- Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan mendalami kematian tidak wajar Sutrimo pada 29 Juli 2026.
- Penyidik telah melakukan olah TKP, melibatkan Puslabfor Polri, serta mengambil sampel guna pemeriksaan laboratorium forensik.
- Petugas memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai petunjuk untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Suara.com - Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian Sutrimo, pria yang disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Pendalaman dilakukan usai Sutrimo dinilai meninggal dengan cara yang tidak wajar. Sebab, ia ditemukan dalam kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa.
Dalam proses penyelidikan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (26/7/2026) lalu.
Olah TKP dilakukan dengan melibatkan tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk memastikan penyebab kematian korban secara ilmiah.
"Untuk memastikan penyebab meninggalnya saudara S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
![Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan keterangan usai meninjau lokasi bentrokan antarwarga di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026). [Suara.com/Adiyoga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/27/29359-budi-hermanto.jpg)
Budi menjelaskan, selain melakukan olah TKP, petugas turut mengambil sejumlah sampel dari lokasi kejadian.
Sampel tersebut kini sedang diperiksa di laboratorium forensik sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab pasti kematian korban.
"Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai informasi dan petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa itu," jelas Budi.
Seluruh temuan yang diperoleh masih dianalisis secara menyeluruh guna memastikan penyebab kematian korban secara objektif.
Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung. Budi mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan serta tidak berspekulasi hingga seluruh rangkaian penyelidikan selesai dilakukan.