-
MAG mewajibkan pemeriksaan tes narkoba untuk seluruh pilot aktif akibat munculnya pelanggaran keselamatan.
-
Pilot yang tidak menyelesaikan tes narkoba sesuai jadwal dilarang beroperasi sampai dinyatakan bersih.
-
Program tes narkoba wajib ini nantinya juga diterapkan kepada seluruh awak kabin aktif.
Sebelum bertugas, para penerbang dipastikan wajib melengkapi evaluasi mandiri serta penilaian antar-kru menggunakan metode IMSAFER.
"Sebelum setiap penerbangan, pasangan pilot yang bertugas juga menyelesaikan penilaian IMSAFER untuk mengevaluasi kesiapan fisik dan mental satu sama lain untuk bertugas," sebut pihak MAG.
"Hal ini dilengkapi dengan prinsip Pengelolaan Ancaman dan Kesalahan (TEM) untuk mengidentifikasi serta mengelola risiko operasional," urai rilis resmi tersebut.
Pemeriksaan IMSAFER mencakup indikator Penyakit (Illness), Obat-obatan (Medication), Stres (Stress), Alkohol (Alcohol), Kelelahan (Fatigue), Emosi (Emotion), dan Kebugaran Terkini (Recency).
MAG berkomitmen memperketat kerja sama dengan otoritas penerbangan dan aparat penegak hukum demi memastikan pencegahan pelanggaran serupa di masa depan.
Kasus penyalahgunaan zat terlarang oleh penerbang komersial menjadi ancaman serius dalam industri penerbangan global karena berisiko fatal pada keselamatan penumpang.
Insiden penangkapan pilot Malaysia Airlines di Jakarta menjadi pemicu utama evaluasi total sistem pengawasan internal maskapai penerbangan asal Malaysia tersebut.