Mengapa Muka Air Danau Toba Terus Menurun? BRIN Ungkap Biang Kerok Sebenarnya

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 23 Juli 2026 | 11:17 WIB
Mengapa Muka Air Danau Toba Terus Menurun? BRIN Ungkap Biang Kerok Sebenarnya
Danau Toba mengalami penurunan muka air (dok.RRI)

Suara.com - Penurunan muka air Danau Toba dalam beberapa tahun terakhir memunculkan kekhawatiran masyarakat karena berdampak pada sektor perikanan, pembangkit listrik, hingga pariwisata.

Selama ini, kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan perubahan iklim. Namun, penelitian terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan penyebabnya lebih kompleks.

Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) BRIN, Hendri, mengatakan perubahan tinggi muka air Danau Toba dipengaruhi oleh kombinasi faktor iklim dan aktivitas manusia, dengan karakteristik yang berbeda sebelum dan sesudah 1984.

Kesimpulan itu diperoleh setelah tim menganalisis data tinggi muka air Danau Toba selama lebih dari enam dekade, yakni dari 1957 hingga 2020.

Danau Toba. (kemenparekraf.go.id)
Danau Toba. (kemenparekraf.go.id)

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang terjadi penurunan muka air Danau Toba, tetapi penyebabnya berbeda pada setiap periode," kata Hendri dalam kegiatan Coffee Morning PRIMA BRIN.

Menurutnya, tahun 1984 menjadi titik penting karena bertepatan dengan mulai beroperasinya Bendungan Sigura-gura dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sejak saat itu, pola perubahan muka air danau dinilai mengalami pergeseran.

Pada periode 1957–1984, muka air Danau Toba turun rata-rata sekitar 22 milimeter per tahun. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh variabilitas iklim, khususnya fenomena El Niño yang mengurangi curah hujan di kawasan tangkapan air Danau Toba.

Sementara itu, setelah 1984 laju penurunan rata-rata menjadi sekitar 2 milimeter per tahun. Meski demikian, fluktuasi muka air masih terjadi dan pada beberapa tahun tercatat mengalami penurunan yang cukup tajam, seperti pada 1987, 1990, 1998, dan 2016. Peneliti mengaitkan kondisi tersebut dengan kombinasi El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Selain faktor iklim, penelitian ini menemukan bahwa aktivitas manusia semakin berpengaruh terhadap dinamika Danau Toba setelah 1984. Penggunaan air untuk operasional PLTA disebut memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan kebutuhan domestik masyarakat.

baca juga

Tim peneliti juga mencatat perubahan tata guna lahan di kawasan tangkapan air. Berdasarkan analisis citra satelit, luas hutan alami di sekitar Danau Toba berkurang sekitar 29 persen sepanjang 1988 hingga 2020. Di sisi lain, luas hutan tanaman, kawasan permukiman, dan lahan pertanian justru meningkat.

Menurut Hendri, berkurangnya tutupan hutan alami diperkirakan mengurangi kemampuan kawasan untuk menyerap dan menyimpan air hujan, sehingga memengaruhi fluktuasi muka air danau.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga keberlanjutan Danau Toba tidak cukup hanya berfokus pada adaptasi terhadap perubahan iklim. Pengelolaan tata guna lahan serta pemanfaatan sumber daya air juga perlu dilakukan secara lebih berkelanjutan agar fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial Danau Toba tetap terjaga.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:00 WIB

Studi: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit yang Ditularkan Air, Bagaimana Bisa?

Studi: Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penyakit yang Ditularkan Air, Bagaimana Bisa?

Health | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:30 WIB

Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Apa Saja Manfaatnya?

Hutan Bisa Jadi Ruang Terapi di Tengah Polusi dan Krisis Iklim, Apa Saja Manfaatnya?

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:31 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×