Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat riset dan pengembangan teknologi perkeretaapian, termasuk sistem Automatic Train Protection (ATP), di Jakarta, Selasa (28/7).
Kerja sama tersebut difokuskan pada riset, eksplorasi, dan adopsi teknologi ATP sebagai sistem proteksi perjalanan kereta api. Teknologi ini berfungsi mencegah pelanggaran sinyal, mengawasi kecepatan kereta, serta menyampaikan informasi operasional kepada masinis.
KAI dan BRIN akan menggunakan pendekatan Proof of Product untuk memvalidasi fungsi, integrasi, dan kinerja teknologi sebelum diimplementasikan. Tahapan ini juga bertujuan mengidentifikasi risiko serta kebutuhan penyesuaian sesuai kondisi operasional perkeretaapian nasional.
Roadmap pengembangan ATP dimulai pada Triwulan III 2026 melalui pembentukan ATP Working Group, dilanjutkan perencanaan Proof of Product pada Triwulan IV 2026, serta uji lapangan, evaluasi, dan safety assessment hingga paling lambat Triwulan II 2027.