-
Amerika Serikat menunda serangan militer ke Iran demi memberikan kesempatan pada proses diplomasi.
-
Arab Saudi dan sekutu Teluk mendesak AS menahan diri dari eskalasi militer regional.
-
Batalnya serangan militer AS ke Iran langsung memicu penurunan harga minyak dunia.
Para pejabat tersebut membahas langkah strategis untuk memperkuat stabilitas keamanan di Asia Barat. Araghchi mengonfirmasi melalui Telegram bahwa solusi politik menjadi prioritas utama seluruh pihak.
Kantor berita IRNA melaporkan negosiasi antara Iran dan Oman mengenai Jalur Laut Hormuz memasuki tahap akhir. Namun, pembahasan tersebut berfokus pada pengaturan rute navigasi baru.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan rincian fokus pembahasan tersebut. Pembicaraan rute navigasi itu "tidak ada hubungannya dengan dibuka atau ditutupnya Selat Hormuz. Itu adalah diskusi yang terpisah."
Batalnya aksi militer AS langsung menahanan lonjakan harga komoditas energi dunia. Minyak Brent merosot 4,08 dolar AS atau 4,64 persen menjadi USD 83,85 per barel.
Minyak West Texas Intermediate turut melemah USD 4,01 atau 4,74 persen ke level 80,66 dolar AS per barel. Penurunan harga ini meredam lonjakan bulan lalu yang sempat naik di atas 20 persen akibat konflik bersenjata.
Konflik terbuka antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran ini pecah sejak serangan mendadak pada 28 Februari. Kendati sempat diselingi diplomasi, aksi saling serang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Gagasan gencatan senjata sebelumnya gagal dipertahankan hingga membuat Iran memperketat kontrol di Selat Hormuz. Jalur perairan strategis tersebut merupakan urat nadi utama distribusi energi global.