- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memanas akibat kemunculan video propaganda yang berisi ancaman pembunuhan terhadap Melania Trump dan Barron Trump.
- Video provokatif tersebut menampilkan aktivitas Melania di New York serta menyusun skenario serangan menggunakan zat berbahaya pada barang pribadinya.
- Gedung Putih dan properti keluarga Trump kini berada di bawah pengamanan ketat berlapis di tengah konflik yang masih berlangsung antara kedua negara.
Suara.com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah muncul video propaganda yang menargetkan keluarga Presiden Donald Trump.
Video tersebut secara eksplisit mengancam Ibu Negara Melania Trump.
Tak hanya Melania, anak kelima Donald Trump, Barron Trump juga jadi target pembunuhan dalam video tersebut.
Dalam rekaman yang beredar, terdapat narasi provokatif berjudul How to Kill Melania Trump.
Video itu menampilkan aktivitas Melania di sejumlah lokasi di New York, termasuk tempat-tempat yang sering ia kunjungi.
Konten tersebut bahkan menyarankan skenario serangan, termasuk penggunaan zat berbahaya pada barang pribadi.

Ancaman juga ditujukan kepada Barron Trump dengan pesan,
Ini baru permulaan. Barron Trump, tunggu kami.
Pihak Gedung Putih dan Secret Service belum memberikan tanggapan resmi terkait video tersebut.
Namun, seluruh anggota keluarga Trump diketahui berada di bawah pengamanan ketat.
Sejumlah properti milik keluarga Trump dikutip dari NY Post, seperti Gedung Putih, Trump Tower di New York, hingga Mar-a-Lago di Florida, dijaga dengan sistem keamanan berlapis.
Pengamanan ini semakin diperketat sejak konflik dengan Iran meningkat.
Ancaman terhadap keluarga Trump bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, sejumlah papan reklame di Teheran juga menyerukan serangan terhadap Presiden Trump dan keluarganya dengan slogan blood for blood.
Situasi ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Meski ada upaya gencatan senjata dan jalur diplomasi, ketegangan di kedua negara tetap tinggi.
Presiden Trump sendiri mengakui dirinya menjadi target utama Iran.
Ia bahkan menyatakan telah menyiapkan respons keras jika ancaman terhadap dirinya benar-benar terjadi.
“Saya sudah lama menjadi target mereka. Jika sesuatu terjadi, akan ada konsekuensi besar,” kata Trump.