yang setara dengan pelajar lain.
Kebijakan ini merespons keluhan sebelumnya terkait ketidakmerataan akses bantuan.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 96 ribu siswa Form Six telah atau akan menerima Bantuan Awal Persekolahan 2026.
Setiap siswa mendapatkan bantuan tunai sebesar RM150 atau setara dengan Rp550.000
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar siswa Form Six.
Pemerintah juga ingin memperkuat posisi program tersebut sebagai jalur strategis menuju pendidikan tinggi.