-
Konflik Timur Tengah dan kenaikan avtur memicu lonjakan kerugian paruh pertama maskapai Eropa.
-
Austrian Airlines menghentikan sejumlah rute efisiensi dan menghapus jadwal menginap awak pesawat.
-
Brussels Airlines menunda penambahan armada Airbus A330 akibat penurunan profitabilitas dan mogok kerja.
Kendala operasional bertambah berat menyusul penurunan permintaan rute Afrika akibat hambatan penjadwalan kru serta pembatasan wilayah.
Aksi demonstrasi dan mogok kerja tenaga lalu lintas udara di Belgia menekan pendapatan maskapai hingga berkurang 3 juta euro (sekitar Rp62,1 miliar).
Industri penerbangan global menghadapi tantangan berat sepanjang tahun 2026 akibat kombinasi konflik geopolitik Timur Tengah, gejolak harga energi, dan gangguan operasional regional. Maskapai skala besar terpaksa melakukan evaluasi menyeluruh terhadap target pertumbuhan jangka menengah demi menjaga stabilitas likuiditas.
Kondisi geopolitik yang belum menentu mendorong Brussels Airlines menunda penambahan dua unit Airbus A330 hingga 2027. Keputusan tersebut membuat total armada penerbangan jarak jauh maskapai Belgia bertahan di angka 11 pesawat.