Perundingan Damai AS dan Iran Dimulai Lagi, Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bahasan Utama

Pebriansyah Ariefana

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:43 WIB
Perundingan Damai AS dan Iran Dimulai Lagi, Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bahasan Utama
Donald Trump. [Dok. Antara]
baca 10 detik
  • Amerika Serikat menunda serangan militer ke Iran demi memberikan kesempatan pada proses diplomasi.

  • Arab Saudi dan sekutu Teluk mendesak AS menahan diri dari eskalasi militer regional.

  • Batalnya serangan militer AS ke Iran langsung memicu penurunan harga minyak dunia.

Suara.com - Negosiasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Senin sore setelah Washington membatalkan rencana serangan militer. Langkah ini diambil guna memberi ruang bagi kesepakatan diplomatik terkait Selat Hormuz dan isu nuklir.

Keputusan mundur tersebut dipicu oleh desakan intensif dari negara sekutu seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Pemimpin kawasan mengkhawatirkan krisis kemanusiaan serta potensi gelombang pengungsi jika konfrontasi bersenjata tetap dilancarkan.

Penghentian operasi militer ini langsung menenangkan pasar energi global hingga memicu penurunan harga minyak dunia. Harga minyak mentah jenis Brent dan West Texas Intermediate seketika anjlok lebih dari empat persen.

AS menggempur fasilitas militer Iran dan mengancam sasaran situs nuklir bawah tanah Natanz. (US Army)
AS menggempur fasilitas militer Iran dan mengancam sasaran situs nuklir bawah tanah Natanz. (US Army)

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa rencana serangan terbesar sejak Perang Dunia II sebenarnya sudah siap dieksekusi. Namun, pergerakan militer yang mulai terlihat membuat Tehran menyadari besarnya skala ancaman tersebut.

Trump menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di atas Air Force One pada Minggu.

"Jelas, mereka tidak ingin diserang. Mereka tahu sejauh mana serangan itu karena mereka melihatnya sedang dibentuk," ujar Trump.

Pendekatan militer kini secara resmi digantikan oleh meja perundingan bilateral.

"Sekarang apa yang kita lakukan adalah berbicara dengan mereka dalam bentuk negosiasi. Itu dimulai besok sore (hari ini)," kata Trump.

Trump menegaskan pertimbangan utama penundaan serangan adalah imbauan para sekutu Teluk. Negara-negara tetangga Iran meyakini bahwa kesepakatan damai masih sangat mungkin dicapai.

baca juga

Trump menanggapi desakan tersebut dengan menyatakan kesiapannya untuk bernegosiasi.

"Ketika para sekutu meminta untuk membatalkannya, Anda harus katakan, 'Mari kita lihat.' Dan alasan mereka meminta adalah karena mereka pikir ada kesepakatan," ucapnya.

Fokus utama perundingan mendatang mencakup keamanan navigasi di Selat Hormuz hingga program denuklirisasi.

"Ada kesepakatan tentang [Selat] Hormuz, dan kemudian akan ada kesepakatan tentang nuklir, atau Anda bisa menyebutnya denuklirisasi Iran," tutur Trump.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman turut memperingatkan risiko krisis pengungsi jika serangan militer dilancarkan. Trump mengutip kekhawatiran itu dengan berkata, "Maksud saya, apakah mereka akan dibanjiri oleh orang-orang yang berdatangan ke negara mereka dan bencana; banyak hal buruk bisa terjadi."

Diplomasi kawasan Timur Tengah bergerak cepat beberapa jam setelah pengumuman pembatalan serangan. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengadakan pembicaraan dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dan Panglima Militer Pakistan Asim Munir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Makin Panas Meski Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran

Selat Hormuz Makin Panas Meski Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:26 WIB

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

Suplai Rudal Patriot Kritis, Pertahanan Udara Ukraina Bobol Hingga Makan Korban Jiwa

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?

Minyak Dunia Semakin Murah, Harga BBM Gimana?

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Terkini

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:06 WIB

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat

Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat

Video | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana

Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia

Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:58 WIB

Rokok Ilegal Diprediksi Naik 42 Persen Jika Aturan Kemasan Polos Dijalankan

Rokok Ilegal Diprediksi Naik 42 Persen Jika Aturan Kemasan Polos Dijalankan

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:57 WIB

7 Destinasi Cantik di Australia Barat untuk Liburan Keluarga, dari Danau Pink hingga Pantai Kanguru

7 Destinasi Cantik di Australia Barat untuk Liburan Keluarga, dari Danau Pink hingga Pantai Kanguru

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:55 WIB

×