Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel

M Nurhadi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:29 WIB
Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel
Sebanyak 57 orang tewas saat puluhan ribu migran mencoba menerobos wilayah eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko sepanjang pekan ini. (Faro TV)
baca 10 detik
  • Puluhan ribu imigran ilegal menyerbu wilayah Ceuta dari Maroko akibat pelonggaran pengawasan perbatasan.
  • Serbuan migran di Ceuta dikaitkan dengan spekulasi geopolitik keterlibatan Israel dan kunjungan Spanyol ke Aljazair.
  • Pemerintah Spanyol memproses pemulangan migran, sementara jumlah korban tewas penyeberangan meningkat menjadi 67 orang.

Suara.com - Krisis perbatasan yang melanda wilayah otonom Spanyol di Afrika Utara, Ceuta, kini bergeser dari sekadar persoalan kemanusiaan dan ekonomi menjadi panggung spekulasi geopolitik tingkat tinggi.

Serbuan mendadak puluhan ribu imigran ilegal dari daratan Maroko menuju kantong wilayah Eropa di Selat Gibraltar tersebut memicu sorotan tajam netizen global dan pengamat internasional, dengan sorotan utama tertuju pada dugaan keterlibatan operasi diplomatis Israel.

Perbincangan hangat di ruang publik internasional mengaitkan lonjakan ekstrem arus migran ini sebagai bagian dari manuver tidak langsung Israel untuk membalas sikap politik luar negeri Madrid.

Pemerintah Spanyol di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Pedro Sanchez dikenal vokal memberikan dukungan kepada warga Palestina di Jalur Gaza serta mengkritik operasi militer Israel.

Spekulasi keterlibatan Tel Aviv semakin menguat setelah publik kembali menyoroti analisis lampau dari surat kabar Israel, YNet, mengenai masa depan diplomasi kawasan Selat Gibraltar.

Artikel analisis yang dipublikasikan pada 26 April 2026 tersebut terbit setelah Pemerintah Maroko resmi bergabung dalam Perjanjian Abraham (Abraham Accord) untuk melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Dalam laporan analisis berbau strategi geopolitik itu, media tersebut menuliskan judul yang memantik perhatian luas:

"Kesepakatan Abraham mencapai Selat: bagaimana Israel dapat membantu Maroko merebut kembali wilayah utaranya,"

Analisis itu secara terang-terangan membedah peluang Maroko untuk mengambil alih kedaulatan Ceuta dan Melilla dengan memanfaatkan keretakan hubungan antaranggota aliansi Barat, sekaligus menempatkan Israel sebagai penopang utama ambisi Rabat.

baca juga

"Ketegangan AS-Spanyol mengenai NATO, Iran membuka peluang bagi Maroko untuk mengajukan klaim atas Ceuta dan Melilla, dengan Israel diposisikan untuk mendukung Rabat secara diplomatis dalam aliansi pimpinan AS yang semakin mendukung mitra kerja sama dibandingkan dengan pertahanan Eropa,"

Menguatkan narasi geopolitik tersebut, laporan Middle East Monitor mengutip sejumlah sumber Israel yang mengungkapkan bahwa pada bulan Maret, Michael Rubin selaku peneliti senior di American Enterprise Institute sempat menyuarakan agar Maroko kembali mengorganisasikan gerakan massa berskala besar ke wilayah kantong Spanyol tersebut dalam bentuk "Pawai Hijau" edisi baru.

Pemicu Diplomatik di Segitiga Madrid-Aljazair-Rabat

Di luar spekulasi mengenai campur tangan Israel dan aliansi barunya, pergerakan massa dalam skala tak lazim ini juga dinilai erat kaitannya dengan dinamika diplomasi segitiga antara Spanyol, Aljazair, dan Maroko.

Pengamat memandang penurunan intensitas pengawasan perbatasan oleh otoritas Maroko sebagai bentuk ketidakpuasan politik terhadap langkah terbaru Madrid.

Sebelum insiden ledakan migran terjadi, Perdana Menteri Pedro Sánchez baru saja menuntaskan kunjungan kenegaraan ke Aljazair pada Senin (20/7/2026). Lawatan tersebut merupakan kunjungan perdana kepala pemerintahan Spanyol ke Aljazair dalam empat tahun terakhir dan dimaknai sebagai sinyal pemulihan hubungan bilateral kedua negara.

Padahal, Aljazair adalah pendukung utama kelompok Polisario Front yang terlibat sengketa sengit dengan Maroko atas perebutan wilayah Sahara Barat.

Matteo Villa, peneliti migrasi dari Italian Institute for International Political Studies, menilai bahwa pergerakan puluhan ribu manusia melintasi perbatasan mustahil terjadi tanpa adanya pelonggaran kontrol yang disengaja.

Ia menyejajarkan fenomena ini dengan krisis migrasi Mei 2021, tatkala Rabat melonggarkan penjagaan di tengah konflik diplomatik dengan Madrid.

"50.000 orang tidak datang dalam semalam ketika biasanya jumlahnya hanya ratusan per bulan. Sánchez pergi ke Aljazair adalah sesuatu yang tidak terlalu disukai Maroko,"

Menurut analisa Villa, Maroko berpotensi sengaja mengendurkan pengawasan perbatasan sebagai kartu tekan untuk membuktikan posisi tawarnya yang krusial bagi keamanan Eropa, sekaligus merespons manuver Spanyol yang kembali mendekati Aljazair.

Insiden penyeberangan massal tersebut memperlihatkan kondisi kritis di garis pantai Ceuta dan Melilla. Rekaman video yang viral memperlihatkan ribuan migran nekat mengarungi lautan menggunakan ban pelampung dari pesisir Maroko, sementara kelompok lain berupaya membobol pagar perbatasan berlapis.

Saat berhasil menembus daratan kota, sejumlah migran merayakan kedatangan mereka di hadapan awak media.

"Viva Espana! (Hiduplah Spanyol!),"

Kawasan Ceuta dan Melilla menjadi target utama karena letaknya yang berada di benua Afrika namun sepenuhnya tunduk pada hukum kedaulatan Spanyol.

Masuk ke Ceuta berarti menginjakkan kaki di wilayah resmi Uni Eropa yang menggunakan mata uang euro serta memberikan jaminan perlindungan hak asasi standar Eropa.

Laju penyeberangan juga dipicu oleh perubahan regulasi hukum internal Spanyol. Putusan Mahkamah Agung Spanyol menetapkan bahwa migran yang tiba di wilayah Ceuta atau Melilla lewat jalur laut melarang aparat melakukan pemulangan instan tanpa melalui prosedur pemeriksaan hukum yang sahih. Celah regulasi ini dimanfaatkan oleh jaringan penyelundup untuk meyakinkan ribuan orang bahwa kans mereka menetap di Eropa jauh lebih tinggi.

Besarnya skala arus masuk migrasi ilegal dari Maroko ini memantik guncangan hebat di internal Uni Eropa. Pemerintah Spanyol mencatat bahwa sebagian besar dari ribuan imigran yang tiba pada akhir Juli telah diproses untuk dikembalikan ke Maroko, sementara Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan jumlah korban tewas akibat penyeberangan berisiko tinggi ini meningkat hingga sedikitnya 67 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imigran Ceuta Ungkap Polisi Maroko Membuka Jalur Perbatasan Spanyol Secara Sengaja

Imigran Ceuta Ungkap Polisi Maroko Membuka Jalur Perbatasan Spanyol Secara Sengaja

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Dikira Enak Hidup di Spanyol, Migran Maroko Pilih Balik Kanan karena Kelaparan di Enklave Ceuta

Dikira Enak Hidup di Spanyol, Migran Maroko Pilih Balik Kanan karena Kelaparan di Enklave Ceuta

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:04 WIB

57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko

57 Orang Tewas Terobos Eksklave Spanyol di Ceuta dari Maroko

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 07:33 WIB

18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal

18 Orang Tewas Tenggelam Berenang dari Maroko ke Ceuta Spanyol, Terobos Perbatasan dengan Ilegal

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:16 WIB

4 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel, Ada Anak-anak

4 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel, Ada Anak-anak

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:45 WIB

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:06 WIB

Terkini

Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel

Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:29 WIB

Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru

Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi

Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai

Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:19 WIB

Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut

Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:18 WIB

Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%

Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:16 WIB

Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026

Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:14 WIB

Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan

Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:11 WIB

Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri

Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:10 WIB

Tekiro Cetak Sejarah Dunia Lewat Kompetisi Mekanik Terbesar di GIIAS 2026

Tekiro Cetak Sejarah Dunia Lewat Kompetisi Mekanik Terbesar di GIIAS 2026

Otomotif | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:10 WIB

×